
Pertarungan di kota bawah laut Zonaqua antara RAZAR dengan anggota Prime Syndicate terjadi secara tiba-tiba. Diane, Riki, serta Stingray Veidro menyusup ke kota Zonaqua dengan tujuan untuk merebut zat kimia Aquamarine. Clidermes panik dengan situasinya. Dia mencoba menghubungi polisi di kota utama, namun sinyal terputus tanpa sebab. "Kenapa ini bisa terjadi?!"
Para warga kota setempat berusaha lari untuk menghindari amukan Stingray Veidro. Andre dan Rozza tengah menghentikan Veidro tersebut agar tidak menyentuh permukiman. Rozza tidak dapat bekerja sama dengan baik bersama Andre lantaran selalu menabrak tiang listrik sampai kesetrum.
"Sialan. Kau bisa serius, tidak?!" kesal Rozza.
"Gimana bisa serius, dari tadi para warga menyeruduk aku terus sampai tabrak tiang listrik, sih!"
"Gunakan akalmu, fokus menghadangnya saja."
"Dikira gampang, anjir!"
Sementara itu, Rheina dan Zihan tengah bertarung melawan Diane. Rheina melihat ada seorang anak kecil menangis di pojok samping. Karena serangan jarum dari Diane dapat mengenai segala arah, Rheina segera menolong anak itu seraya berteriak, "AWAS …!"
Rheina memeluk anak kecil untuk melindunginya, namun dia terkena tusukan jarum di belakang tubuhnya. Dia menyuruh si anak untuk lari. Rheina yang kesakitan berusaha bangkit.
"RHEINA!" teriak Zihan sembari menahan serangan dari Diane.
"Naif sekali …," hina Diane. "Sikap ibu menurun ke anaknya, ya, hahaha!"
"Jangan hina ibu …." Rheina merintih kesakitan. "Rheina tidak ingin kalian merusak kebahagiaan orang …. Rheina harus menghentikan semua ini bagaimanapun caranya!"
Tekad Rheina disaksikan oleh rekan-rekannya, begitu pun dengan Clidermes yang mendengarnya juga. Secara kebetulan, Zihan berada di dekat Clidermes dan bertanya, "Pak. Apakah zat mistis Aquamarine bisa digunakan sebagai elemen sihir?"
"Ya …," jawab Clidermes. "Seperti yang saya katakana tadi. Kekuatannya sebesar badai ombak. Itu sangat berbahaya."
"Tidak punya pilihan! Kami harus menggunakannya. Kalau tidak, mereka akan mengacaukan tempat ini!" pinta Zihan.
"Hmmm … ini pilihan yang rumit." Clidermes sebenarnya ragu akan hal itu. Karena situasinya mulai memburuk, dia pun setuju dan memerintah pengawalnya untuk bergegas mengambil zat mistis tersebut.
Rheina diserang habis-habisan oleh Diane. Zihan hendak menghampirinya, namun Diane melemparkan jarum ke arahnya. Beruntung, Zihan dapat menghindarinya dan berusaha melindungi Rheina. Dia juga mengulurkan waktu agar Rheina dapat mengobati lukanya sendiri.
Di samping itu, Andi di ambang kekalahan pada pertarungannya melawan Riki. Namun, dia masih terus bertahan dan tidak ingin kalah. Riki terus-menerus mencelanya yang di mana itu dapat memicu adrenalin si Andi.
"AKU AKAN BUAT KAU MENYESALI INI, RIKI!" teriak Andi.
Riki membalas, "Hahahaha … sudah mulai berapi-api, ya? Ayo kita akhiri ini, Andi!"
Andi dan Riki bersama-sama menghampiri untuk saling menebas. Tak lama, Andi membuang pedangnya secara tiba-tiba. Itu membuat Riki terkejut saat melihat tindakannya tersebut. "Apa?!"
"HIYAAA!" Andi menahan tangan kanan Riki dan mulai memukul perutnya dengan keras. Riki sampai muntah darah lantaran Andi memukulnya di daerah titik vital. Kemudian, Andi memutar ke arah belakang badan Riki. Dia membanting Riki sehingga membuatnya sempoyongan.
"Sialan …!" Riki menahan rasa sakitnya. "Diane. Ayo kita mundur!"
Diane menolak permintaan Riki untuk kabur. Riki pun bersikap tidak peduli saat Diane menolaknya dan kabur sendiri. Diane masih tetap ingin melaksanakan tugas dari sang ketua. Dia hanya menargetkan Rheina, namun dihalang oleh Zihan.
"Minggir, brengsek. Dia mangsaku!" Diane menyerang Zihan yang menghalanginya.
Zihan terus menahan serangan. "Takkan kubiarkan kau menyentuhnya!"
"Zihan …," Rheina meminta, "tak apa … Rheina akan menghadapinya."
Diane bersemangat menghampiri Rheina. Dia hendak melemparkan jarum ke arahnya. Beruntung, Rheina melemparkannya kembali menggunakan sihir anginnya.
[Twistier: Wind Back]
Rheina menahan serangan yang datang. Diane begitu antusias ingin menyakitinya. Zihan turut membantu, namun Diane menjegal kakinya. Rheina hanya bisa bertahan, sehingga dia terjatuh.
"Hahaha," tawa Diane sembari mencela, "Kau dengan sikap naifmu itu bisa membuatmu lebih baik? Pantas saja ibumu meninggal karena kebodohannya melindung anak sepertimu."
"Tidak …." Rheina bangkit. "Jangan menghina ibuku …!"
Tak lama kemudian, Clidermes datang membawa zat mistis Aquamarine dan hendak dia lempar ke arah Rheina. "HEY, NAK. AMBIL INI!"
Rheina menangkap zat mistis Aquamarine itu. Lantas, dia bertanya pada Clidermes, "Apa ini tak apa-apa, Pak?"
"Kamu bisa menguasai sihir air, bukan? Gunakan itu untuk menambah kekuatan sihirmu!"
"Baik, Pak!" Rheina menggunakan zat mistis Aquamarine sebagai Magic Conductor. Setelah dipakai, zat mistis tersebut memancarkan cahaya biru yang menyilaukan pandangan.
[Aquamarine Deepsea]
Rheina hendak mencobanya ke Diane dengan sihir dari Aquamarine. "Maaf, Diane. Rheina harus melakukan ini …."
[Maritier: Brine Beam]
Sihir tembakan air asin mengenai mata Diane sampai membuatnya kepedihan, "SIAL … MATAKU!"
"Rheina. Jangan kasih ampun!" tegas Zihan.
[Maritier: High Tide]
Sihir berupa laut yang naik turun bagai pasang surut itu sama seperti Smash Boulder dari sihir Grountier. Diane mengalami tekanan hebat sehingga membuat tubuhnya terasa berat.
"AKHH … AKU AKAN KEMBALI!" Akhirnya, Diane kabur dari Rheina. Kini, hanya Stingray Veidro yang perlu diakhiri. Rheina meminta Andre dan Rozza untuk menjauh dari jangkauan Veidro tersebut.
[Maritier: Ocean Splash]
Rheina mengeluarkan sihir berupa guyuran lautan untuk memancing Stingray Veidro. Kemudian, pada saat Veidro menoleh, Rheina hendak mengeluarkan sihir spesial dari zat mistis tersebut. "Mari kita coba!"
[Special Maritier: Tidal Wave]
Byuur …!
Rheina mengeluarkan kekuatan luar biasa dari sihirnya ke arah Stingray Veidro. Sihir berupa gelombang pasang air laut itu menggenang Veidro tersebut. Rheina cepat-cepat memakai zat mistis Astatine untuk membuat Veidro itu meleleh dengan sihir cairan asam.
[Astatier: Acid Radioactive Burst]
Air yang menggenang Stingray Veidro berubah menjadi asam, seketika membuat Veidro itu meleleh dan akhirnya lenyap.
"Berhasil …." Zihan berlutut kelelahan saat menghadapi Diane.
Setelah kejadian itu, Clidermes mengevakuasi para warga kotanya dari tempat tersebut. Dia juga menyuruh petugas keamanan untuk mengecek seberapa persen kerusakan permukiman. Sang petugas pun melaporkannya pada Clidermes, "Lapor, Pak! Kerusakan yang terjadi memiliki sekitar 40% dari keseluruhan daerah yang sudah dicek!"
Clidermes menghampiri Rheina beserta rekan-rekannya dan menyampaikan, "Warga kota di sini sedang mengungsi di kota utama. Jadi, kami hanya perlu memperbaiki kota ini selama seminggu. Terima kasih atas bantuan kalian tadi, terutama kamu, Nak."
Rheina ditunjuk Clidermes karena tekadnya yang sangat membantu untuk memberantas penyusup dari organisasi. Rekan-rekannya turut senang atas keberanian dari Rheina tersebut.
"Nak Rheina, bukan? Aku titipkan ini pada kamu saja." Clidermes mempercayai Rheina dengan menyerahkan zat mistis Aquamarine kepadanya.
Rheina khawatir seraya bertanya, "Tapi … bukankah ini dilindungi oleh pihak kota ini?"
"Karena kami tak ingin orang-orang itu datang lagi, zat mistis itu sebaiknya berada pada genggaman kalian. Aku yakin kalian pasti bisa menjaganya," ungkap Clidermes. "Lagi pula, Luca sudah menceritakan semuanya tentang kalian yang bertugas menjaga zat mistis di seluruh dunia ini."
Mendengar penjelasan dari Clidermes, Rheina dan rekan-rekannya senang saat memutuskan untuk menyerahkan zat mistis Aquamarine pada mereka berlima. Rheina berterima kasih kepadanya.
"Kalian sebaiknya kembali. Masih ada perjalanan lagi, bukan?" ujar Clidermes.
"Benar, Pak," kata Rheina. "Sekali lagi, kami sangat menghargai keputusan Anda untuk mempercayai kami pada hal ini."
Rheina dan rekan-rekannya berpamitan pada Clidermes, sang wali kota Zonaqua. Mereka berlima keluar melalui lorong yang akan membawa mereka menuju ke dermaga tempat mereka lalui. Mereka hendak meninggalkan kota dan negeri Boress.
...Bersambung …....