Reborn As A King'S Daughter

Reborn As A King'S Daughter
|Chapter 32|



Previous•


"Nak! Nak, kau sudah bangun?" Tanya sang ibu yang berada disamping perempuan tersebut


"I-ibu?" Tanya perempuan tersebut dengan ragu ragu


"Iya nak! Iya! Aku ibumu" Ucap sang ibu dengan senang lalu air mata sekali lagi jatuh dari pelupuk matanya


"K-kenapa aku ada disini?" Tanya sang anak kepada sang ibu


"Itu semua karena--"


Present•


"Itu semua karena saat kita sedang bertengkar, Ibu tak sengaja mendorongmu ke sungai. Lalu kepala mu terbentur oleh batu yang di dalam sungai, setelah itu kesadaranmu hilang dan kamu pun pingsan" Ucap sang ibu menjelaskan


"Tapi kesalahan ibu yang paling fatal adalah, ibu tak langsung menolongmu. Hampir 15 menit kemudian barulah ibu menolongmu lalu menelpon ambulan" Ucap sang ibu dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi


"Oh... Begitu" Ucap sang anak dengan singkat


"I-ibu, siapa namaku didunia ini?" Tanya sang anak dengan tatapan kosong


"K-kau lupa namamu?" Tanya sang ibu


"Iya, ingatanku di dunia ini tidak terlalu jelas" Ucap sang anak


"Baiklah, namamu adalah Evangeline Angelo" Ucap sang ibu


"O-oh" Ucap sang anak yang ternyata bernama Evangeline Angelo


Kemudian percakapan antara sang ibu dengan anaknya pun berhenti disitu, yang tersisa hanya lah kesunyian


-----------------


Sekitar 3 Minggu kemudian akhirnya Evangeline alias Aria bisa keluar dari rumah sakit, tetapi keadaan nya sangat buruk saat itu...


'Aku rindu papa, kak Arkhdal, kak Ares, dan kak Arion...' Ucap Aria didalam batin nya


"Nak, bukalah pintu mu. Ibu sudah membuatkan mu makanan" Ucap sang ibu sambil mengetuk pintu


"Aku tidak ingin makan" Ucap Evangeline dengan tatapan kosong


"Kenapa nak? Nanti kamu bisa sakit!" Ucap sang ibu yang khawatir akan keadaan anaknya


"Tidak! Aku tidak lapar!" Ucap Evangeline


"Tap--" Ucap sang ibu yang belum selesai


"Aku tidak lapar!" Ucap Evangeline dengan nada suara yang sedikit ditinggikan


Kemudian setelah perdebatan kecil tersebut, sang ibu pun pergi dari depan kamar Evangeline


Tak lama setelah sang ibu pergi dari depan kamar Evangeline, tiba tiba saja ada suara pecahan kaca dan juga beberapa barang yang jatuh. Langsung saja sang ibu pergi ke kamar Evangeline dengan mendobrak pintunya


"Geline!" Teriak sang ibu yang kaget dengan keadaan anak semata wayangnya


Evangeline ditemukan oleh sang ibu dengan keadaan mengenaskan, kaki dan tangannya luka karna pecahan kaca. Rambutnya acak acakan, matanya menatap sang ibu dengan kosong


"Geline! Kau kenapa? Ayo cepat kesini, akan ibu obati" Ucap sang ibu dengan panik lalu menyeret Evangeline pergi dari kamarnya


"Ibu.... Aku rindu papa, kak Arkhdal, Kak Ares dan kak Arion" Ucap Evangeline dengan suara parau


"Siapa mereka?" Tanya sang ibu lalu langkah nya terhenti dan menatap Evangeline


"Ibu tak tahu mereka? Mereka adalah keluarga ku, mereka menyayangiku, m-merek---" Ucap Evangeline yang terputus karna air matanya jatuh dan sang ibu yang tiba tiba saja memeluknya


"Nak, mereka semua itu hanyalah halusinasi mu! Mereka tidak nyata!" Ucap sang ibu yang masih memeluk Evangeline


"T-tidak nyata? J-jadi selama ini...." Ucap Evangeline lalu terjatuh dan terisak karna kaget akan kenyataan yang sangat pahit itu


Kemudian Evangeline pun menangis cukup lama, setelah itu luka luka nya pun diobati oleh sang ibu, tetapi keadaan Evangeline masih syok dan tidak percaya akan kenyataan yang diberi tau oleh sang ibu


-----------------


Sudah hampir 3 bulan semenjak kejadian itu terjadi, keadaan Evangeline semakin memburuk. Ia selalu saja mencoba melukai dirinya atau mengobrol sendiri kadang bahkan ia tidak bisa tidur. Semakin lama keadaan nya semakin parah...


"Evangeline, ikut ibu yuk" Ucap sang ibu kepada Evangeline yang sedang mengobrol sendiri di ruang tamu


"Kemana?" Tanya Evangeline yang menatap ibunya


"Kita akan ke suatu tempat yang mungkin bisa membuatmu lebih baik" Ucap sang ibu dengan senyuman yang terpaksa ia keluarkan


Lalu Evangeline dan sang ibu pun pergi ke tempat yang dimaksud


--------------------


Setelah sampai ke tempat yang dimaksud sang ibu...


"K-kita akan ke Psikiater?" Ucap Evangeline saat melihat sebuah banner yang berada didepan tempat itu


"Iya" Ucap sang ibu singkat


Lalu, Akhirnya Evangeline pun menemui sang psikiater...


✨ TBC ✨


Maaf karna chapter ini singkat, tapi semoga kalian menikmati chapter ini


Jangan lupa dukung novel ini dengan cara like, komen dan juga masukkan ke dalam daftar bacaan favorit kalian agar novel ini cepat update!