
Setelah keesokan harinya, Aku dan Futari pergi menuju ke pusat pembelanjaan. Karena, hari ini libur, dan aku ingin menemani futari berbelanja
keperluan sehari-hari. Setelah sampai disana, Aku melihat banyak sekali orang
yang berkerumun. Ternyata, Aku melihat Arya yang dikerumuni banyak orang.
Akupun berjalan menjauhi keramaian orang itu dengan menggandeng futari. Tetapi, hal yang memalukan terjadi,
ternyata yang kugandeng adalah seorang nenek-nenek. “maaf nek, saya salah orang “, ucapku malu. “tidak apa nak, silahkan..”,ucap nenek. Aku pun mencari furati, eh futari di sekitar pintu mal. Aku menemukannya, dan mendekatinya seraya berkata,”hey, aku cari kemana-mana, sampe salah cewek yang kugandeng…”. “huh, perempuan siapa yang kau gandeng , berani-berani nya kau..dibelakang ku…”,ucap
futari kesal dengan meneteskan air mata. “hey…yang kebawa itu nenek-nenek tau!, sampai malu jika mengingatnya lagi..”,ucapku. “sebentar…bwahahahah..”,futari yang tertawa. “hey, jangan bahas.. sudah ayo kita belanja..
Kami pun memasuki gerai market yang menjual seperti kebutuhan makan , dan barang-barang rumah tangga. Aku pun bertanya kepada futari, “ oy,..memangnya ada duit?”,”ada lah, aku tuh gak kaya kamu, yang sok-sok an bisa mandiri…beruntung nya ada aku yang bisa membantumu…”,ucap futari. “iya-iya , aku gak akan sok-sok an lagi…”,ucapku.
Kami pun berbelanja kebutuhan rumah. “hey, sepertinya .. sapi ini gak mahal, boleh ya?, kali ini aku yang masak, ok….”,ucapku. “baiklah, tapi.. walau uang kita banyak, namun kita harus menghematnya juga…hey gane eh , maksud ku futarou..kesini sebentar..”,ucap futari misterius. “kenapa?, ada masalah apa nih?
Easy, medium , hard…”,ucapku. “ini bukan game….jadi, kudengar, kemarin ayah memesan sebuah Kasur, tetapi ia membeli ukuran kecil…sedangkan dirumahnya tidak ada anak kecil..”,ucap futari. “hmmm, sulit ditebak…”,ucapku.
Setelah selesai berbelanja, kami pun pulang, tetapi kami bertemu Arya dan mengobrol sebentar. “hey futarou, rupanya kalian memang pacaran ya…”,ucapnya. “ah tidak-tidak, kamu salah paham .. ehh”,ucap kami
serentak. “hmmm, bener kan..kalau sudah clop memang beda , ya…sudahlah, aku tidak ingin mengganggu kalian, nikmati saja waktu kalian, dahh..”,ucapnya. “iya..”,ucap kami.
Aku pun memanggil taksi, dan menaiki nya untuk segera pulang ke rumah. “huh, payah. Temanmu itu penggoda ya”,ucap futari. “haha, mungkin..tapi dia baik, sekaligus….malesin”,ucapku. “(entah temannya yang malas atau dia , sama saja..), ehh, iya..”,ucap futari…
Setelah sampai dirumah, aku pun bergegas mandi dan futari membereskan barang-barang yang dibeli tadi. “hmm, sayur, peralatan makan yang belum , sekarang sudah..hmm macam-macam saus, ketchup , daging…wah, semuanya
terpenuhi, hanya pembersih lantainya saja…”,ucap futari. Setelah aku selesai
mandi, akupun menyuruh futari mandi. Aku pun memulai memasak daging. Aku hanya ingin membuat teriyaki saja, atau mungkin nasi udon atau humberger..humm…aku buat teriyaki saja lah , agar bisa dipanaskan kembali. Aku pun mulai memotong bawang
Bombay, paprika, dan daging, tidak lupa kupanaskan sedikit ketchup asin dan
saus. Setelah bumbunya panas, akupun memasukkan semua bahan yang kupotong tadi.
Setelah semua itu selesai, maka makanan pun siap dihidangkan.
Ekspentasi:
Futari: “ mana makanan yang kau bawa..”
Futarou: “ ini chef, jangan lupa tiup dulu ya chef, panas..”
Futarou: “ buang ke perut saya aja chef…saya laper..”
Futari: “sudahlah, gak jadi…selamat .. kamu didiskualifikasikan..”
Futarou: “ akhirnyaaa, makasih chef..”
Realita:
Futari: “hey tarou, makanan yang kau janjikan manah?”
Futarou:” ini, hmmm jangan lupa ditiup, apinya besar sampai piring-piring ny kebakar..”
Futari: “ nani?...fuuhhh, halah...” [(srottt) alat pemadam]
Futarou:”hehe, itu bukan makanannya..ini”
Futari:”bilang kek…hmmm enak”
Futarou:”(padahal tadi…aku lupa memasukkan merica atau lada, eh itu sama saja ya?...) hmmm kurasa yang kebakar mulutmu”
Futari:”huwahhh panas, kau ku diskualifikasikan…”
Futarou: “ ada kamera ya?, mau nipu saya, sorry..”
Author: “oyyy balik ke plot nya masing-masing, kenapa keluar-keluar si…”
Futarou: “ author nya yang bodoh atau kita nih..”
LANJUT…
Aku pun memberikan makananku itu ke Futari, dan berkata,”hey, ini agak sedikit pedas, apa tidak masalah?..”. “tidak apa-apa…”,ucap futari. “bagaimana?, kalau tidak enak tinggal berikan kepadaku saja, sayang-sayang dibuang..”,ucapku. “hummm, enak sekali…kamu memang jago, hebat…pantas saja ayah memilihmu, eh gak-gak maksud ku
ayah percaya kepadamu..eh bukan-bukan..”,ucap futari. Aku pun memeluk Futari dengan berkata, “hey, kalau suka , tidak usah di tutupi… aku juga menyukaimu kok, aku kan sudah bilang…”,ucapku. “hey curang, aku kan juga sudah bilang ke kamu..”,ucapnya . Tiba-tiba, seseorang berkata, “hayoo, kepergok nih…”. “wahhh”,ucap kami. “tenang saja ini paman…oh iya, paman belikan kamu Kasur kecil…”,ucap paman yang tiba-tiba. “kenapa paman?, kan kami tidak memiliki adik yang tingal
disini..”,ucapku. “semalam paman bermimpi ingin mempunyai raja kecil, kalian bisa wujudkan permintaan paman ini tidak?...”.
“aapaaaa???, Rajaa???”.
Prince & Princess School…