Rafael Bimasakti

Rafael Bimasakti
Perlawanan



Makhluk dark star akan memiliki perbedaan besar jika menunjukkan wujud aslinya di banding ketika mereka menyamar untuk mengelabui bintang menjadi teman dalam selimut.


Wujud mereka sama seperti manusia tapi mereka tak memiliki kedua mata atau hidung.


Mulut mereka lebar dan gigi yang tajam seperti hiu.


Jika author tunjukkan gambarnya pasti mengerikan jadi author hanya menjelaskan secara detail dan rinci.


Singkatnya mereka seperti makhluk aneh atau gambaran manusia yang tak jadi.


Dan mereka menghisap kekuatan bintang dengan mengigit leher makhluk bintang hingga korbannya mati karna kehabisan semua daya energi dalam tubuhnya.


Mengerikan sekali bukan?


...


Suasana luar angkasa kini begitu menegangkan karna pertarungan dari bintang dan musuh bintang yang saling menyerang hingga pertarungan tak dapat di hindarkan lagi.


Rafael melihat kearah Komet di mana pemuda bersurai putih itu terus memperhatikan musuh dari jarak jauh rupanya ucapan Venus benar kalau pemuda klan sihir kelemahan mereka adalah melawan musuh dari dekat.


Hingga pandangan Rafael terhenti saat salah satu musuh mencoba menyerangnya Jupiter dari belakang untungnya ia mempunyai kekuatan teleportasi dan kini dia berpindah di belakang monster itu dan mengeluarkan kekuatan api yang sama seperti bumi.


Wushh!!!


Tangan Rafael menembus perut musuh itu hingga membuat lubang gelap yang cukup besar, sementara itu Jupiters yang menyadari keberadaan seseorang berbalik dan sedikit terkejut dengan aksi Rafael yang berhasil mengalahkan musuh bebuyutan mereka dengan satu serangan walau ia juga berhasil mengalahkan beberapa dari mereka.


Karna klan dark star zodiak dalam wujud asli mudah untuk di kalahkan karna kekuatan mereka yang lemah, berbeda jika mereka berhasil menyerap kekuatan bintang dan menyamar.


Mereka akan jauh lebih kuat hingga kekuatannya sebanding dengan bintang pemilik asli kekuatan.


"Rafael..."


"Jangan lengah Piter, aku lihat setiap kali kita mengalahkan mereka, mereka semakin banyak dan tidak ada habisnya apa ini...kekuatan mereka sebenarnya?"tanya Rafael.


"Mereka memang bisa memecah diri menjadi banyak seperti parasit untuk mencegahnya kita harus menghancurkan inti gelap dalam tubuh mereka, Saturnus sudah menemukannya kita harus incar hati mereka Rafa."


"Baiklah akan ku lakukan."


"Rafael!"Jupiters ingin mengatakan sesuatu hingga membuat pemuda bermata grey itu kembali menoleh kearahnya.


"Ada apa?"


"Apa kau ingin pergi ketempat itu?untuk menutup gerbangnya?"tanya Jupiters tiba-tiba.


"Piter, bukankah ini tugas...."


"Hei kalian berdua!"


Ucapan Rafa terpotong saat mendengar teriakan Uranus dan pemuda bersurai coklat itu rupanya berlari menghampiri mereka berdua.


"Gawat!"


"Apa yang gawat?!"tanya Rafael dan Jupiters bersamaan karna melihat Uranus panik.


"Ini gawat!aku tak kehabisan peluru shotgun!"ucapnya membuat kedua temannya menatap datar kearahnya.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu?"tanya Uranus binggung.


Rafael menghela napas panjang.


"Apa maksudnya kau berteriak pada kami huh?shotgun luar angkasa memang tak pernah kehabisan peluru karna senjata itu mengunakan kekuatan dari kegesitan tangan kita."ucap Jupiters menjelaskan.


Dia jadi ingin menukar temannya atau kalau ada planet yang menjual otak robot maka dengan senang hati dia akan membelikannya untuk Uranus.


"Ya kan aku tidak tau karna tak pernah mengunakan senjata itu di bulan."ucap Uranus canggung sambil mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Sahabat memang susah di tebak, kapan dan bagaimana bertemu, ketika seseorang mempunyai suatu kesamaan maka ia saling memandang dan tersenyum entah kenapa, berbeda bertemu orang lain tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja lalu berjalan melewatinya sedangkan sahabat tak akan pernah melewatimu justru ia berjalan di sampingmu.


"Awas!"


Uranus mengeluarkan kekuatan cahayanya hingga membuat makhluk yang menjadi musuh zodiak yang ingin mendekati mereka melebur menjadi serpihan debu.


"Wow itu luar biasa, seperti laser!"puji Rafael.


"Ya setidaknya aku tidak bersusah payah membuang tenagaku untuk menghajar mereka."ucap Uranus sambil menyugar rambutnya kebelakang supaya terlihat keren, tapi Jupiters malah memutar bola matanya malas karna jengah dengan sikap temannya yang narsis ini.


"Lihatlah Bumi tampaknya tidak kesulitan saat menghajar mereka."


"Itu karna dia mempunyai otot besar dan kuat!"dengus Uranus mendengar ucapan Rafael.


"Jadi kau tak punya otot?"


Entah mengejek atau menyindir karna dua hal itu sama, Uranus jadi tersinggung dan sedikit kesal sedangkan kedua temannya itu bertos ria seolah berhasil mengatainya.


"Bagaimana dia ingin menjadi pangeran yang sempurna kalau bangun pagi untuk di ajak ke gym saja masih membutuhkan waktu 30 menit lamanya."celutuk Saturnus dari arah belakang mereka sambil melawan musuh.


"Hei aku ni punya otot tau!"


"Hah?mana buktinya?lenganmu besar karna lemak."


"Yakk Saturnus kenapa kau tak membelaku sih!"


"TEMAN-TEMAN!"


Teriakan Neptunus berhasil menghentikan perdebatan mereka.


Mereka semua terkejut karna suasana yang menegangkan tadi berubah menjadi hening dan senyap.


Para makhluk itu habis tak tersisa dan sebagian pergi entah kemana.


"Kemana mereka?kenapa mereka semua menghilang!?"


"Waspada bisa jadi ini hanya tipuan untuk menjebak kita."ucap Leo memberikan peringatan, karna dia sendiri pernah mendengar sebuah cerita yang ia dengar dari team zodiak yang pernah mencoba pergi ke dalam perbatasan untuk menjaga makhluk gelap yang keluar dari gerbang.


Akan tetapi para makhluk itu sangatlah licik, mereka bisa kapanpun menyerang saat pertahanan kuat lawan lengah dan mereka juga akan membuat hancur lawan sampai bintang gugur karna kehilangan kekuatannya.


"Jaga stamina kalian dan tetap waspada, kalian bisa fokus untuk melawan tapi jangan lupakan untuk melindungi diri sendiri saat melindungi orang lain juga."ucap Komet.


"Apa ini sudah berakhir?"tanya Mars yang akhirnya bersuara setelah sedari tadi diam.


"Tidak ini baru permulaan!"ucap Merkurius melihat sesuatu di atas langit dan mereka semua mendongakkan kepalanya keatas untuk melihat langit Galaksi yang tiba-tiba di atas mereka muncul pusaran berwarna hitam gelap membentuk lingkaran besar.


"Mereka mengirim musuh dalam jumlah besar, tidak ada cari lain selain bertahan atau menutup gerbangnya sekarang!"


"Tapi bukankah Ophiuchus belum memerintahkan Rafael?"tanya Gita.


Leo menatap kearah adiknya itu.


"Tidak ada jalan keluar karna bantuan dari Ophiuchus belum sampai, terlebih para team lain juga belum sembuh total entah kapan kita bisa bertahan menahan serangan musuh."


Mereka semua terdiam mendengar ucapan benar Leo, situasi mendesak ini juga sangat mustahil bagi mereka untuk menyerang klan dark zodiak.


"Aku punya ide!"ucap Rafael tiba-tiba.


"Apa idemu?"tanya Mars.


"Bawa aku masuk ke dalam sana!"tunjuk Rafael ke atas.