
"Aqua suka warna biru,katanya warna biru warna yang cerah dan tenang di pandang kalau aku suka warna violet karna dia lebih gelap dan indah seperti warna gradasi Galaksi, kau suka warna apa Rafa?"tanya Gita.
"Aku suka warna grey."
"Hah serius?kenapa kau menyukai warna itu?kukira sang Bimasakti menyukai warna yang cerah."
Rafael tersenyum tipis, dia memandang kearah depan.
"Aku menyukai warna itu bukan tanpa alasan khusus atau karna warna kedua mataku, bagiku grey melambangkan sesuatu kelam dan masa depan yang misterius."
"Masa depan itu misteri?"tanya Gita binggung.
"Ramalan dari bang Komet itu bentuk pengorbanan besar atau kecil kan?
Masa lalu itu sejarah tak peduli kisah berharga atau kelam mu dia akan menjadi lembaran belakang yang tak pernah pudar tulisannya, akan tetapi masa depan itu misteri tidak ada ramalan yang bisa membacanya karna lembaran depan alias baru masih kosong seperti warna abu-abu.
Dan hanya kita yang bisa mengisinya dengan tinta atau warna lain."
...
Akhirnya lima belas menit mereka pergi keluar, Rafael kembali ke tempat teman-temannya.
Mungkin jika kita menyebutnya akan seperti kost an mewah karna setiap ruang mirip dengan apartemen dengan tingkatan beberapa lantai, dan tentu ruangan istirahat mereka terpisah dengan Gita dan Aqua dimana dua perempuan itu memiliki ruang khusus di sampingnya.
Dan kini Rafael sekamar dengan Venus dan Saturnus.
Namun baru melangkah masuk ke dalam kamarnya dia langsung di sambut dengan ledekan Venus yang suka sekali menjahilinya bersama Uranus.
"Wah bayi besar kita habis dating dengan pacar cantiknya."ucap Venus tanpa menoleh ke arah sang empu dan masih pura-pura duduk di sofa kecil dengan membaca buku tebal yang ia dapatkan dari Saturnus.
"Kau kira aku anak kecil huh?"sahut Rafael sambil menghela napas panjang, pemuda itu lalu melepas Hoodie putih yang di pakainya, di luar sangat dingin namun berbeda di dalam ruangannya.
Rata-rata suhu antar planet itu seperti cuaca musim hujan yang menyuruh kita terus bergulung dalam selimut dan tidur berbeda dengan bumi yang memiliki banyak musim.
"Sudahlah jangan menggodanya terus, Rafa kau tadi kemana?"tanya Saturnus penasaran.
"Menemani Gita membeli sesuatu."jawab Rafael.
"Ah aku tidak menggodanya tapi hanya menebak kalau sekarang dia menyukai seseorang, aku benar kan?"ucap Venus lagi, dia senang melihat ekspresi cemberut atau merajuk anak Bimasakti itu..
Rafael memasang wajah datar dan mengeleng.
"Aku tidak secepat itu untuk menyukai seseorang lagi pula aku hanya mengagumi nya."ucap Rafael duduk di pinggir kasur bersama Saturnus menatap kearah Venus.
"Tapi rasa kagum itu bisa menjadi suka, sama seperti benci menjadi cinta ayolah Rafael lagi pula umurmu juga legal berpacaran dengan gadis cantik."goda Venus membuat Saturnus memutar bola matanya malas jengah dengan kelakukan temannya itu yang dari dulu tak pernah berubah.
Rafael diam, dia memandang kearah etalase kaca transparan yang menjadi atap kamarnya, di mana saat kita tidur dan kepala kita menghadap atas akan memandang langsung ke arah ribuan bintang di galaksi.
"Aku tidak ingin menjalin hubungan seperti itu saat tugas penting ku belum selesai, di sisi lain kita semua memiliki tanggung jawab besar yang tak bisa di abaikan tapi koreksi jika tebakan ku salah...
Ucapan Rafael membuat mereka berdua terdiam.
Anak itu...
Mencoba tetap tegar menghadapi sesuatu besar yang jelas menjadi tantangannya, besok atau lusa seorang Bimasakti selalu menunggu hal itu bukan mencarinya untuk datang sendiri tapi masalah itu pasti akan datang untuk menghalangi kemenangannya ketika ia lengah.
Oleh karna itu sang Bimasakti harus berusaha menjadi lebih kuat untuk mencapai apa yang ia inginkan.
Harapan semua bintang berada di tangannya.
Sama seperti sosok besar atau pemimpin yang kuat melindungi seluruh rakyat nya.
"Rafael...memang kau percaya dengan ramalan bang Komet?meski aku tau ramalan klan sihir terkadang sulit di percaya atau tepat terjadi...tapi aku juga mengetahui arti di balik ramalan itu tanpa bang Komet menjelaskannya secara gamblang."
"Ramalan bukanlah sebuah kepercayaan."
Rafa memotong ucapan Venus.
Dia melirik kearah Saturnus yang dari tadi menyimaknya.
"Saturnus kau teman kita yang paling pintar, dan kau tau bahwa aku akan menyangkal ramalan buruk yang bisa saja terjadi.
Kalian sangat baik, hingga membuat sumpah dengan Bimasakti untuk membantunya dan kita telah melakukannya bersama-sama, tapi bolehkan aku egois agar kalian terus berada di sisiku dan mengingat semua tentangku?aku tau kalian teman yang akan percaya dengan perkataanku maka sekarang percayalah bahwa ucapanku ini adalah harapan yang akan menghentikan ramalan buruk itu terjadi.
Aku Rafael pemilik bintang hebat Bimasakti berjanji akan menghentikannya, ya itu aku dan tetap aku itulah takdir dan tekadku saat ini."ucap Rafael membuat keduanya tertegun.
Tiba-tiba Saturnus berbicara.
"Tentu kami akan mempercayai harapanmu karna harapanmu sama dengan kami, Rafael kau benar kau tidak akan pernah sendiri karna kami akan selalu bersamamu, di sisimu, dan saling mendukung satu sama lain untuk mencapai apa yang seharusnya para bintang dapatkan.
Bukan hanya kebebasan atau kedamaian tapi kekeluargaan dan persahabatan karna kekuatan sahabat tidak bisa di kalahkan dan tidak ada kekuatan terkuat lain yang bisa menandingi nya.
Kau mungkin di bilang kuat tapi kau mempunyai hati yang lembut, itu bukanlah kelemahanmu untuk mengasihi seseorang tetapi seseorang yang justru memandang mu akan merasa dekat dan nyaman denganmu itulah daya tarik dari kekuatanmu, dan sifatmu itu sangat luar biasa."
...
People say that what we are all looking for is the meaning of life. I don't think this is what we're really looking for. I think what we are looking for is life experience.
Obstacles can't stop you. Problems can't stop you. Other people can't stop you. Only you yourself can stop you.
Life is a journey. It doesn't matter who is in front or behind us.
Orang mengatakan bahwa apa yang kita semua cari adalah makna hidup. Saya tidak berpikir inilah yang sebenarnya kita cari. Saya pikir apa yang kita cari adalah pengalaman hidup.
Hambatan tidak bisa menghentikan kamu. Masalah tidak bisa menghentikanmu. Orang lain tidak bisa menghentikanmu. Hanya kamu sendirilah yang bisa menghentikanmu.
Hidup adalah perjalanan. Berarti tidak penting siapa yang di depan ataupun di belakang kita.