
Aku sebenarnya mempunyai teman yang sangat tidak ingin ku perkenalkan, tetapi aku tidak enak dengan authornya.. Baiklah, Dia adalah Kazuki Arya, dipanggil Arya. Dia sangat usil, membuat jebakan tikus yang digunakan untuk manusia. Namun, karena sangat aneh, makannya semua jebakan yang ia buat tidak pernah berhasil. Aku selalu bersamanya ketika pulang sekolah. Meski, aku dan dirinya sekelas, namun aku sangat…malas menanggapi semua perkataannya.
Suatu hari di kelas saat istirahat, Arya pergi menuju diriku, dan berkata,”hey futayoi, eh futarou. Apa kamu menyukai Minami? Sepertinya , Minami menyukaimu loh!... Buktinya, Dia sangat denganmu”. Bagaimana tidak dekat, Aku kan tinggal berdua dengannya dan sudah memiliki status menikah, ampunlah.. “hey, kenapa tidak jawab..Kau beneran suka ya?”,ucapnya. “hahaha….Gak mau jawab , ah..”,ucapku. “hey jawab, aku ini kan sahabatmu....Ayolah,…hey.. sebentar..”,ucap Arya sembari menuju lapangan basket, karena ia diajak oleh temannya. Aku merasa itulah waktu yang tepat, jadi aku lari menuju kelas.
Setelah sampai dikelas, Aku langsung menduduki bangkuku. Tetapi, aku melihat Minami yang menuju kearahku. Ternyata, ia ingin memberikan makanan yang ia buat. Akupun berkata,”buat apa repot-repot, aku bisa membuatnya sendiri..”,”ih , udah dibuatin nih…sayang-sayang makanannya…kalau gak mau yasudahh”,ucapnya. “eh…sini, aku makan…”,ucapku…
Aku pun memakannya, dan berkata ,”hmmm, enak…belum pernah aku merasakan makanan ini..”,”e—eh, t-trima ka-sih,futar-…eh , kenapa kau menangis..”, ucap futari. Aku meneteskan air mata dan berkata,”aku jadi mengingat makanan ibuku, namun satu hal yang kusayangkan…”. “kenapa?…”,ucap futari. “karena makananku telah terkena air seni dari kucing, saat itu…”,ucapku. “b bwahahahhah…lucu sekali…”,ucap futari.
“hey, kok malah diketawain…”,ucapku. “baiklah, nanti aku buatkan lagi..ok”,ucap futari. Tiba-tiba, seorang perempuan datang kepadaku. Dia adalah Himerawa Ishie. Dia pun berkata,”aku saja yang membuatkan makanan untukmu , futarou-kun..”,”hey, aku duluan yang disini..”,ucap Minami. “sudahlah, aku tidak perlu kalian…”,ucapku.
Aku pun pergi menuju ruangan guru. Aku kesana karena ingin memberi hadiah dari lomba MTK kemarin, ke bu Kana. Aku pun memasuki ruangan dan bertemu dengan bu bahenoy. Aku berkata,”hey bu, si banteng dan badak sedang berkelahi tuh, saya saranin ibu keluarin spidol legenda ibu untuk ngalahin mereka..”. “hah, serius (jarang banget dia ngomong begini..) yasudah, siap 84”,jawab bu bahenoy. Akupun menuju ruangan bu kana . Setelah sampai, Aku menemuinya dan berkata,”bu, saya menang nih…sudah ya, lagi mager nih..”. “sebentar-sebentar, ibu gak nyuruh kamu buat menang kok…”,ucap bu kana. “(ngeselin) yasudah lah,ini buat ibu saja..”,ucapku.
Setelah itu, Aku menuju kelas. Disana, aku melihat futari, ishie, dan bu bahenoy berantakan . Aku pun berkata,”gak cuma murid yang nakal, ibu pun juga, aduhh..author, karakternya emang begini ya?..”,”mungkin keluar dari plot…”,ucap author..
Pelajaran pun dimulai, Bu bahenoy mengajar dengan kondisi yang memilukan. Aku pun diawasi dua perempuan, Minami, dan Ishie yang masih berantakan selepas berkelahi. “ternyata guru dan murid memiliki sifat yang sama, sifat keanak-anakan…”,ucapku.
Bel pulangpun berunyi, Aku pun kembali berjalan ke rumah. Setelah sampai dirumah, aku lupa…ternyata itu bukan rumahku. Aku sudah lupa, bahwa aku mempunyai istri dan rumah baru ku. “loh , kok lupa ya?...Balik lagi, lah…”. Aku pun kembali ke rumah baruku. Ternyata, Minami sudah sampai rumah , dia berkata kepadaku,”yah lupa dah, aku juga tadinya…”. “ngomong-ngomong dimana aku taruh bajunya ya..”,ucapku. “sut, sebentar..aku keluar dulu yah. Taruh baju di keranjang dekat pintu kamar, ya!..”,ucap minami. “baiklah..”,ucapku… Aku pun menaruh bajuku di tempat pakaian kotor, dan lekas mandi sembari memakai baju ganti..
Setelah minami selesai mengganti baju, Aku dan dirinya pun makan malam bersama. Aku merasa makan malam ini seperti kencan, dikarenakan tempat dan suasana nya yang mendukung. Aku sedikit malu jika ingin mengatakannya, namun aku merasa ini adalah waktu yang tepat. Aku pun berkata dengan sedikit malu,”hey minami, spertinya aku mulai menyukaimu…”. “ucap apa kau ini, kita kan sudah menikah, itupun terpaksa..sudahlah, jangan bahas yang engak-engak saat makan..”,ucapnya. “gak kok..Jika tidak dipaksa pun , aku juga ingin mencoba”,ucapku
.“maksudmu?”,ucapnya.
“huh, gimana ya? Satu kali ucap nih, aku menyukaimu…hanya itu..”,ucapku. “author, aku harus jawab apa nih?”,ucap futari. “hahaha, bawa-bawa saya lagih..”,ucap author. “a-aku juga menyukaimu kok , futarou..Tapi, gak seperti ini juga sih, aku ingin nya seperti pernikahan sebenarnya dan tidak diumur seperti sekarang…”,ucap Futari.
“hmmm, tapi boong….”,ucapku. “author , tembak aku..”,ucap futari. “maap, saya gak suka 1d…”,ucap author. “yasudah , biar aku sendiri saja..”,ucap minami.
Dorrrr….
Prankkk…”sekarang lagi jaman prank, tapi lebih bagus prank yang bermanfaat ya, para pemeran Prince & Princess”.
Prince & Princess School…