Rafael Bimasakti

Rafael Bimasakti
Menyelesaikan semuanya



"Rafael kau hebat!bagaimana kau melakukan semua itu!"


"Bukan hanya aku!tapi Saturnus, Mars, Bumi dan kalian!kita semua benar-benar telah berhasil melindungi galaksi dari ancaman berbahaya makhluk mengerikan itu!"


"Kau benar Rafa, tapi gerbang itu...."


"Apa masih terbuka?"tanya Neptunus.


Leo mengangguk membuat mereka diam dalam pemikiran masing-masing.


Hingga...


"Teman-teman lihat!"teriak Gita mengejutkan mereka semua tapi bukan hal itu yang membuat mereka terkejut melainkan sesuatu yang datang dari langit dengan kecepatan tinggi.


"Cahaya apa itu?tidak mungkin kan meteor!"tanya Venus.


"Tidak itu bukan benda langit biasa."jawab Jupiters.


Jika dari bumi kita bisa melihat langit malam yang penuh bertabur bintang maka berbeda dengan situasi sekaligus pemandangan galaksi, di mana terdapat keindahan sekaligus kengerian.


Keindahannya dari warna-warna unik Aurora dan tatanan planet dalam tata surya yang menghias galaksi sementara kengerian nya adalah tabrakan meteor atau asteroid yang tiba-tiba jatuh hingga membuat kecelakaan kecil yang bisa berakibat fatal.


Ada pepatah di balik kemewahan itu adalah kehampaan maksudnya ketika kau melihat seseorang hanya kesempurnaan namun suatu saat kau akan mengetahui setitik kehancuran orang itu di balik topeng sebenarnya.


Ada kala orang berada dalam titik rendah berjuang untuk melawan ada juga orang berada di titik atas berjuang untuk bertahan.


"Jangan-jangan itu guide star?"gumam Rafael masih di dengar oleh mereka, entah kenapa hal itu membuat mereka sangat gugup jika saat ini guide star benar-benar menunjukkan dirinya dan bertemu dengan mereka.


Di sisi lain Leo merasa perubahan tentang kondisi galaksi berubah sangat pesat di mana waktu ia bertemu Rafael dan galaksi yang masih hidup sekarang ia di hadapkan sebuah kekuatan yang mungkin lebih besar dan tinggi dari pada mereka.


Bahkan tahta Ophiuchus saja tidak akan menyaingi posisi guide star karna walau kekuatan pemimpin mereka sama-sama sebanding akan tetapi kedua pihak itu tak pernah bersinggungan alias memilih jalan masing-masing tanpa ikut campur.


Itu artinya jika guide star meminta sesuatu pada Rafael maka Leo sebagai klan zodiak tidak boleh ikut campur karna ini urusan dari pemimpin bintang antar galaksi.


Apa yang di rencanakan oleh para bintang pada takdir Bimasakti sebenarnya?


Ramalan Komet...


Itu benar-benar terjadi.


"Leo..."


Komet memanggil nama pemuda itu membuat Leo tersadar dari lamunannya.


Dia menatap ke arah pemuda bersurai putih itu dan seolah mengerti dengan kegelisahan karna bagaimanapun Leo adalah sepupu Rafael, Komet paham ia mengatakan bahwa dalam ramalan itu semua akan baik-baik Rafa. Ia berharap kemunculan tiba-tiba guide star itu membawa sesuatu yang baik untuk Rafael.


Jalan kesuksesan memang sangat sulit di capai tapi selama kamu melakukan hal hal kecil yang mau berusaha terbaik untuk masa depan maka tanpa kamu sadari hasil dari apa yang kau tuai menghampiri mu.


Kembali lagi ke cerita...


Benda yang melesat itu kini berada di depan mereka, benda itu ternyata adalah sosok yang dekat dengan para bintang.


Ya siapa lagi kalau bukan guide star, pemimpin bintang itu sendiri berpenampilan biasa seperti wanita pada umumnya namun yang membedakan atau ciri khas seorang pemimpin adalah warna matanya yang berwarna keemasan dan tanda bintang yang terlihat jelas di keningnya.


Seperti kristal di kening Ophiuchus, kristal itu akan bercahaya setiap kali sang pemimpin mengeluarkan kekuatannya.


Entah tanpa sadar atau sadar melihat kedatangan guide star membuat orang-orang di sekitarnya menunduk hormat sebagai rasa patuh kepada pemimpin.


Aura seorang pemimpin memang tak pernah main-main segala sikap tegas dan kebijaksanaan memang memiliki tujuan, sebuah alasan tak akan mengkhianati karna sebuah sumpah, janji seorang pemimpin adalah membuat seseorang tak pernah kecewa padanya maka dari itu tugas seorang pemimpin atau beban tanggung jawab yang di pikulnya sangat berat.


Seseorang yang menduduki guide star juga bukan hal mudah, tidak masalah dia pria atau perempuan namun semua hal itu harus menjadi ketetapannya bahwa ialah yang mampu.


Jika di gambarkan saat ini guide star sekarang adalah seorang wanita yang masih awet muda maka kalau dalam dongeng manusia akan menyebutnya sebagai Dewi karna kecantikan.


Maka sang pencipta sangat adil.


"Hormat kami pemimpin para bintang."ucap Leo yang pertama kali bersuara.


"Ku dengar di sini ada pemuda keturunan Bimasakti siapa dia?"tanyanya karna bagaimana seorang guide star sangat tertutup dengan indentitas karna suatu alasan.


"Jadi maksud kedatangan anda?"


"Aku ingin bertemu dengan pemuda itu."


"Namaku Rafael Bimasakti."


"Oh jadi itu kau...sebagai seorang Bimasakti kau ternyata masih sangat muda anakku, tapi kita tak punya banyak waktu untuk berbincang.


Kita harus menutup gerbang kegelapan itu selamanya."


"Bisa aku bertanya sesuatu."


"Ya silakan, sepertinya kau dari klan sihir apa aku benar?"


"Kau benar, tapi kita harus menyegelnya lagi kenapa kau tidak menghancurkan makhluk kegelapan karna bukankah jika kita menghancurkan akar permasalahan para bintang dan seisi galaksi akan aman?"


Guide star itu terdiam mendengar pertanyaan Komet.


Lalu ia tersenyum sangat cantik.


"Sifat kita seperti hati nurani manusia walau mereka selalu mengusik kita tapi mereka juga berada di tempat yang sama, galaksi adalah tempat tinggal para bintang begitu juga klan dark zodiak."


"Tapi mereka musuh kita."


Rafael yang mendengar ucapan guide star itu mengerti, dia memahami perasaan yang sama.


"Venus kita tak bisa menghancurkan mereka karna mereka bagian dari galaksi, jika tidak ada zathura maka para ilmuwan yang meneliti galaksi juga merasa binggung atau heran, kita tak bisa membuat manusia di bumi panik melihat itu.


Yang harus kulakukan adalah menyegelnya sangat kuat hingga mereka tak berani lagi mengusik hidup para bintang."


Guide star tersenyum mendengar ucapan bijak Bimasakti, dia jadi teringat akan seseorang yang dulu berkorban demi menyelamatkan nyawa cucunya.


"Ayo kita lakukan!"


Sesuai arahan dari guide star mereka semua berkumpul membentuk lingkaran dan Rafael berdiri-berdiri di tengah mereka.


Mereka semua mengumpulkan kekuatan mereka menjadi satu dan mengarahkan cahaya bintang mereka pada Rafael, perlahan cahaya bintang itu makin besar.


Guide star yang melihat Rafael tampak kesusahan menahan kekuatan teman-temannya pun ikut membantu dan mereka mengarahkan cahaya itu ke dalam lubang hitam zathura membuat pusaran itu bercahaya hingga akhirnya gerbang itu tertutup rapat kembali.


"HOREE KITA BERHASIL!"Teriak Venus dan Merkurius yang kagum melihat kekuatan sebesar itu.


Rafael hanya tersenyum dan menjempolkan jarinya kearah teman-temannya.


"Kau baik-baik saja kan?"tanya Jupiters sambil merangkul pundak temannya itu yang terlihat lemas.


Rafael mengangguk pelan.


"Akhirnya kita menyelesaikan semuanya...."


...


TAMAT!