Rafael Bimasakti

Rafael Bimasakti
Sihir langka?



"Sudah di pastikan ini bukan kekuatan telekinesis yang biasa, mungkin kau bisa memperlambat kecepatan seseorang dan melambatkan peluru yang menyerang mu seperti mengendalikan waktu."ucap Leo.


"Ya barusan dia menghentikan peluru Merkurius yang hampir saja mengenainya."ucap Mars.


"Bagaimana kalau lawannya sekarang sihir?"ucap Rafael tiba-tiba membuat mereka sadar.


"Kau benar, kita harus bisa membuat tingkatan kekuatan Saturnus meningkat, bang Komet apa kau bisa melakukannya lebih serius?"tanya Neptunus.


"Ayolah aku serius melawan kalian tapi kalian hanya bermain-main saja saat latihan."ucap Komet membuat yang lain menghela napas panjang.


Sihir Komet memang kuat, bahkan beberapa dari bintang pemilik kekuatan planet saja tak bisa menandingi nya entahlah padahal pemuda bersurai putih hanya komat-kamit tak jelas menurut Jupiters.


"Ayo mulai!aku tak sabar menonton!"ucap Venus dengan kelakukan absurd ya.


"Baiklah."


...


"Saturnus aku akan memberitahumu, kekuatan ku hampir sama jika kekuatanmu makin meningkat artinya sihirku tak meningkat hanya pada kemampuan pengguna tetapi pemilik lawan juga."ucap Komet membuat Saturnus binggung.


"Sihirmu bisa meniru?"tanya Leo.


Komet diam sejenak lalu memandang kearah Rafa.


"Rafa memiliki banyak kekuatan, salah satunya ia bisa menyerap kekuatan lawannya itu unik sekaligus mengerikan tapi sihirku bisa meningkat pesat walau pengguna itu mengunakannya terus artinya kemampuanku tak akan menurun setelah mendeteksi kekuatan lawannya kesimpulan seperti membaca dan meniru lawan.


Oleh karna itu serangan sama yang terus berulang kali kalian lontarkan tidak akan sama sekali berpengaruh karna sihirku bisa mengunakannya dengan serupa artinya 98 persen bisa mirip dengan kekuatanmu."


"Itu....hebat!lalu bagaimana mengalahkan mu!"tanya Neptunus binggung.


"Caranya?carilah celah itu, karna kesempatan hanya sekali."ucapan Komet membuat yang lain menghela napas panjang.


Bagaimana pun pemuda bersurai putih itu tidak mudah untuk di kalahkan.


"Sepertinya beberapa teman kita memiliki keistimewaan dari kekuatannya wajar saja karna kalian mempunyai kekuatan bintang dari tujuh planet dan Bimasakti di tambah Komet merupakan klan keturunan Yanga sulit di temukan terlihat dari surai putihnya. Sama seperti bumi kekuatan keseimbangan terletak pada inti jika kita bisa bersungguh-sungguh dan fokus pasti kita menemukan inti dan titik lemahnya. Asal mula tanaman tumbuh adalah dari air, udara, dan sinar matahari.


Tanpa perawatan manusia, tanaman bisa tumbuh mandiri dengan baik, ada kala keturunan kita di samakan dengan manusia karna bentuk rupanya sama tapi sejatinya indentitas serta jati diri kita adalah dari asal muasal kita di lahirkan.


Rafa kau lahir di bulan, dan kau terpilih menjadi pemilik marga serta kekuatan Bimasakti dan Galaksi. Dan kalian juga tinggal di bulan tetapi mempunyai kekuatan tujuh planet padahal kalian sama sekali bukan berasal dari sana, kalian hanya tau bahwa tujuh planet memiliki kumpulan guardian yang di sebut planetarium, disanalah awal mula guide star dan keturunan pertama hebat ada."


Kata planetarium hanya bayangan author aja ya, sebenarnya ada  artikelnya tapi di buat jadi imajinasi pembaca.


"Rafael apa kau mau membantuku?"


Tanpa pemuda bersurai putih itu, sementara pemuda bermata silver itu mengedipkan matanya lalu menganggukan kepalanya.


"Kau bisa menyerap kekuatan lawan, tapi apa kau bisa menyerap sihir?"


Pertanyaan itu tanpa sadar membuat Leo berpikir sesuatu hal yang sudah ia duga, rupanya pemuda bermarga Leo itu sudah mengetahui rencana Komet karna sebelum latihan sempat kedua orang berbeda umur itu berbincang tentang kekuatan-kekuatan baru kelompoknya, sementara Jupiters diam-diam membaca pikiran teman-temannya. Meski dari jarak dekat ataupun jauh dan banyaknya orang keistimewaan kekuatan Jupiters satu ini bisa unik.


Si pengguna tidak akan merasakan konsekuensi jika dia mencoba membaca pikiran lawan dari jarak yang jauh sekalipun atau banyaknya lawan karna dengan itu dia seolah mempunyai telepati seperti Rafa, dulu dia juga pernah mencobanya dengan Rafa saat dia berada dalam pengaruh kekuatan gelap Astro dan pemuda Bimasakti itu mencoba berbicara dengannya melalui pikiran,semenjak itu mereka berdua seolah mampu terhubung satu sama lain tanpa yang lain sadari atau belum.


Bahkan waktu itu Jupiters dan Rafa bisa menjelajahi alam bawah sadar mereka masing-masing.


"Ya lakukan!"


Rafa lalu memegang tangan Komet, bisa Komet rasakan aliran listrik kecil merayap di pergelangan tangannya sampai Rafa melepas tangannya.


"Aku hanya bisa menyerap kekuatan bintang bukan sihir."ucap pemuda itu.


"Baiklah ini saatnya Saturnus."


Akhirnya pertarungan kedua di mulai, di mana pemilik planet gelang cincin dan sihir bertarung untuk menentukan keseimbangan dan kekuatan terkuat dari mereka berdua.


"Saturnus kau harus hati-hati!"ucap Bumi, karna bagaimanapun Komet adalah lawan yang cukup kuat.


Saturnus mulai menyerang duluan, dia melayangkan beberapa benda padat kearah Komet, seolah ada perisai tak kasat mata benda-benda itu memantul kembali pada lawan hingga Saturnus mengeluarkan kekuatan pelindung cincinnya seperti cincin yang melingkar di planet Saturnus.


Saturnus mulai mempunyai ide, dia berhenti mengunakan kekuatan telekinesis membuat semua orang heran menatapnya.


"Kali ini aku menantang mu dengan kekuatan fisik jarak dekat."bersamaan itu dia berjalan mendekati Komet sambil mengangkat benda bulat seperti karbon tapi beratnya seperti besi berton maksimal entah bagaimana bisa pemuda itu mengangkatnya, sementara Komet tau ini adalah salah satu kekuatan Saturnus.


Saat benda itu di lempar ke arah Komet, jika sedikit saja pemuda bersurai putih itu tak sempat mengelak mungkin dia akan mati saat itu juga karna tertindih benda berat itu tapi beruntung Komet mempunyai refleks bagus untuk menghindar dari bahaya.


Saturnus mulai melayangkan pukulan saat berada di hadapan Komet tanpa pemuda yang lebih tua itu sadari bahwa benda itu sebagai pengecoh fokus saja.


Dan sayangnya dengan cepat Komet menekuk ibu jarinya entah itu isyarat atau kode tiba-tiba tubuh Saturnus menjadi kaku seolah ada es yang membekukannya hal itu membuat Komet menyeringainya.


"Hari ini aku akan mengalahkan mu Saturnus."


...


Pernah dengar kata planetarium?



Kesimpulannya planetarium itu gedung teater untuk memperagakan simulasi susunan bintang dan benda-benda langit. Atap gedung biasanya berbentuk kubah setengah lingkaran. Di planetarium, penonton bisa belajar mengenai pergerakan benda-benda langit di malam hari dari berbagai tempat di bumi dan sejarah alam semesta. Planetarium berbeda dari observatorium. Kubah planetarium tidak bisa dibuka untuk meneropong bintang.


Apa perbedaannya?



Observatorium bisa di sebut dengan balai pengamatan, sebuah lokasi dengan perlengkapan yang diletakkan secara permanen agar dapat melihat langit dan peristiwa yang berhubungan dengan angkasa.


Menurut sejarah, observatorium bisa sesederhana sextant sampai sekompleks Stonehenge.



(Yang di pegang itu namanya sextant.)



(Gambar ini adalah Stonehenge, selama ber abad- abad Stonehenge telah menjadi saksi bisu terbentuknya Kerajaan Inggris. )