Rafael Bimasakti

Rafael Bimasakti
Sebuah tantangan



"Waspada bisa jadi ini hanya tipuan untuk menjebak kita."ucap Leo memberikan peringatan, karna dia sendiri pernah mendengar sebuah cerita yang ia dengar dari team zodiak yang pernah mencoba pergi ke dalam perbatasan untuk menjaga makhluk gelap yang keluar dari gerbang.


Akan tetapi para makhluk itu sangatlah licik, mereka bisa kapanpun menyerang saat pertahanan kuat lawan lengah dan mereka juga akan membuat hancur lawan sampai bintang gugur karna kehilangan kekuatannya.


"Jaga stamina kalian dan tetap waspada, kalian bisa fokus untuk melawan tapi jangan lupakan untuk melindungi diri sendiri saat melindungi orang lain juga."ucap Komet.


"Apa ini sudah berakhir?"tanya Mars yang akhirnya bersuara setelah sedari tadi diam.


"Tidak ini baru permulaan!"ucap Merkurius melihat sesuatu di atas langit dan mereka semua mendongakkan kepalanya keatas untuk melihat langit Galaksi yang tiba-tiba di atas mereka muncul pusaran berwarna hitam gelap membentuk lingkaran besar.


"Mereka mengirim musuh dalam jumlah besar, tidak ada cari lain selain bertahan atau menutup gerbangnya sekarang!"


"Tapi bukankah Ophiuchus belum memerintahkan Rafael?"tanya Gita.


Leo menatap kearah adiknya itu.


"Tidak ada jalan keluar karna bantuan dari Ophiuchus belum sampai, terlebih para team lain juga belum sembuh total entah kapan kita bisa bertahan menahan serangan musuh."


Mereka semua terdiam mendengar ucapan benar Leo, situasi mendesak ini juga sangat mustahil bagi mereka untuk menyerang klan dark zodiak.


"Aku punya ide!"ucap Rafael tiba-tiba.


"Apa idemu?"tanya Mars.


"Bawa aku masuk ke dalam sana!"tunjuk Rafael ke atas.


...


"Apa!kau serius!"ucap Mars mewakili yang lain.


Tentu Rafael mempunyai ide gila yang bisa berguna tetapi hal itu sangat beresiko bagi diri pemuda itu sendiri.


"Rafael pikirkan dirimu sendiri baru orang lain!"ucap Bumi.


Sedangkan Rafael hanya tersenyum tipis dia lalu berkata.


"Aku tidak sendirian selama ada kalian, aku percaya kalian sebagai rekanku maka kalian juga harus percaya dengan pendapatku."ucapan singkat Rafael membuat Bumi tertegun.


Sementara Leo menghela napas seolah ia telah mengambil keputusan atau membuat sebuah rencana baru di otaknya.


"Baiklah, Bumi dan Mars akan membawamu masuk tapi kau tidak sendiri, kau juga bersama mereka berdua dan Saturnus karna dia pandai menyusun sebuah strategi selain aku. Sementara yang lain akan mengontrol di bawah dan melindungi orang-orang Aqua, jika kalian bertiga membutuhkan bantuan kami maka gunakan telepati mu bersama Jupiters Rafa."


"Baik!"


Setelah mereka semua mengerti dengan arahan baru Leo akhirnya dua belas bintang dan planet itu lalu membentuk sebuah pertahanan baru.


Di sisi lain pusaran hitam yang menutupi sebagian galaksi kini, semakin membesar membentuk setengah lingkaran, di dalam lingkaran itu juga terlihat beberapa makhluk menyeramkan yaitu wujud asli klan dark star zodiak yang datang dan siap memangsa para bintang.


Jika di dunia perfilman yang di bumi mungkin manusia akan mengira zombie atau alien walau di galaksi itu pernah ada namanya alien mereka adalah klan ras bintang murni artinya makhluk bintang seperti mereka memang terlahir tetapi tak terbentuk sempurna, atau mereka memiliki ciri khas unik karna mempunyai kulit seperti hewan berbeda dengan makhluk spesial seperti Rafael dan teman-temannya mereka di bentuk seperti manusia tapi kelebihan spesial atau khusus mereka adalah mempunyai inti bintang yang masing-masing menyembunyikan kekuatannya.


Intinya Galaksi adalah sebuah semesta yang memiliki banyak Ras di banding bumi yang bisa kita sebut ras budaya adat sekitar, maka kita akan temui banyaknya beragam budaya di bumi.


Kembali ke cerita...


"Aku akan mengunakan kekuatan teleportasi."ucap Rafael.


"Ide bagus Rafa tapi ingatlah untuk tidak terpisah agar salah satu dari kita tetap baik-baik saja berada di dalam sana, bisa jadi di dalam sana lebih banyak musuh atau sesuatu bahaya lain yang mengancam kita."


"Aku memiliki kekuatan untuk mengubah benda menjadi senjata apapun jika kalian membutuhkan senjata maka beritahu aku!"ucap Mars.


"Itu bagus Mars, kau juga bisa mengubah aura sekitar menjadi mengerikan hingga membuat lawan waktu buat itu sebagai bahan pengalihan atau mengoceh musuh jika ada musuh yang menunggu kita di dalam sana."usul Saturnus yang mengetahui kekuatan temannya itu.


"Aku yakin kita bisa melakukan teman-teman aku juga akan mengunakan kekuatan telekinesis dan perisai cincinku untuk melindungi kalian jika musuh menyerang."lanjutnya lagi.


"Elemenku bisa menghancurkan mereka jika mereka sampai mendekati kita!"ucap Bumi.


Rafael yang mendengar kata-kata semangat teman-temannya juga bertekad untuk menang, jika semua temannya memiliki ambisi untuk menang maka ia juga tak ingin kalah.


Karna pertarungan mereka melibatkan nyawa seluruh bintang jika klan dark zodiak berhasil mengalahkan mereka, maka makhluk-makhluk kegelapan itu bisa pergi ke planet lain untuk memburu para bintang.


Dan mereka tak akan membiarkan hal itu terjadi, ada kala sesuatu yang jahat di kalahkan oleh satu lilin namun satu lilin bisa kalah kalau ada angin kencang maka dari itu seseorang perlu menyatukan semua lilin di sekelilingnya.


Artinya pahlawan bukan egois untuk menang sendiri mendapat tujuannya tapi dia berjuang bersama teman terdekatnya untuk tujuan bersama.


"Apa kalian siap?"tanya Rafael pada tiga temannya itu.


Sekilas ia juga melihat sekitarnya, di mana teman-temannya yang lain tengah bertarung dengan musuh mereka.


Di saat momen itu Rafa ingin berhenti sejenak, sebuah pemandangan mengerikan yang orang pikirkan justru bisa sangat indah karna melihat kebersamaan yang erat.


Tidak ada kekuatan apapun yang bisa mengalahkan sebuah kelompok, dan tidak ada tembok yang roboh karna ia memilih pertahanan yang kokoh.


Semua itu bisa terjadi atau di wujudkan karna sebuah bentuk perjuangan nyata.


Keinginan tidak bisa hanya di lihat tapi harus di raih.


Di sisi lain Rafael masih menunggu jawaban dari teman-temannya dan ia mendapatkan sebuah jawaban berupa anggukan dengan wajah serius.


Sungguh jika Rafa bisa mengendalikan waktu dia akan memutar lebih awal agar bisa bertemu dengan mereka saat ia melihat sebuah kehidupan.


Kelahiran seorang anak adalah anugerah, tidak ada yang pernah tau bahwa perkataan seorang pepatah itu benar.


...


Sreett!


Rafael berhasil mengendalikan kekuatannya, untung mereka mendarat di sebuah dataran karna mereka melihat sekitar ada banyaknya jurang di mana dalam tanah-tanah banyak aliran lahar seperti mereka berada di dalam gunung berapi.


Kekuatan teleportasi memang cukup sulit butuh fokus yang kuat dan mengendalikannya.


"Baiklah waktunya kita berempat menaklukan tantangan ini!"


"Ya ini baru permulaannya saja!"


...