Rafael Bimasakti

Rafael Bimasakti
Telekinesis



Dorrr!


Bahkan peluru tak mampu menandingin reflek cepat Jupiter untuk mengelak.


"Ini tidak mungkin!dia luar biasa!"


"Apa kita perlu revolver karna kecepatan peluru itu lebih cepat dan akurat dari pada shotgun kan?"


...


"Sekarang giliranku!"ucap Uranus percaya diri.


"Ya kuharap kau tak meleset!"ucap Merkurius dengan nada mengejek sementara yang lain hanya mengeleng kepala saja melihat perdebatan mereka berdua yang tak berhenti.


Dimana ada Merkurius si tukang julid  dan Uranus si pangeran tampan yang selalu percaya diri, mereka berdua seperti anak kembar bersaudara yang tak pernah akur.


"Hei sudahlah!aku bisa migran mendengar perdebatan kalian berdua tiap hari."ucap Venus.


"Aku mempunyai ide, bagaimana kalau kita bagi menjadi tiga penyerang kanan dan kiri untuk memastikan kemampuan Jupiters, kita lihat apa dia masih bisa menghindar saat tempatnya di blokir?"usul Leo.


"Ide yang bagus."ucap Jupiters.


"Jadi Rafa di depan, Uranus di samping kiri dan Merkurius di samping kanan, Jupiter berada di tengah-tengah. Menurut ku ini seperti pahlawan yang mengepung penjahat."ucap Komet.


"Ya hanya ada satu jalan keluar, jika Jupiters bisa membaca strategi dengan teliti aku yakin dia akan mengerti dengan baik, Piter ingat pastikan kau tak terluka jangan sampai..."ucap Leo.


"Aku paham."potong Jupiters membuat Leo menghela napas.


"Memangnya kenapa?"tanya Mars yang masih tak mengerti.


"Kau tidak tau?kekuatan senjata api seperti shotgun atau revolver sangat cepat, dan jika mengenai lawan maka dia akan mengalami cedera, terkena senjata itu tidak akan mengalami luka ringan tapi meski jika terkena di luar saja, lukanya akan tetap dalam atau lebih parah."ucap Bumi.


"Tapi bukankah kita mempunyai alat penyembuhan modern?tentu luka itu akan cepat pulih kan?"tanya Neptunus.


"Penyembuhan alternatif bisa memiliki efek samping, berbeda dengan klan sihir yang mengunakan ramuan herbal walau lama tapi mereka bisa menyembuhkan dengan waktu lama."ucap Saturnus diangguki Komet.


"Baiklah, ayo Rafa!jangan terlalu membuang waktu!"ucap Uranus yang tak sabar menyerang Jupiters membuat yang lain hanya memutar bola matanya malas dengan kelakukan narsis pemuda itu.


Pemuda bermata silver itu mengangguk, dia berjalan mendekat kearah pemuda yang memiliki rambut kecoklatan.


Merkurius yang sedari tadi menunggu mulai bersiap memegang shotgun di tangannya.


Sedangkan jupiters memandang kearah sekitarnya, dia menjadi lebih waspada ketika tempatnya mulai di blokir oleh ketiga pemuda di hadapannya.


Tapi ekpresi pemuda itu tetap datar, tatapan elangnya terlihat begitu intimidasi untuk menatap lawan hingga tanpa sadar lawan di buat takut hanya dengan tatapannya saja.


"Apa mungkin Jupiters..."


"Dia bisa membaca pikiran lawan sedangkan Rafa bisa bertelepati, keberadaannya di sini menjadi penghalang atau membatasi Jupiters yang mulai membaca pikiran satu persatu tindakan selanjutnya dari penyerang. Aku sudah memberitahu Rafa sejak awal..."ucap Leo dan Komet hanya bisa sedikit kagum dengan pemuda bermarga zodiak singa itu.


"Satu dua tiga!"


Bersamaan itu Jupiters mengunakan kekuatannya, dia mengeluarkan angin ****** beliung yang cukup besar untuk menghindari peluru dan panah dari teman-temannya.


Sayangnya serangan mereka gagal, baru saja Merkurius ingin protes kenapa Jupiters mengunakan kekuatannya padahal tadi tidak jawaban pemuda yang tinggal di planet terbesar itu membuatnya bungkam.


"Aku tak ingin mengambil resiko, seperti yang Leo bilang segesit apapun reflek ku untuk menghindari serangan tapi aku tak bisa terlalu menyombongkan kemampuanku sendiri, aku harus tetap waspada dan percaya pada temanku."ucap pemuda itu.


Mendengar itu Merkurius jadi sadar bahwa sikap acuh dan tampang menyeramkan bertemu pemuda bernama Jupiters itu tetaplah kita tak bisa menilai seseorang dari sampulnya saja.


Penampilan terkadang bisa membuat orang takut dan salah paham tanpa tau bahwa dia sebenarnya ingin berteman dengan kita dan justru kebalikan teman yang berpenampilan baik bisa menjadi musuh kita kelak.


Mereka adalah orang yang munafik dan kita akan mudah tertipu jika tak waspada dan ceroboh melakukan kebodohan satu kali karna sebuah kesempatan itu seperti untuk hidup kembali artinya ia bangkit dari kematian setelah memperoleh itu padahal mati hanya satu kali kesempatan.


"Jupiters kau sangat bijak."puji Komet.


Bumi yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara, dia memandang salah satu temannya.


"Saturnus bisa kau tunjukan kekuatan telekinesis pada kami?"tanya Bumi membuat Saturnus mengeryitkan dahinya binggung.


"Tunggu kalian bintang planet memiliki juga kekuatan langka itu?"ucap Leo tak percaya.


"Bukankah Saturnus memang memiliki kekuatan itu?"tanya Neptunus.


"Langka apa maksudmu?"tanya Uranus.


"Sebagian bintang memang di dominasi dengan kekuatan telekinesis artinya untuk memudahkan mereka. namun seiring waktu ada sebuah berita yang memberitahu bahwa ada generasi artinya keturunan yang di sebut pemilik telekinesis artinya dia yang menciptakan kekuatan itu pertama kali, dan tentu saja kekuatan pertama dan yang selanjutnya pasti memiliki perbedaan yang signifikan."


"Aku masih binggung...."


"Telekinesis adalah kemampuan batin yang mampu menggerakkan obyek fisik. Menurut pendapat ku saat aku membaca buku di perpustakaan telekinesis ditimbulkan oleh tingkat kesadaran yang lebih tinggi. 'Energi yang digunakan untuk membuat benda bergerak atau tertekuk, ditimbulkan oleh pikiran seseorang dari pikiran bawah sadarnya (subconscious mind),"ucap Bumi menjelaskan.


"Itu artinya untuk mencari tau kita harus bisa membuktikannya, Saturnus kau harapan kami menemukan siapa orang itu!"ucap Rafael.


Ucapan Rafael membuat Saturnus entah kenapa merasakan hal suatu, dia juga baru mengetahui fakta bahwa selain keturunan bintang terkuat yaitu Bimasakti ternyata selama ini kekuatan yang ia miliki bisa menjadi sesuatu yang lebih luar biasa itu artinya dia bisa menjadi lebih kuat untuk melindungi teman-temannya.


...


Pernah dengan ada planet bernama Yupiter?seperti plesetan dari Jupiters ya tapi keduanya merupakan dua planet yang sama.



Jupiter atau Yupiter adalah planet terdekat kelima dari Matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Planet ini juga merupakan planet terbesar di Tata Surya.


Jupiter merupakan raksasa gas dengan massa seperseribu massa Matahari dan dua setengah kali jumlah massa semua planet lain di Tata Surya. Planet ini dan raksasa gas lain di Tata Surya (yaitu Saturnus, Uranus, dan Neptunus) kadang-kadang disebut planet Jovian atau planet luar. Jupiter telah dikenal oleh para astronom sejak zaman kuno,dan dikaitkan dengan mitologi dan kepercayaan religius banyak peradaban. Bangsa Romawi menamai planet ini dari dewa Jupiter dalam mitologi Romawi. Saat diamati dari Bumi, magnitudo tampak Jupiter dapat mencapai −2,94, yang cukup terang untuk menghasilkan bayangan, dan juga menjadikannya objek tercerah ketiga di langit malam setelah Bulan dan Venus, walaupun Mars dapat menyaingi kecerahan Jupiter pada saat tertentu.