
Pagi hari pun tiba, tetapi suara perempuan mengagetkanku. Ternyata, itu suara minami, aku pun mendatanginya dan berkata,”kenapa Minami? Masih pagi kau sudah berlatih vocal suara…”. “ini bukan vocal suara…tapi, hey tarou… Apa kau su-sudah siap, mempunyai sebuah anak?”,ucapnya. “nani?... what?... apa?... bagaimana ini, baiklah…kau dirumah saja.. setelah pulang sekolah , aku akan ke rumah paman..”,ucapku. “(hmmm, sepertinya tarou khawatir dan cemas kepadaku..) tarou, apakah aku aborsi saja?..”,ucapnya. “apa yang kau katakan, jangan pernah ulangi perkataan itu lagi, sudah aku berangkat sekolah dulu…dirumah saja, setelah dari rumah paman, baru kita cek usia kehamilanmu..”,ucapku dengan marah. “baiklah..”,ucap futari. ”baru kali ini aku melihat tarou sangat marah..”,ucap futari di dalam hati.
Aku merasa tidak enak telah berbicara lantang kepada minami, tetapi aku harus merawat anak itu bagaimana pun caranya. Aku ini tokoh utama disini, namanya pun Prince, jadi aku harus bertanggung jawab dan berwibawa.
“sudahlah, jangan membanggakan diri”,ucap author. “siapa kau, aku tidak
kenal..”,ucap tarou. “besok ganti novel, ganti karakter juga..”,ucap author.
“maaff.. aku salah..”,ucap futarou.
Akupun menuju sekolah dengan bus. Aku menaikkinya dengan duduk menatap jendela. Aku melihat Rui yang berlari mengejar bus yang kunaikki.
Aku pun berkata dengan dingin ke supir bus,”pak, ….KENAPA BAPAK GAK BERHENTI , GADIS ITU MAU NAIK… KALAU TIDAK..”. “ampun nak..”,ucap pak supir dengan memberhentikan busnya. HUhh… aku mau bilang ‘biar saya aja yang berhentiin pak..’ eh malah takut. Akhirnya , Rui pun masuk, ia duduk disebelah kursiku. Dia menyapa seraya berkata,”hey tarou, oh , kau sendiri?”.
“hum, mungkin iya….”,ucapku . “hmm, kesempatanku..”, ucapnya. “apanya yang
kesempetan?”,ucapku. “ah , tidak tidak…”,ucapnya.
Setelah sampai di sekolah, aku pun menuju bangkuku. Kelas pun dimulai, kali ini Bu Kana yang mengajar lagi. Aku pun bertanya,”bu, bu bahenoy kemana?,tumben gak muncul-muncul..”. “dia lagi dinas ke luar kota..”,ucap bu
kana. Bu Kana pun bertanya mengenai minami,”hey futarou, Minami kemana?”. “dia lagi gak enak badan”,ucapku. “humph, Cuma minami yang ia tahu, aku dikacangin mulu..”,ucap Rui didalam hati.
Tiba-tiba, diluar terjadi kerusuhan. Aku pun mengecek keadaan dengan meminta ijin ke Bu Kana dengan berkata,”bu…ijin bentar, diluar rusuh,
siapa tahu kalau ada saya mungkin reda..”. “baik tarou, ibu lupa kalau kamu
Ternyata, arya sedang berkelahi dengan geng jalanan diluar. Aku pun mengecohkan suasana dengan berkata,”oyy, siapa yang berani buat
kekacauan di wilayah ku?...”. “taro..akhirnya kamu datang…hey, mau bantuin aku ya?...”,ucap Arya….Plukkk…”sudah lah diam, kamu juga biang rusuh..”,ucapku dengan dingin sembari memukul Arya . “hey, kalau kau berani..lawan lah
kami…”,ucap mereka meremehkan ku. “baik, ada syaratnya, satu.. jangan ganggu wilayahku.. dua jangan ganggu temanku lagi… jika kedua syarat ini dilanggar, maka…kepala kalian bayarannya…”,ucapku mengancam. “baik, s-sepertinya kita akan bertarung disini…ayo maju, serang..”,ucap mereka. Mereka pun maju dan melawanku. Aku hanya memukul titik lemah mereka saja, tetapi, banyak yang telah menyerah begituh saja. “hey, kenapa? Kalian lemah sekali..damageee…”,ucapku.
“mohon maaf, ada actionnya..mungkin ada sedikit ya, tapi genretidak author tidak akan memberi infonya di ulasan…”, Mrs Infi. “hey ibu… kok baru muncul, kemarin-kemarin kemana?..”,ucap Arya. “heh, modus..”,ucap Mrs Infi dengan dingin .
Bel sekolah pun berbunyi, aku pun segera pulang kerumah untuk mengecek keadaan Minami. Setelah sampai dirumah , aku dikejutkan dengan keadaan rumah yang berantakan. Disamping itu, Aku melihat seekor macan kecilku yang manis sedang mengemil di ruang TV. Meski begitu, Ia tetap istriku. Jadi, aku … datang. “kok lebay sih…”,ucap tarou.
“hey, tarou…kau sudah pulang…maaf, aku buatkan makanan untukmu ya…”,ucap Minami. “ah..baiklah…”,ucapku. Aku merasa ini belum berakhir, mungkin ini adalah awal bagimu..eh bagiku… Aku harus segera belajar, sedikit lagi sudah masuk waktu ulangan. Tetapi, aku harus menuju rumah paman dulu, untuk membahas rencana yang akan dibahas olehnya. “hey mInami, aku ingin ke rumah
paman sebentar..”,ucapku. “baiklah tarou, hati-hati ya!..”,ucapnya. "oh ya, kamu tidak mau makan??", tambahnya. " tidak, aku langsung pergi saja... dah..",ucapku. "hati-hati ya!", ucapnya.
Aku pun menuju rumah paman. Sesampainya disana, Aku melihat
dia menari-nari layaknya perempuan. Aku pun masuk ke dalam rumahnya, setelah itu paman menjamuku. Aku mulai bertanya, apa solusi dari masalah ini?.. Paman berkata,”sudahlah, kamu sekolah saja, minami biar dirumah, urusan belajarnya biar paman yang urus. Kamu tidak usah cemas… Bagaimana, enak tidak?...”. “(kok mikirnya kesono ya?..) ya menurut paman saja lah..”,ucapku.
Hari itu adalah hari sempurna , kebahagiaan ku mulai terasa…
Prince & Princess School