Quin And Her Destiny

Quin And Her Destiny
CERITA MASA LALU



Dengan telepati penyihir agung menyampaikan kepada raja bahwa ia ingin menemui beliau “Mohon maafkan hamba Yang Mulia, jika diperkenankan, hamba ingin menghadap”.


“Datanglah Clause, datanglah ke ruang pribadiku.” balas  raja juga dengan kemampuan telepatinya.


Tak berapa lama lingkaran putih muncul di hadapan yang Mulia Raja Andrew. Menampakkan tubuh penyihir agung keluar dari lingkaran itu.


“Selamat Malam Yang Mulia, Semoga berkah dan keselamatan dari Dewa Oliver selalu menyertai Anda dan maafkan atas kedatangan hamba yang mendadak.” ucap penyihir agung sambil membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.


“Tidak, tentu saja tidak Clause dan berhentilah bersikap formal jika kita sedang berdua, kita sahabat bukan?” ucap Raja Andrew sabtai.


“Baiklah, lagi pula aku adalah kakek dari kakek buyutmu.” jawab penyihir agung sedikit terkekeh.


“Apa yang membawamu kemari Clause, apa ada yang penting? Biasanya dirimu enggan meninggalkan sarang mu, apapun itu semoga itu sangat penting.” ucap raja Andrew sedikit penasara.


“Ini tentang titisan Laksmiora.” ucap Penyihir Agung.


“Jangan bilang ramalan itu benar.” Ucapan Penyihir Agung sukses membuat Raja Andrew terperanjat kaget


Raja Andrew tau benar isi ramalan leluhur bahwa perang besar akan kembai terjadi, ditandai dengan kehadiran sang titisan Laksmiora.


“Menurut ku juga begitu, dengan kehadiran titisan Laksmiora menandakan tujuh benua akan berperang lagi dengan raja iblis dan pengikutnya.” tutur penyihir agung.


“Jika perang itu harus benar-benar terjadi, mungkinkah kita bisa memusnahkannya dan kembali hidup tenang?” tanya raja Andrew bimbang.


“Setidaknya kita memiliki waktu lebih dari cukup untuk mempersiapkan diri.” jawab Penyihir Agung menenangkan.


“Lantas siapa titisan itu?” tanya raja Andrew dengan rasa penasaran.


“Quin” jawab Penyihir Agung singkat


“Quin! Maksudmu putri Albert?” ucap raja tidak percaya.


Jelas Raja Albert tidak bisa mempercayainya, yang ia tau dari cerita turun temurun Lakmiora adalah wanita yang tangguh dengan kekuatan yang menakjubkan. Namun Quin? Gadis itu jauh dari kata tangguh, Quin adalah tipe lady bangsawan, ya meskipun ia harus mengakui bahwa gadis itu adalah gadis yang anggun dengan segala pesonanya.


“Tenang saja, aku akan membimbingnya secara langsung.” ucap Penyihir Agung kembali menenangkan Raja Andrew.


“Aku berharap yang terbaik darimu Clause.” Raja berkata penuh harap.


“Semoga Quin bisa menjalani takdirnya dan membantu membebaskan tujuh benua dari terror raja iblis itu.” imbuhnya.


Suasana menjadi hening, baik Raja dan Penyihir Agung tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


“Lantas langkah awal apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui bahwa titisan Laksmiora telah hadir?” tanya Penyihir Agung setelah lama terdiam.


“Aku akan menugaskan Putra Mahkota dan Luke untuk mengawasi perbatasan, semoga pengikut-pengikut iblis itu belum menyadari keberadaan titisan Lakmiora telah hadir” jawab Raja Andrew kemudian.


Setelah pembicaraan itu selesai, Penyihir Agung pamit mengundurkan diri dan menghilang dengan sihir teleportasinya.


*******


Setelah benar-benar pulih, selepas sarapan pagi Quin menuju ruang kerja ayahnya. Ia tidak sabar ingin menanyakan keadaan dirinya.


Dengan sopan Quin mengetuk pintu berwarna coklat itu.


“Masuk.” suara rendah Grand Duke dari dalam tertangkap telinga Quin,


Quin berjalan dengan anggun mendekati ayahnya “Apa ayah sibuk?” tanya Quin hati-hati.


“Tidak nak, duduklah." jawab Grand Duke Albert lembut.


Quin berjalan mendekati ayahnya dan mendaratkan bokongnya di sofa empuk berwarna coklat ”Ayah, ada yang ingin aku tanyakan.”


“Ini mengenai keadaanku, aku merasa ada yang salah dengan diriku ayah”


“Coba ceritakan, apa yang terjadi dengan dirimu”


“Aku merasa ada sesuatu yang mengalir di dalam tubuhku, seperti ada kehidupan lain di dalam tubuhku. Terkadang jika ada sesuatu yang membuatku sedih, aliran itu semakin kuat dan membuatku ingin menyakiti siapapun yang ada di hadapanku, tapi jika aku sedang tenang maka aliran yang ada dalam tubuhku juga ikut tenang. Apa ada yang salah dengan diriku ayah?” tanya Quin setelah menceritakan keadaan dirinya.


Grand Duke terdiam cukup lama, sebenarnya berat baginya menyampaikan ini. Seandainya bisa, dia lebih memilih untuk terus merahasiakannya. Sejujurnya dia tidak ingin menempatkan Quin dalam keadaan bahaya sedikitpun.


“Sebenarnya Ayah tau dan tidak mungkin bagi ayah untuk menyembunyikan lagi darimu, dengarkan ayah, jangan marah pada ayah setelah kamu mengetahui semuanya. Bisakah kau berjanji pada ayahmu ini Quin?”


“Sedari aku kecil, bahkan aku tidak pernah marah pada ayah, kalaupun yang aku dengarkan nanti adalah hal yang paling melukaiku, aku janji ayah, aku tidak akan marah barang sedikitpun”


“Baiklah, ayah pegang janjimu, apa yang akan ayah ceritakan ini adalah cerita yang ayah dapat dari leluhur bangsa Roothaland”


STORY BEGIN


Perang besar tidak dapat dihindari, iblis benar-benar akan ingin membumi hanguskan kerajaan di muka bumi termasuk Roothaland. Kerajaan besar di tujuh benua hampir semua memiliki kekuatan sihir dengan kemampuan di atas rata-rata.


Peperangan yang dikumandangkan oleh iblis itu adalah cara mereka untuk menguasai tujuh benua dan menjadikan kegelapan sebagai kehidupan. Dan memaksa seluruh manusia hidup dalam kesengsaraan.


Ketika ramalan menjadi kenyataan dengan bangkitnya kekuatan raja iblis dan pengikutnya, dan dalam keadaan terdesak semua penyihir agung yang tersebar di tujuh benua memanggil kekuatan dari langit untuk meminta bantuan atas kekacauan yang ditimbulkan oleh iblis dari dunia bawah. Hingga datanglah dewa dan dewi bernama dewa Oliver dan dewi Olevea. Pasangan abadi dari langit yang bertugas memelihara dunia dari kehancuran.


Dewa dan dewi itu memberikan anugrah seekor naga dengan kekuatan api dan segel emasnya yang maha dahsyat untuk mengalahkan ratu iblis yang bernama Azzura. Naga yang bernama Zeeragon itu akan memilih penunggangnya sendiri , seorang penunggang yang hanya diciptakan untuk berdiri di punggung kokohnya.


Setelah beberapa waktu, Zeeragon menemukan satu wanita yang memiliki kekuatan yang dapat mengimbangi kekuatannya dan mampu menyatu dengan jiwanya. Wanita itu bernama Laksmiora. Ia memiliki kekuatan tanah, udara, dan cahaya sekaligus.


Akhirnya perang besar benar-benar berkobar selama tiga tahun penuh. Raja iblis dan pasukannya sulit sekali dikalahkan karena mereka menyerap kekuatan dari setiap jenderal dan raja yang memiliki kekuatan super dimana dengan kekuatan para petinggi itu, makhluk-makhluk keji itu dapat beregenerasi dengan kekuatan dua kali lipat.


Singkat cerita, hingga pada akhirnya, ratu iblis itu mampu dikalahkan dengan kubah tanah lumpur emas yang kuat dari Laksmiora. Namun, sebelum benar-benar tersegel, dari dalam segel Azzura keluar bola hitam pekat. Bola hitam itu adalah wadah dari kekuatan sang iblis. Dalam mendung yang menggantung terdengar kata-kata “Aku pasti kembali” bola itu terpecah menjadi sembilan bagian sebelum menghilang entah kemana. Meledak bersama segel itu.


Tubuh Azzura tersegel dalam kubah emas sedangkan kekuatannya terpecah, hilang entah kemana. Konon kesembilan pecahan kekuatan itu tersebar ke tujuh benua.


Entah itu adalah kemenangan atau kekalahan. Kehidupan terus berjalan hingga setelah 100 tahun Laksmiora meninggal sedangkan sang naga pergi ke alam dewa, sebelum kepergiannya Zeeragon meninggalkan separuh jiwanya pada sebuah lukisan. Kelak lukisan itu akan mentransferkan energinya secara otomatis pada manusia terpilih titisan dari Laksmiora.


Hingga datanglah sebuah ramalan dari tujuh penyihir agung yang sama persis bahwa perang besar akan terjadi yang ditandai dengan kehadiran sang titisan wanita hebat yaitu titisan Laksmiora. Titisan yang akan mengemban tugas berperang di garis depan untuk melawan kebengisan dan kebiadaban ratu iblis Azzura.


STORY END


“Ayah, apa hubungan cerita itu dengan ku?”


“Kamu adalah titisan Laksmiora, putriku.” tegas grand duke tanpa basa-basi.


“Ayah, bagaimana aku menjadi titisannya, sedangkan aku tidak memiliki kekuatan sihir apapun, kalaupun kemarin aku seolah mengeluarkan kekuatan. Tentu saja itu bukan murni dari diriku sendiri. Aku tidak mahir berpedang, bela diri apalagi.” bantah panjang lebar Quin


“Sejujurnya ayah tidak tau, sewaktu kamu datang ke ruang kepala sekolah, sebenarnya itu benar-benar sebuah kejutan mengetahui bahwa dirimu dengan mudahnya menyerap sinar yang berasal dari likisan itu secara langsung yang jelas kami tahu bahwa itu adalah setengah jiwa sang naga legenda tanpa penolakan, meskipun pada akhirnya kamu dibuat tidak sadar selama dua hari lamanya.”


“Lantas bagaimana aku akan menghadapi ini? Benar-benar tidak bisa dipercaya” gumam dengan suara yang hanya dia sendiri yang mendengarnya Quin.


“Jadi ini alasan aku hidup kembali? Ternyata takdirku sama saja dengan kehidupan pertamaku, kemarin dibunuh sekarang ditugaskan berperang ujungnya menyiksa juga .... mengetahui ini semua benar-benar membuatku ingin tertawa rasanya, malangnya nasibku ... hufftt” cerocos Quin dalam hati.


Setelah lama terdiam, sejujurnya Quin juga tidak tau harus bersikap bagaimana, menolak atau menyetujuinya, bahkan ia tidak tau. Namun dalam tetap sama ia akan mengubah takdirnya, mengubah cara kematiannya. Membayar kebodohannya dulu. Ia ingin menjadi kuat dan dapat melindungi semua yang dicintainya.


“Dan setelah pesta ulang tahun mu yang ke 18, kamu harus mulai berlatih, nak. Untuk meningkatkan kemampuanmu.” ujar Grand Duke sedikit tidak rela.


“Baiklah” jawab Quin singkat, Quin sama sekali tidak bisa menjawab apapun selain kata singkat itu.


*******


Bersambung