
Ritual pun telah selesai dilaksanakan. Pernikahan kami diselenggarakan secara rahasia, hanya para pengusaha dan kenalan saja, termasuk sanak saudara. Tetapi, Futari kaget setelah melihat dan bertemu langsung dengan
ayahku, seraya berkata,”p-pppaman, bukannya paman sahabat papah..”. “ahh, iya…hey kotarou, ternyata kau ingin segera menikah. Seharusnya, kau bilang ini sejak awal…agar perusahaan, ayah teruskan ke kamu.”,jawab ayah, seraya
memberitahuku akan hal itu.
“pokoknya aku tidak
mau meneruskan perusahaan ayah, aku ini sudah besar..Ayah bilang ibu sekarang agar kalian harus membiarkan anaknya mandiri…”,ucap ku dengan berlari menjauhi keramaian.
“sebentar paman…..hey futarou, tunggu..”,ucap minami mengejarku. “hey, kenapa kau lari..bukannya, kau yang semangat tentang pernikahan tadi?, lalu kenapa sekarang kau sangat ingin membungkam itu semua”,lanjut nya. “huh…sudahlh, aku ingin segera pergi dari sini, dan pergi dari rumah…”,ucapku.
“memangnya ada masalah apa?, ceritakan kepadaku, siapa tahu aku bisa membantumu, mungkin…”,ucapnya..
“jadi seperti ini, aku ini anak dari istri ayahku sebelumnya…”,ucapku. “memangny kenapa, kan tidak ada masalah dibalik itu?..”,ucap minami. “iya, mungkin. Tetapi, aku tidak ingin ayahku menikahi wanita lain, walaupun sekarang ia sudah beristri lagi…Jadi, ku pikir, rencana ini merupakan cara yang cepat untuk mengeluarkan ku dari rumah itu…Namun, rencana inilah yang dibuat oleh ayahku..”,ucapku.
PLAKKKK...
Minami menamparku dan berkata,”sadar dong….Dia ayahmu, walau aku tidak suka caranya…Namun, kau harus menurutinya…Jika, kamu kesal, ada aku . Sekarangkan, kita sudah berdua,
dan disatukan dalam pernikahan ini eh..kok udah nyampe sini ya, dialognya?...”,ucap minami. “salah dialog tuh...seharusnya, aku akan bersama disampingmu, walau kau jones dan sangat malas, seperti ituh…”,ucapku. “sudahlah, yang
penting….Kita masih bisa sekolah tidak?. Soalnya , kita sudah menikah, pasti sibuk memikirkan suatu hal yang harus kita penuhi semuanya. Seperti, urusan makan, tidur, sekolah, rumah...pokoknya sangat banyak”, ucap minami dengan cemas. “(seharusnya aku yang bilang itu, yasudah lah..) Mungkin , Masih bisa kita lewati…hanya opini..”,ucapku.
“hey-hey, pengantinnya sudah tidak sabar nih…hahaha, kemari..jangan bermesraan sendiri saja, ayo”,ucap ayah futari..emm, ucapnya paman saja. “ahhh..t-ttidak tidak, kami hanya mengobrol saja , iyakan..”,ucap minami. “ah.. iya-iya..”,ucapku. Aku dan furati….kenapa furati teruusss. Aku dan futari pun memasuki ruangan lagi, dan menikmati pesta nya hingga selesai.
Setelah itu, Aku ingin pergi sendiri menuju rumah, tiba-tiba paman Pete berkata,”hey futarou, rumahmu sekarang bukan disana lagi, paman membelikan sebuah rumah untukmu .. Yah, standarlah, karena paman yakin dengan perkataanmu ke ayahmu, bahwa kau sanggup berjuang sendiri. Namun, paman lebih yakin jika kau berjuang
bersama dengan anak paman. Paman yakin, kau pasti bisa menjaga, merawat, dan menyenangkan anak paman satu-satunya ini..”,ucap paman Pete. “baiklah paman, aku berjanji. Tapi paman, aku ingin menanyakan sesuatu, Apakah aku dan anak paman furati, eh maksudnya futari, masih bisa bersekolah?”.
Paman pete pun berkata,”hahaha. Ternyata, yang kalian bicarakan tadi , hanya soal itu..Tenang saja, paman yang urus itu semua, kalian masih bisa bersekolah lagi, mulai besok..”. “terimakasih paman, paman memang
Tiba-tiba, Minami pun datang dengan berkata,”hey futarou, kesini sebentar…”. Aku pun menuju arahnya dan berkata,”kenapa?..”. “jangan terlalu deket dengan ayahku deh…”,ucap Minami. “kenapa, gak ada masalahkan…”,ucapku. “dia itu suka am cowok…”,ucapnya. “serius, jadi ngeri…”,ucapku. “ya sudah, kita pulang ke rumah baru kita saja…”,ucap minami….bukan berarti suka cowok ya, tetapi Fanboy, hahaha…
Kami pun memasuki rumah itu. Namun, ada suatu hal yang menjanggal pikiranku, aku pun berkata,”jadi, ini kualitas standar…”. “mungkin ,
ayahku tak mengerti….tetapi..”,ucap minami. “kok kaya istana….”. ucap kami.
Setelah menyiapkan peralatan-peralatan yang ada, aku pun beristirahat. Aku pun berbicara ke futari mengenai penyelesaian dari masalah ini. Aku pun berkata,”hey futari, sudahlah…besok saja kita melanjutkan bersih-bersihnya. Sekarang, ada hal yang ingin kubicarakan…”. “ada apa futaru..memangnya ada sesuatu yang penting”,ucap minami.
“tidak, aku cuma ingin menyelesaikan masalah ini sendiri…”,ucapku. “sendiri..cih..kamu itu sombong sekali ya....”,ucap futari. “jika aku tidak sombong, gak sesuai judul dong..sudahlah , aku tidur di sofa saja..”,ucapku. “serius gak mau di Kasur, empuk loh…”,ucap futari menuju Kasur untuk tidur. “gak, kalau harimau nya ngamuk, aku gak bisa ikut campur lagi….sudahlah , sudah malam... memangnya aku ini tidak pernah tidur dengan lawan jenis..”,ucapku. “A aaapaa…kau pernah tidur dengan lawan jenis…”,ucap minami dengan kaget dan panik. “ah iya…aku tidur dengan seekor kucing…”,ucapku. “piuhh....aku kira apa?”,ucap minami. “sudahlah, kau berpikiran aneh-aneh..ayo tidur…”,ucapku. “iya”,tambah minami.
Keesokkan harinya dikelas, Aku menaruh tasku dengan gaya terbaru. Aku membawa tasku dengan peti mati…
*Futarou ; “author, kok gak nyambung plot nya si..”
Author ; “ sorry , ketiduran”
Lanjut..
Aku menaruh tasku dengan flip airplane mode. Tetapi, ada seseorang yang mengambilnya dan berkata,”kau bukan anak kecil lagi…cepat duduk”, “baik”, ucapku. Dia adalah seorang perempuan , judes, galak, tetapi hanya dia yang bisa membuatku senang. Dialah Minami…
Ettt, belum selesai…
Prince & Princess
School~~~#4.Pengalaman..
Mohon maaf ya, jika ada kata-kata yang belum tepat. Author
nya pemula.