Rafael Bimasakti

Rafael Bimasakti
Sebuah rencana



Japil deut japiji anneun singiru gata neon


Woo woo woo woo woo woo


wol hwa su mok geum to il ne saenggage nan michyeoga


I’m addicted to your love


I’m on fire


bulbuteun i gamjeong meomchul sun eopseo


gipge ppajyeo


cheoncheonhi ne ane jamgigo sipeo


igeon jungdogiya


I just can’t get enough


nan neoreul hyanghae divin’ jeonbu orin


heeonal su eomneun kkeullim


You’re the one gidaryeowasseo


barabolsurok areumdawo


You’re the sun garil su eopseo


du nuni meoreodo


neoegero jikjin


Kamu seperti fatamorgana yang hampir dalam genggamanku


Woo woo woo woo woo


Aku jadi gila setiap hari memikirkanmu


Aku kecanduan cintamu


aku terbakar


Aku tidak bisa menghentikan hati yang terbakar ini


Jauh ke dalamnya


Aku ingin perlahan jatuh ke dalam dirimu


Ini kecanduan


Saya tidak bisa mendapatkan cukup


Saya divin' dan semua untuk Anda


Saya tidak bisa keluar dari atraksi ini


Kamu yang selama ini aku tunggu


Semakin aku melihatmu, semakin cantik kamu


Kamu adalah matahari, jadi aku tidak bisa menyembunyikanmu


Bahkan jika aku kehilangan penglihatanku


Langsung ke kamu


...


Keesokan harinya.


"Nenek!"


"Ya sayang?"


"Aku ingin tambah kuenya,enak!"kulihat nenek mulai menyendokkan kue itu lagi ke mulut ku yang sudah penuh dan membuat pipi ku mengembung mirip bakpao.


"Masih menunggu temanmu itu?"tanya nenek sambil menyuapi ku kue buatannya.


Aku hanya mengangguk menanggapi ucapan nenek.


Nenek Rafa itu sudah sembuh dan mengunjungi cucu kesayangan ini, lihatlah sekarang anak Bimasakti itu tengah menikmati kue buatan neneknya.


"Apa temanmu tidak sibuk sayang?"tanya nenek lagi.


"Katanya dia tidak sibuk hari ini nenek, jadi Rafa menyuruhnya kesini, huff! dia lama sekali..."jawab ku lalu memainkan syal buatan nenek yang di lilit di leherku.


Sementara nenek hanya tersenyum mendengar ucapanku yang setengah merajuk.


"Tunggu sebentar ya sayang,nenek mau membuat susu hangat untukmu."


Kulihat nenek lalu pergi kearah dapur setelah mengecup keningku.


Seperti biasa hari minggu nenek Rafa itu akan berkunjung kerumah Rafael, karna kedua orang tua anak itu mempunyai urusan pekerjaannya dan terpaksa meninggalkan putranya sendirian lagi dirumah, jadi sang nenek menemani sang cucu yang masih berdiri mengenakan tongkatnya.


Kalo Rafa ke ingatan mommy jadi makin kangen pelukan mommy deh padahal baru aja di tinggal sebentar poor Rafa.😤


Ting tong


"Bibi bukain pintunya itu teman Rafa!"teriakku saat mendengar bell depan berbunyi.


Gunanya ada maid kan patuh sama anak majikan ye kan.😎


Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat.


"Hei Raf, udah sembuh kakinya?"Jupiter datang dengan balutan jaket yang cukup tebal mengingat cuaca diluar memang sangat dingin, tak lupa dengan sebungkus oleh-oleh ditangannya persis yang dilakukan Bumi ketika menjenguk ku.


Aku lalu menoleh kearahnya sedangkan tv di depan ku masih menyala menyiarkan film kartun angrybird kesukaanku.


"Hehehe..iya udah sembuh, Piter kedinginan ngak diluar tadi?"tanyaku karna melihat wajahnya sedikit memucat.


"Lumayan, memang lagi musim dingin Raf jadi jangan coba-coba keluar tanpa jaket."nasehatnya.


"Ishh iya, Piter buka jaketnya dulu terus duduk di samping Rafa jangan berdiri terus dong."


"Kamu sih telat bilangnya."


"Rafa kan lupa."


Nah kan, kebiasaan Rafael yang bikin Jupiter cerewet kalo ketemu dengannya.😆


Setelah meletakan bungkusan itu di atas meja, Jupiter lalu duduk disampingku sambil mengelus kepalaku. Aku sih menikmati saja diam-diam aku menyerangai dan tanpa aba-aba langsung menerjang tubuh tegapnya yang pasti membuatnya terkejut dan menahan tubuhku agar tidak jatuh dari sofa.


"Astaga kalo mau meluk tu bilang-bilang Raf, nanti kalo jatuh gimana?"heran tuh Jupiter dengan tingkah ajaib temannya ini.


"Hehehe..."aku hanya menjawabnya dengan cengegesan dan membuatnya menampilkan seyuman tampannya.


Eits thor masih gantengan Rafa lohhh....


Lama aku bermain dengan Jupiter sampai mommy dan daddy pulang dan menawari Piter makan malam bersama, sebenarnya semenjak tadi aku yang terus mengoceh menceritakan hal-hal yang dilakukan Galaksi kucingku dan hal random lainnya yang mungkin membuat manusia pusing kepala tak habis pikir, Piter ngak masalah dan hanya mendengarkan saja sesekali menjawab pertanyaanku dengan singkat seputar pertanyaan bocil.


Rafa lagi aktif ya bun, maklum lagi masa pertumbuhan anak.👍


"Piter kenapa ada burung yang namanya angrybird?"tanyaku.


"Mungkin burungnya sering marah."jawab Piter singkat.


"Kenapa burung angrybird sering marah?"tanyaku lagi.


"Sudah dong sayang, udah malem besok dilanjutin pertanyaannya, Piter nginap aja ya di sini nanti tante bilangin ke ibu kamu."ucap mommy Rafa.


"Iya tan makasih, main disni tadi sore ngak taunya kelamaan sampe malam."ucap Jupiter.


"Yey....piter nginap disni!Piter tidur dikamar Rafa malem ini!terus kita main PS sampe pagi."


"Boy...waktunya tidur!jangan berbuat ulah lagi, kamu harus jaga kesehatanmu biasakan tidur awal dan jangan bergadang sampai larut malam."tegur daddy membuat aku merengut.


"Sayangnya mommy nurut kan sama daddy, nanti mata Rafa bisa rabun loh kalo bergadang malam-malam."


"Iya mommy, daddy maafin Rafa..."


"Pintarnya kesayangan mommy, yaudah kalian berdua sekarang cuci muka terus gosok gigi lalu tidur, Piter tidur di kamar Rafa."


"Iya tante, om."


"Ayo Piter ikut Rafa!kita bobo besok main lagi."


"Boy..."


"Eh lupa ucapan selamat malam buat momy sama daddy."


Chup


Chup


Chup


Aku lalu mengecup pipi satu persatu keluarga kecilku dan segera menarik tangan Jupiter kearah tangga menuju kamarku. Diam-diam Jupiter menatap punggung Rafa dengan pandangan tak dapat diartikan.


...


Writing is a need so that our brains are not filled with feces of thought. Then, write. Whether it's in notebooks, palm leaves, inscriptions, or even social media, keep writing regardless of who your work will be appreciated and how much it's worth.


Menulis adalah sebuah kebutuhan agar otak kita tidak dipenuhi oleh feses pemikiran. Maka, menulislah. Entah itu di buku tulis, daun lontar, prasasti, atau bahkan media sosial, menulislah terus tanpa peduli karyamu akan dihargai oleh siapa dan senilai berapa.


(Hm...


Otak boleh langsung buntu tapi imajinasi selama masih bisa ngalir gas aja lah, hari ini author mau up 6 bab totalnya, di karya fantasy voice udah tiga bab tinggal disini lagi kurang 2 bab, besok gantian karya satunya, seru aja gitu otak kita di buat main, menulis dan menggambar adalah dua hal kesukaan aku bisa di bilang itu hobi dari kecil.


Jadi bagi kalian yang mau menyalurkan hobi, buatlah sebuah karya! insyaallah karyamu bakal jadi pelajaran dan hiburan untuk orang lain di waktu lelah dan suntuk, smenagat semua! yo yo yo!🤣)