Prince & Princess School

Prince & Princess School
8. MEMANG HARUS YA????



“APA??? RAJA???” ucap kami


“ngomong-ngomong , apa itu raja”,ucapku. “iya, kami tidak


tahu..”,ucap minami


Futarou:”hey author, minami atau futari sih?”


Author:”maap, salah ketik..”


Lanjut..


“(dasar anak polos..) apa kalian sudah malam pertama?..”,ucap paman. “ohh, sepertinya belum paman…kami ingin menunda nya dulu..kami ingin bersekolah dulu..”,ucapku. “iya yah…kami ingin menuntut pendidikan dulu..”,ucap minami. “tenang ayah yang urus pendidikan kamu dirumah , minami..dan kamu futarou…kamu harus siap-siap melakukannya saja..biar paman yang urus semuanya..ok, sudah dulu. Paman ingin pulang..”,ucap paman sembari pulang kerumahnya. “hey, di novel ini boleh ngomong ***** gak atau kata-kata serupa tapi tidak terlalu kasar, beritahu di kolom komentar, ya!”,ucap author.


Aku pun menuju minami, yang ternyata ia sedang menangis di kasur. Aku pun berusaha menghiburnya, dengan berkata,”satu kali satu berapa?”. “satu”,ucapnya. “cinta kali satu berapa”,ucapku. “satu cinta”,ucapnya. “hanya untuk kamu..”,ucapku…PLAKKKKK


“masih bisa gombal, belajar dari manah sih?..”,ucap Minami. “dari bu bahenoy, kayaknya dia mengerti akan hal itu jadi aku tanya dia..”,ucapku. “sudahlah,


bagaimana ya?...aku takut…sangat takut..”,ucap minami ketakutan. “sudahlah, sini aku pelukk..jangan nangis lagi ya!”,ucapku. Aku pun tidur dengan nya.


 Keesokannya, aku pun terbangun dengan keadaan baju yang sudah diganti. Aku pun kaget dan berteriak, “heyyy Minami….”. “ada apa?..”,ucapnya datang menghampiriku. “katanya gak mau, kok malah begini..”,ucapku. “hehe, kamu kan lemah kalau perempuan sedang menangis, tapi jika kamu berdekatan dengan perempuan lain maka, telur mu akan ku pecahkan semua , OK..”,ucap Minami. Aihhh, dari pada masa depanku hancur, lebih baik aku turuti saja maunya..


Aku berpikir, memang nya harus ya? Bukankah, ini hanya rekayasa saja. Namun, kami sudah mengikat janji jika kami akan menikah sungguhan. Tapi, kelakuan ini terlalu cepat. Ya sudalah, ini sudah terjadi. Aku hanya akan menunggu hasilnya.


Aku pun berangkat ke sekolah dengannya, dan aku belum pernah melihat dirinya yang penuh senyum ke arahku. Rasanya seperti manisan yang


Setelah sampai dikelas, aku dikejutkan oleh Arya yang menghampiriku. Dia berkata kepadaku,”hey, kemarin kau menembaknya ya?, dia senyum-senyum


padamu lho..”,”hey kalian ngomong apa?, aku pergi ke kelas duluan ya,


pangeran..”,ucap Minami. “dah”,ucap aku dan Arya. “tuhkan, malah kamu bermain pangeran dan pelayan eh, pangeran dan putri..”,ucap Arya. “hey are, jangan asal


bicara kamu..sudahlah, aku sedang tidak enak badan..pergilah..”,ucapku.


Aku memasuki kelas, dan kelaspun dimulai.. Hari ini yang mengajar adalah Bu Kana. Aku pun mulai pembelajaranku dan berkata dengan melamun, “huh, jika kau tau sebenarnya nami, kau pasti akan sakit…tapi, apa dia yang cocok denganku?”. “hey futarou, ada apa?”,ucap minami. “tidak tidak…”,ucapku.


“ada yang tau rumus aljabar, saya lupa lagi..”,ucap bu kana. “ibu , itu kan pelajaran SMP.. sudah lah , hanya begini….dan selesai..”,ucap murid-murid. “terimakasih ya anak-anak… Pelajaran selesai, bila kalian ingin istirahat , silahkan…”,ucap bu kana…


Aku pun pergi ke perpustakaan dan mencari buku-buku panduan tentang bagaimana cara menangani permasalahan senang menuju susah. Karena banyak sekali buku tentang itu, aku hampir lupa setiap kata yang sudah ku ingat. “huh, bagaimana ya?...”,ucapku. Aku pun mencari tempat kosong dengan berniat menenangkan pikiranku, bruh… jadi pemeran utama memang susah ya. Akupun kembali membaca seluruh buku yang bersangkutan. “jika aku alien atao apalah, akan ku hancurkan buku-buku ini satu-persatu, tidak ada gunanya, menghabiskan waktuku saja..”,ucapku. “buku itu adalah harta surgawi, sekaligus jendela dunia, hanya dengan buku saja lah kau bisa memecahkan permasalahanmu”,ucap


seseorang. “hey siapa kau..”,ucapku.


“tidak perlu tau namaku, aku hanya seorang pembaca disini…”,ucap


seseorang itu. “(nih anak siapa sih?) hey, bebalik lah..”,ucapku. Setelah berbalik, aku terkejut dan berkata,”kau…”. Dia pun berkata hal serupa…


Siapa sebenarnya dia?, ditunggu yahh


Prince & Princess School…