RAZAR - First Journey

RAZAR - First Journey
Journey 21: Puppeteer



Identitas Rheina telah diketahui oleh rekan-rekannya. Mereka berjanji tidak akan memberi tahu siapapun tentang dirinya. Rheina juga mulai melupakan dan berusaha untuk melawan traumanya. Setelahnya, mereka berlima pun pergi ke bar untuk makan siang, serta menyambut Fendy si pemilik bar karena sudah lama tidak bertemu.


"Rheina jadi rindu dengan Mas Fendy," ucapnya.


"Yah, kami juga begitu," balas Andi. "Sudah lama kita tak nongkrong di sana …."


Andre mengajak, "Hey, hey. Ayo ke sana. Biar aku traktir kalian semua!"


Rheina dan yang lainnya bergembira setelah mendengar ajakan Andre. Sebelumnya, mereka telah mengetahui bahwa Andre merupakan CEO perusahaan terkaya dan tersukses warisan dari mendiang ayahnya. Meski dengan menyandang status sebagai CEO, dia tidak pernah sekalipun sombong dan menghamburkan uangnya untuk hal tidak penting.


Mereka berlima telah sampai ke bar milik Fendy. Fendy senang melihat mereka lagi. Dia juga menawarkan diskon dan menu spesial untuk mereka. Karena Andre berjanji untuk mentraktir, biaya tagihan ditanggung olehnya. Setelah itu, Fendy bertanya pada Andre, "Bro. Saat kau pergi berpetualang, siapa yang menjaga perusahaanmu itu?"


"Itu … kau tahu, aku punya seorang manager yang setia. Dia mengurus dengan baik perusahaanku," jelas Andre.


Di sela perbincangan Andre dengan Fendy, Andi hendak menjahilinya dengan memasukkan asam cuka ke dalam makanannya. Karena terlalu sibuk berbicara, Andre tidak sadar makanannya tercampur dengan cuka. Dia pun hendak memakan makanannya. Tak lama, dia merasakan masam di mulutnya dan wajahnya pun mengernyit.


Andre membuang isi mulutnya ke dalam tong sampah terdekat. "Ini rasanya seperti ketiak orang belum mandi, sumpah, dah …."


Semuanya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Andre. Andi bersikap seolah tidak tahu apa-apa. Hal itu membuat Andre curiga padanya dan akhirnya terjadi kejar-kejaran di dalam bar.


***


Sementara itu, di markas organisasi Prime Syndicate, terlihat beberapa anggota berkumpul di ruang tamu. Ada Thea, Michael, El Joque Bersaudara, Riki, dan Adinda. Tak lama, datang si ketua bersama dengan pria berjubah bertubuh kecil. Diketahui, dia lah orang yang mengirim Totem Veidro itu yang membuat Andre hilang kendali.


Riki berkata, "Wah, jarang-jarang Ketua berkumpul di sini, haha …."


"Seperti biasa kau tak punya sopan santun padaku, Riki," ucap si ketua.


"Hey, Ketua. Apa kami harus bergerak untuk menghabisi mereka?" tanya Matias.


"Kami masih belum puas, Ketua!" sambung Alejandro.


Si ketua pun memerintah El Joque lagi untuk membuat kerusuhan di kota Lariza. Sebelum mereka beraksi, si ketua perlu mereka berdua pergi bersama si pria misterius bertubuh kecil di sampingnya. Pria itu pun memperlihatkan wujud aslinya.


"Bocah itu, ya … sikap sombongnya bikin aku muak!" batin Thea.


"Wah … ada si paling elite, nih!" Riki mulai meledek. "Yah, setidaknya dia masih bisa diandalkan … daripada dua orang bodoh yang di sana itu, haha."


"APA KAU BILANG?!" kesal Michael.


Thea menghentikan Michael lagi. Si ketua pun menegaskan untuk tetap mendesak para ancaman mereka semua, yaitu Rheina dan rekan-rekannya. El Joque Bersaudara bersama dengan si pria pendek itu pun bergerak atas rencana si ketua.


***


Rheina dan yang lainnya telah selesai makan siang. Mereka meninggalkan bar, kecuali Andre yang belum menghabiskan makanannya. Karena ditinggal, dia cepat-cepat menghabiskan makanannya sampai salah minum lagi.


Di pusat kota, Rheina dan yang lainnya berencana untuk kembali ke markas. Namun, Rheina berubah pikiran. Dia ingin bertemu dengan Princess Lira di istana. Mereka semua pun mengikutinya. Andre pun datang mengejar mereka berempat. Tapi, Andi menyuruh Rheina dan lainnya berlari. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung.


"Woy … jangan lari kalian …!" Andre berlari sampai napasnya tersengal-sengal.


Tak lama, Rheina dan yang lainnya pun berhenti berlari setelah melihat suasana kacau di depan mereka. Andre terus berlari ke arah mereka, kemudian terhenti dengan dipukul wajahnya oleh Zihan.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" kata Zihan terheran-heran.


Tiba-tiba, muncul Veidro berbentuk boneka tanah liat yang disebut sebagai 'Claydoll Veidro'. Mereka semua dibuat kaget setelah melihat kemunculan Veidro tersebut. Setelah Veidro itu muncul, kemudian datang El Joque Bersaudara bersama dengan si pria bertubuh pendek. Andre bangkit dan melihat kondisi di depannya. Mereka berlima mewaspadai kedatangan mereka.


"KALIAN LAGI?!" geram Andi. "TAK ADA JERANYA, YA!"


Zihan turut kesal saat melihat mereka, "Matias …"


"Alejandro!" sambung Andre.


Matias dan Alejandro meledek dengan menyebut mereka berlima sebagai serangga penghalang. Mereka berdua ingin membalas apa yang terjadi sewaktu di luar angkasa. Tak lama kemudian, Matias dan Alejandro memperlihatkan pria bertubuh pendek itu.


"Beraninya kau bersikap lantang seperti itu, orang rendahan …," hina si pria itu.


"Hah? orang rendahan katamu?!" kesal Rozza. "Kau ini siapa?!"


Si pria mulai memperkenalkan diri dengan angkuh, "Hadirilah! Di sini aku berdiri di depan para sampah dan kuperkenalkan kalian dengan nama suci ini … Hannibal Dezze Rance!"


Rheina beranggapan bahwa nama itu seperti nama bangsawan asal Fienest. Pria bernama Hannibal itu ternyata seorang pengendali boneka yang dapat mengendalikan apapun yang dia sentuh dengan tali mistis sebagai senjatanya.



"Tunggu! Kau … kau …!" Andre menyadari sesuatu. "Pria yang bikin aku kesurupan maung waktu itu kau, kan?!"


"HAHAHAHAHA … ternyata kau masih ingat, ya …," gelak Hannibal.


"Jadi kau dalangnya, ya?!" Zihan memanahi si Hannibal, namun dicegah oleh Claydoll Veidro.


Hannibal membentak, "Main serang saja, ya … dasar rendahan!"


Claydoll yang dikendalikan oleh Hannibal maju menyerang Rheina dan yang lainnya. El Joque Bersaudara turut ikut melawan. Rheina, Zihan, serta Rozza berhadapan dengan El Joque Bersaudara, sedangkan Andi dengan Andre melawan Claydoll Veidro.


Pertarungan di tengah kota membuat mereka berlima kesulitan melawan anggota Prime Syndicate itu. Banyak para warga di sekitar mereka. Ada anak kecil yang sedang menangis di tengah-tengah pertarungan itu. Claydoll Veidro menghampiri anak kecil itu.


Andre melihatnya, lalu berteriak, "AWAS!"


Andre melindungi anak itu, namun Veidro itu menyerang punggungnya. Anak kecil itu pun kembali ke ibunya. Andre yang diserang secara mendadak pun bangkit. Dia bertekad, "SIALAN … KAU HARUS MEMBAYAR INI!"


Andre melempari batu ke arah Claydoll Veidro. Andi turut membantu dengan menebas Veidro itu. Rozza melihat Claydoll Veidro itu dikendalikan oleh si Hannibal. Melihat hal itu, Rozza menembakinya dua kali sampai dibuat lengah. Itu adalah kesempatan Andre untuk mengakhiri pertarungan.


"ANDRE … SEKARANG!" teriak Rozza.


Andre meminta Andi untuk menggunakan bahunya agar bisa melompat tinggi mengarah ke Hannibal. Andi bersedia dan Andre pun melompati bahunya. Saat berada di udara, Andre malah berbalik badan, lalu menunjukkan bokongnya ke arah Hannibal yang sedang lengah.


GEDEBUK!


Andre mendarat tepat di muka Hannibal dan segera mengentuti si Hannibal. "Makan nih!"


Rheina dan semua orang di sekitarnya tertawa melihat momen itu. Hannibal merasa harga dirinya diinjak-injak hanya karena dikentuti oleh Andre. Saat di bar tadi, Andre melakukan 'mukbang' atau disebut dengan makan besar. Itu menguntungkannya lantaran dari tadi dia kebelet buang angin.


"HANNIBAL …!" teriak El Joque Bersaudara.


Matias dan Alejandro hendak menghampiri Andre. Tak lama kemudian, dia mengelak sehingga membuat mereka berdua menabrak satu sama lain. Itu membuat suasana malah menjadi bertambah jenaka.


Hannibal sangat murka dirinya dipermalukan di depan khalayak. "BERANINYA MAKHLUK RENDAHAN MACAM KAU …!"


"Kita mundur!" El Joque Bersaudara membawa Hannibal untuk kabur, sedangkan Claydoll Veidro ditinggalkan mereka.


Andre menyuruh yang lainnya untuk menggabungkan senjata mereka. Mixture Arsenal pun siap digunakan. Kali ini, Rheina menggunakan elemen angin dengan memasuki Magic Conductor berwarna hijau pada senjata.


Mereka berlima berteriak kompak, "TEMBAKAN GANDA … TWIN HURRICANE."


Dengan tembakan angin badai, Claydoll berhasil dikalahkan. Veidro itu hancur berkeping-keping dan lenyap seketika. Keberhasilan mereka berlima melawan monster Veidro disambut dengan tepuk tangan meriah dari para warga yang menyaksikan mereka.


Andre berseru, "YEAH, BABY! AKU DI SINI BINTANGNYA!"


Tak lama kemudian, Andre sakit perut ingin buang air besar dan kentut lagi. Rheina dan yang lainnya pun menjauh sebab bau sekali. Karena tidak tahan, Dia mendadak panik berlarian ingin mencari toilet, sehingga tidak sadar ada kakek-kakek mengendarai sepeda di depannya. Dia tidak sengaja menabraknya sampai membuat kakek-kakek itu tercebur ke air mancur.


"EH … KAKEK! MAAFKAN AKU, HADUH!" teriak Andre kepanikan. "AKU TAK SENGAJA!"


Semuanya tertawa geli melihat adegan tersebut. Rheina pun hendak menolong kakek-kakek yang tercebur itu, sedangkan Andre masih berlari mencari toilet.