
Di saat momen itu Rafa ingin berhenti sejenak, sebuah pemandangan mengerikan yang orang pikirkan justru bisa sangat indah karna melihat kebersamaan yang erat.
Tidak ada kekuatan apapun yang bisa mengalahkan sebuah kelompok, dan tidak ada tembok yang roboh karna ia memilih pertahanan yang kokoh.
Semua itu bisa terjadi atau di wujudkan karna sebuah bentuk perjuangan nyata.
Keinginan tidak bisa hanya di lihat tapi harus di raih.
Di sisi lain Rafael masih menunggu jawaban dari teman-temannya dan ia mendapatkan sebuah jawaban berupa anggukan dengan wajah serius.
Sungguh jika Rafa bisa mengendalikan waktu dia akan memutar lebih awal agar bisa bertemu dengan mereka saat ia melihat sebuah kehidupan.
Kelahiran seorang anak adalah anugerah, tidak ada yang pernah tau bahwa perkataan seorang pepatah itu benar.
Sreett!
Rafael berhasil mengendalikan kekuatannya, untung mereka mendarat di sebuah dataran karna mereka melihat sekitar ada banyaknya jurang di mana dalam tanah-tanah banyak aliran lahar seperti mereka berada di dalam gunung berapi.
Kekuatan teleportasi memang cukup sulit butuh fokus yang kuat dan mengendalikannya.
"Baiklah waktunya kita berempat menaklukan tantangan ini!"
"Ya ini baru permulaannya saja!"
...
Suasana dalam pusaran itu terlihat begitu tenang akan tetapi ketegangan tak luput saat di mana keadaan dataran bergetar namun anehnya di sana tidak ada apa-apa selain mereka berempat.
Ya keempat pemuda itu sama sekali tak menemukan keberadaan makhluk kegelapan yang menjadi musuh bintang.
Saturnus menjadi sangat curiga ketika ia melihat sosok besar di balik gunung berapi yang terlihat hanya punggungnya saja, apa itu juga makhluk dari klan dark zodiak?
Jujur dia tak pernah melihat makhluk sebesar itu di galaksi.
Galaksi memang tempat terbesar selain bumi, di mana planet bumi yang hanya di huni oleh para manusia justru Galaksi adalah ruangan tanpa batas dan menampung planet-planet lain sebagai tempat hidup atau tinggal para makhluk lain selain bintang.
Seperti matahari sebagai benda langit terbesar, lingkaran dalam galaksi juga sangat luas hingga membuat aturan bagi tata letak tata Surya supaya tak terjadi tabrakan antar planet. Bahkan jika di masa depan terjadi sebuah kehancuran satu planet semua itu akan bermula kembali menjadi awal kehidupan karna sang pemilik tak pernah mati untuk menghidupkan sesuatu.
Setiap makhluk tidak ada yang abadi kecuali sang pemegang kekuasaan kehidupan seluruh makhluk.
Sementara itu, keempat pemuda yang terdiam sejenak itu kemudian bersuara memecah keheningan.
"Apa kalian juga melihatnya?"tanya Saturnus pada ketiga temannya.
Rafael dan Mars hanya menganggukkan kepalanya saja sementara bumi seperti berancang-ancang untuk bersiap menyerang mengunakan kekuatannya.
"Kita harus memasang perangkap jika makhluk itu menyadari kita dan mengejar kita."
"Perangkap?bagaimana caranya?"
"Mars bisa membuat barang apapun menjadi senjata itu artinya dia juga bisa membuat perangkap, benar kan Mars?"
"Ya sepertinya aku bisa membuat perangkap yang lebih besar."
"Sementara Mark membuatnya kita bertiga akan coba mengalihkan perhatiannya untuk mengulur waktu. Apa kau siap Rafael?"
"Aku selalu siap!"
Bruk!
Suara keras itu rupanya berasal dari sesuatu di balik gunung berapi itu, mereka melihat makhluk besar itu menggeliat dan mulai bangkit.
Seluruh tubuh makhluk itu terbuat dari batu berwarna hitam seperti bara api yang masih menyala dan warna matanya berwarna merah seperti lahar.
Melihat itu Rafael sedikit bergidik ngeri namun ia tetap berusaha tenang karna fokus yang terpecah akan membuatnya lengah atau lemah di saat bersamaan.
Makhluk seperti lupa ketika ia berada di dataran tinggi, selalu mengangkat kepalanya seolah memandang rendah yang di bawa, tapi jika sebuah kehidupan seseorang tak pernah mendapat keadilan maka takdir bisa membalikkan dalam sekejap mata, seperti kata pepatah bahwa seseorang bisa jatuh kapan saja dan dia kembali ke bawah untuk memulai semua apa yang ia sombong kan karna itulah bentuk dari buah karma.
Karna itu nyata sama seperti kau berjalan di atas kehidupan yang menyakitimu...
Maka berbuatlah kebaikan untuk memanen hal baik atau takdir indah di masa depanmu.
Kalau bukan kau yang merasakan maka bukan orang lain juga tapi keturunanmu.
Hingga suara geraman keras sedikit mengagetkan mereka saat makhluk besar itu menatap marah ke arah mereka.
"Grrrr!!!"
"Ayo lari!"kode Saturnus seolah menginterupsi mereka agar mengalihkan perhatian makhluk besar itu.
Geraman itu kembali terdengar saat keempat pemuda itu berlari ke arah berlawanan dengan terpisah sementara itu Mars diam-diam telah membuat sebuah perangkap berupa jaring besar.
"Element tanah!"ucap Bumi lalu meninju kuat tanah di bawahnya dan muncul retakan kuat di bawah kaki makhluk itu hingga membuat troll itu tak bisa bergerak karna kakinya tengelam.
"Grrrr!!!"
"Perisai cincin!"giliran Saturnus mengeluarkan kekuatannya karna tangan troll itu untuk menyerangnya.
"Pedang api!"ucap Rafael membuat pedang berapi di tangannya lalu menyerang mahkluk itu hingga salah satu tangan troll itu terbelah dan jatuh ke atas tanah.
"Bagus Rafael!"
"Tidak!tunggu..."
Mata mereka membulat saat tangan troll itu kembali menyatu dengan sendirinya, dan makhluk itu berhasil membebaskan dirinya dari perangkap tanah Bumi.
Saat tangan makhluk itu terangkat ke arah Rafael tiba-tiba sebuah jaring besar datang menyelimuti makhluk itu melihat hal itu ketiga pemuda tadi menoleh kearah Mars yang telah selesai menyiapkan perangkap dengan cepat.
"Ayo!"
"Rafael kau pergi ke kiri!Bumi kau kekanan! Mars kau di belakang dan aku di depan!"instruksi Saturnus kembali menyusun rencana untuk mereka memegang ujung jaring itu masing-masing agar makhluk itu tak lepas kembali.
Tapi troll itu masih memberontak bahkan mengamuk untuk melepaskan diri, hampir saja mereka kalah jika Rafael tak mengunakan kekuatan gravitasi pemberat di sekitar makhluk itu hingga membuat troll itu terbaring seolah ada magnet yang menariknya ke bawah untuk tetap dalam posisi itu.
"Sekarang!"
Saturnus mengeluarkan senjata peledak berupa granat yang telah di ubah Mars menjadi boom waktu.
Dan mereka memasangnya di dalam perangkap jaring itu bersama troll itu hingga...
"Menyingkir dari sana!"
Teriakan Saturnus kembali terdengar buru-buru keempat pemuda itu pergi sejauh mungkin...dan Rafael diam-diam mengunakan kekuatan teleportasi jika di butuhkan dan saat waktunya tepat dia langsung menarik teman-temannya untuk keluar dari pusaran hitam itu.
BOOM!
"Astaga apa yang terjadi!"ucap Venus menatap tak percaya ketika ia melihat keatas ada cahaya dari ledakan boom waktu buatan Mars.
Yang lain juga terkejut, mereka semua cemas karna di atas sana masih ada teman mereka hingga saat pusaran gelap itu menghilang barulah mereka melihat kalau Rafael dan ketiga pemuda itu sudah berada di bawah.
"Kami berhasil!"