Rafael Bimasakti

Rafael Bimasakti
Persahabatan sejati



I consider you as a friend. I thought 'friend' was just a word. Nothing less, nothing more. But after meeting you, I realized that what's important is the meaning in it.


Friendship does not need friends who can accompany us from the beginning, but friends who can accompany us to the end.


I don't need friends who change when I change and who nod when I nod; i imagine could do that better.


Aku menganggapmu sebagai teman. Kukira dulu 'teman' hanyalah sebuah kata. Tidak kurang, tidak lebih. Tapi setelah bertemu denganmu, aku sadar bahwa yang penting adalah makna di dalamnya.


Persahabatan tidak butuh sahabat yang bisa mendampingi dari awal, tapi sahabat yang bisa mendampingi kita sampai akhir.


Aku tidak membutuhkan teman yang berubah ketika aku berubah dan yang mengangguk ketika aku mengangguk; bayanganku bisa melakukan itu lebih baik.


...


Di sekolah.


"Pagi Rafa!"


Saturnus menyapanya.


"Pagi juga Saturnus!"balas anak itu sambil merangkul pundak temannya.


"Bagaimana liburanmu?"tanya Saturnus.


Rafael menggelengkan kepala seolah dia tak melakukan apa-apa saat liburan.


"Sedikit membosankan tanpa kalian."ucap Rafael membuat Saturnus tersentuh mendengarnya.


Ya walaupun mereka baru kenal beberapa hari tapi banyak yang melihat kalau mereka sangat dekat hingga banyak menyebut Saturnus adalah teman kecil Rafael yang pindah kesekolah padahal kenyataan tidak.


"Rafael!"


Seseorang memanggil namanya dari belakang saat dia berjalan bersama Saturnus di koridor.


Ternyata itu Jupiter.


"Piter!"


Pemuda tinggi itu mendekati Rafa lalu mengusak rambut yang lebih muda.


"Apa kau datang pagi-pagi sekali?"tanya Jupiter.


"Tidak, aku barusan sampai."


Rafa lalu teringat akan pesan Leo.


"Nanti pulang sekolah jangan lupa kalian ke rumahku, oh ya ajak yang lain juga."ucap Rafael.


"Kenapa?"tanya Saturnus penasaran.


"Aku tidak tau, tapi apa kalian tau planet zodiak?kata bang Leo dia akan mengajak Rafa jalan-jalan kesana."ucap Rafa membuat kedua temannya sedikit terkejut.


"Apa kau serius?bukankah itu planet tersembunyi para petinggi bintang?bagaiman kau bisa menemukan planet itu?"


Pertanyaan Saturnus lagi-lagi membuat Rafael binggung.


Ayolah dia itu tidak pintar seperti Saturnus kenapa memberinya pertanyaan yang sulit.


"Aku tidak tau."


"Hanya ada satu cara untuk kesana, yaitu tanda bintang zodiak yang ada di tangannya, jika ada salah satu di antara kita memiliki tanda itu maka kita bisa semua bisa masuk dengannya."ucap Jupiters.


"Aku jadi penasaran dengan planet itu, bukankah bang Leo adalah salah atau pemilik zodiak bernama Leo kan?


Dia pasti bisa masuk dengan mudah tapi kenapa dia juga ingin membawa Rafael kesana?wah aku juga ingin ikut."


Rafa tanpa sadar memiringkan kepalanya untuk berpikir.


"Mungkin aku juga bisa mengajak kalian semua, bukankah ras bintang boleh masuk?"ucap Rafa.


Aku pernah melihat tanda itu di pergelangan tangannya."


"Hei sudah hampir bel, kita lanjutkan saja nanti."ucap Jupiters.


...


Tak terasa bel istirahat berbunyi, Rafa dan teman-temannya memutuskan untuk pergi ke rooftop sekolah.


"Yak jangan ambil makananku!beli sendiri Uranus!"ucap Venus yang tak terima cemilannya hampir habis karna Uranus tak henti mencomot dan memakannya.


"Aku hanya minta dikit pelit sekali."


"Itu banyak tau!"


Rafael terkekeh melihat tingkah kedua temannya itu, di rooftop ada dua sofa yang tak terpakai.


Satu sofa panjang di duduki Saturnus, Jupiters, Uranus, dan sofa kedua di duduki oleh Mars, Venus dan dirinya.


Sedangkan kelompok Bumi, Neptunus dan Merkurius karna ketiga orang tsb beda kelas jadi mereka tak bertemu entah kemana ketiga temannya itu.


"Kalian tau, aku merasa nyaman di dekat kalian."ucap Saturnus tiba-tiba bicara.


Mars yang dari tadi diam membuka suaranya..


"Ini aneh, benar-benar kejadian aneh yang sayangnya terjadi padaku dan kalian, terutama kau Rafael kau membawa kejutan besar bagi kami.


Aku tau bahwa label teman bisa di tempel pada siapapun akan tetapi saat kita menemukan seseorang ' kamu juga?dan ternyata kita cocok!'


Itu adalah teman sebenarnya.


Tidak peduli kata teman atau sahabat, kesetiaan hanya mampu di miliki seseorang yang bertanggung jawab dan menepati janjinya.


Persahabatan sejati itu....rasanya sulit di percaya dan jelaskan, namun kini aku benar-benar telah menemukan tujuan hidupku sekarang."ucap Mars.


Petuah bijak itu membuat mereka saling berpandangan dan menyelami pemikiran, mereka juga tak menyangka bahwa ada hal luar biasa dalam setiap kehidupan, dan kehidupan baru itu di lahirkan dari sahabatmu.


"Kebersamaan kita tak akan pernah pudar bahkan meski harus berpisah, berjanji lah bahwa saat lulus nanti kita akan memilih sekolah yang sama pula atau ketempat lain yang lebih hebat untuk menciptakan petulangan dan pengalaman yang hebat pula."ucap Venus.


"Ya kau benar, walaupun aku orang yang friendly terhadap orang lain tapi aku orang yang tak pernah lupa terhadap siapa dan sahabat lamaku."ucap Uranus.


"Aku pernah merasakan perasaan yang sama ini dulu, dan saat ini terasa dejavu.


Rafael aku telah berjanji pada kakakmu untuk menjagamu dan mungkin sekarang sampai seterusnya akan seperti itu."ucap Jupiter.


"Teman-teman, justru akulah orang yang paling beruntung memiliki kalian semua!ya ucapan kalian benar mulai sekarang kita akan selalu bersama dan menciptakan pertulangan lebih hebat lagi, tanpa kalian aku bukanlah apa-apa dan hidupku hanya monoton, tapi kalian datang dan memberiku warna, semua warna yang kubutuhkan di saat ingin mewarnai kehidupanku yang putih dan hitam."ucap Rafael.


Mereka semua lalu tertawa kecil, entah kenapa hari ini sebuah kejujuran membawa suasana lebih dekat tanpa ada rasa canggung sekali pun, karna masing-masing dari mereka telah mengungkap isi hati kecil mereka.


...


Tell your best friend, I can't promise I can solve your problem but I will promise we will always face it together.


Katakan pada sahabatmu, aku tak bisa berjanji bisa mengatasi masalahmu namun akan kujanjikan kita akan selalu menghadapi masalah itu bersama.


Masalah terkadang memang tak bisa di selesaikan, ya tidak setiap seseorang bisa membereskan masalah hidupnya seorang diri ketika ia ceroboh meletakan barang atau menjatuhkan barang.


Kau membutuhkan manusia lain untuk membantumu.


...


Colourway


Lagu Novo Amor


(This song really relaxes my mind, sometimes when I'm depressed I always play a song to vent my feelings. Music is like half of my life, if I don't listen to music for one day, my life becomes discouraged. My happiness is just a simple thing, namely listening to music. yes I like .... really like music.)