Prince & Princess School

Prince & Princess School
15. Liburan Musim Panas... (banget)



Oke..Kali ini author coba memperbaiki kata-katanya. Sepertinya , yang kemarin-kemarin masih banyak kesalahan.


Pagi pun tiba, Kami menyiapkan barang-barang yang diperlukan untuk liburan itu. Setelah menyiapkan barang-barang. Ibu membantu Minami memasak makanan dan bekal. Kalau dilihat-lihat, aku sudah mulai menerima keberadaan ibu tiriku. Tetapi, itu semua karena minami.


“Hey Nami, sepertinya barang-barang kita berlebihan. Seharusnya dikurangi saja , ya…”,ucapku yang kaget melihat barang bawaan yang terlalu banyak. Mungkin, bisa memenuhi seluruh gudang kami.


“huh.. padahal, aku ingin sekali membawanya.. seperti make up, jajanan, peralatan mandi, peralatan dapur, peralatan tidur, pokoknya semua


peralatan…”,ucap Minami. Sepertinya, Aku membawa terlalu banyak. Mungkin, saran futarou benar.


“huh.. memangnya kau mau pindah rumah, apa?.. sudahlah, kau kembalikan saja sekarang di tempatnya sekarang..”,ucapku yang sedikit kesal.


Yah, beruntung saja aku ini baik hati. Huh….mengesalkan.


Setelah membereskan semuanya, kami pun sarapan di ruang bawah. Ibu dan Minami lah yang memasaknya. Author aja iri denganku, ya gak thor.


“urus dirimu sendiri saja… manja..”,ucap author kesal. Author kita jomblo. Eh, dipanas-panasin.. hehe..


Setelah sarapan, Aku dan Minami menuju halte bus. Aku dan Minami pun duduk sebangku . Dia yang terus menggodaku, dan aku hanya diam saja.


Tiba-tiba, Gane menggangguku dengan memprovokasi Rui yang baru saja naik bus. Aku merasa perang akan dimulai lagi jika, aku pindah ketempat yang lebih aman. Akhirnya, keadaan pun membaik. Aku duduk disamping Arya (udah lama kan, gak masukkin Are.. Oh iya, dia salah satu teman thor… Makannya dijadikan tokoh). Setelah itu, Bus pun melanjutkan perjalanan ke sekolah.


Setelah sampai disekolah, Aku dan Arya mulai menuju lapangan yang dimana semua murid berkumpul. Rasanya menyenangkan tetapi, empat cewek itu


gak bisa diajak senang. Mereka tetap saja ribut hanya karena diriku. Ampun dah, Tiba-tiba, Seorang wanita menuju diriku. Sudah dewasa, tapi tetap saja awet muda.


“hey nak, kamu tarou kan?...”,ucap wanita itu yang terus memandangiku.


“mungkin kau salah orang..”,ucapku yang menghindar karena takut membuat kesalahpahaman.


“hey.. berhentilah… hey…..”,ucap wanita itu.


“hey ibuuu…. Jangan ganggu cowokku”,ucap Venny..


Wanita yang disebutkan tadi tidak lain adalah ibunya venny, yang bernama Miyasaki Yoko. Seorang wanita yang awet muda , cantik, tetapi tetap berkharisma.Namun, sikapnya juga terikut dari penampilannya. Sangat


kekanak-kanakan.


Sekolah pun membuka acaranya dan bersiap-siap untuk berangkat. Aku pun memilih bangkuku sendiri dan tidak disangka empat cewek itu


saling berdekatan denganku. Aku merasa ini bukan lagi bergenre hikkikomori. Selama diperjalanan, Aku memakan snack yang aku bawa sendiri. Aku ingin memakan bekalku yang ternyata berada di tas Minami. Jadi, aku merasa belum kenyang. Aku pun diam-diam mengambil tas Minami disaat keempat cewek itu tertidur . Setelah


mengambilnya, aku merasa ada yang melihat ku diam-diam. Aku pun menebak siapa yang melihatku.


“ekhemm..”,ucapku mengecek keadaan.


“kya…upsss.”,ucap Irine yang kaget.


Ternyata, Irine yang melihatku , ya. Huh.. kukira siapa. Aku pun menuju bangkunya yang ternyata masih ada bangku kosong. Aku pun mengobrol


dengannya.


“hey.. mau makan?..”,ucapku menawarkan makanan yang berada


ditas minami.


“e-eeh… kamu mencuri, ya?..”,ucapnya dengan malu dan penasaran.


“tidak… aku menyuruhnya untuk membuatkan makanan saja, jadi


aku tidak mencurinya..”,ucapku meyakinkan.


“oh.. memangnya , apa hub-hu-hubungan mu dengannya..?”,ucapnya dengan malu dan makin penasaran.


“tidak lebih dari yang kau pikirkan, hanya ibuku yang berteman dengannya.. itu saja”,ucapku menyembunyikan fakta yang harus kusimpan dengan benar.


“lalu, mengapa kau tidak makan dengannya saja?... nanti, aku


juga yang akan repot dengan empat cewek yang mengejar-ngejarmu ituh..”,ucapnya dengan pasrah.


“apa hak mereka melarangku?.. Mereka kan hanya menggodaku saja, tidak lebih.. ayo makan!..”,ucapku dengan meyakinkanya sekali lagi.


“hihihi.. kamu lucu sekali, ya!.. hey, aku ingat loh… sebenarnya , kita itu sudah temenan sejak lama.. Waktu itu, kau dan aku masih kecil bersama dengan minami dan venny..”,ucap nya dengan mengingat kembali kenangan


dulu..


Author bingung, Siapa temen dulu nya tarou sebenarnya?.. Rui? Atau Minami?....


Lanjut…


“kau ingat ya.. kukira lupa…. Haizz, dulu itu menyenangkan sekali bermain bersama kalian. Aku juga masih polos dan gak ngeres. Karena ada arya dan gane saja aku beginih..”,ucapku menggerutu…


“hihhii…(tertawa kecil) sudahlah, katanya kamu mau makan denganku… ini baru setengah perjalanan.. kok , udah lapar…”,ucapnya meledek.


“habisnya, di rumah tidak banyak si na-.. maksudku nana , pembantu ayah yang sering kerja dirumah, iya … heeh..(untung gak keceplosan… haizzzzz…tarou-tarou.. mau diapakan kalau sudah bocor nanti… huh )”,ucapku yang


sedikit berlebihan…


“kalau begituh.. makan juga punyaku.. aku juga bawa loh.. aku bikin sendiri, karena jadwal foto ku yang banyak…”,ucapnya dengan malu-malu..


Akupun memakannya. Rasanya enak, namun banyak kekurangan yang memang hanya ahlinya yang tau. Ngerti thor?..


“apaan sih.. dari tadi bawa nama-nama author terus… udahlah fokus…”,ucap author kesal.


Lanjut..


“Bb-bagaimana, enak tidak?...”,ucap Irine yang malu-malu dan dalam kondisi hati yang bercampur aduk.


“enak kok… yah, kamu sudah berusaha.. ini mungkin jalanmu untuk menjadi yang terbaik..”,ucapku untuk menyemangatinya.


Namun, aku mendengar suara yang sangat familiar di telingaku. Aku merasa tidak enak. Rasanya seperti tertekan dan mencekam. Sangat takut


melihat kebelakang. Akhirnya, Aku pun menoleh dan yang benar saja.


“hey, kau sudah bangun.. oh , makanannya lagi dimakan ya.. tapi, kok ada yang lain disampingnya.. itu milik siapa..”,ucap Minami yang mengerikan.


“hehe.. punya dia “,bersamaan dengan omongan Irine.


“sekarang… kebelakang.. cepatttt..!!!!”,dengan menarikku seperti tuan yang menarik peliharaannya.


Memang susah melawan perempuan…


Akupun mencari tempat yang kosong untuk menaruh barang-barangku. Lalu, menuju Bu bahenoy yang sebagai guru pemandu. Setelah itu, aku kembali ketempat ku. Tak kusangka, Tempatku dipenuhi cewek-cewek itu…


“hey-hey.. ngapain rame-rame disini, bubar..”,ucapku dengan kesal.


“kami akan kasih kamu fan service kok..”,ucap Venny dengan manja.


“yang bener itu fun bukan fan.. Sudahlah, kalian boleh disini, asal jangan mengacak..”,ucapku menegaskan.


“baik..”,ucap keempat cewek itu kearah ku.


Aku pun bergeser ke arah pinggir, agar tidak mengganggu mereka yang sedang mengobrol. Aku juga menelfon paman agar menyiapkan pengawalnya disekitar Minami. Setelah itu, aku tidur…Ya, iyalah.. aku tidur gak tidur di bus loh..”gak perduli..”,ucap Mr. Comment..”authornya lagi capek bahas


komentar tokoh…”,ucap Mr. Comment..


“hey-hey, Nami.. kesini sebentar..”,ucap Venny mengajaknya dan membawa yang lainnya juga.


“ada apa.. ngapain nih, ngajak sekutu, aku gak mau..”,ucap Minami mempertegas sebelum ia kehilangan kata-katanya. Karena,setahunya Venny


itu adalah Reporter terhandal dan sekali ia membuat pertanyaan makan hasilnya


adalah benar.


“huhh.. aku sedang bertanya loh, keluarkan sedikit kata-kata mu donk.. atau kamu juga ingin menjadi Tarou , ya?.. yang bersikap dingin…”,ucap Venny menyudutkan Minami.


“ah tidak-tidak (sial, susah sekali ngelaknya…) aku cuma males saja menjawab pertanyaanku.. aku juga gak berkaitan dengan Futarou..”,ucap Minami.


“aku gak nuduh kamu berhubungan dengan tarou, tadi itu cuma bercanda tau. Kamu ngomong begini, apa benar-benar suka dengannya?...”,ucap


Venny.


“a-ahaa, tidak kok… tidak-tidak (haiz.. susah mengelak..)..”,ucap minami.


“hey-hey.. kamu.. sudah dibilangin gak ada kaitannya ya sudah.. jangan kamu paksain dong..”,ucapku dengan dingin dan tegas..


“baik-baik , tuan ganteng udah turun tangan, mana bisa aku melawan..”,ucap Venny.


“baiklah, ayo kita bermain Nami..”,lanjutnya.


“tidak,.. nami sedang beristhirahat.. biar aku saja yang ikut,… main apa? Volley.. Ayo..”,ucapku membela.


“t-tapi..”,ucap minami yang kaget..


“sudahlah jangn membelot, kamu itu istriku… kalau kamu kenapa-kenapa , aku juga yang akan mengurusnya”,ucapku berbisik


“sudahlah, Nami disini saja.. Oke.. dah , ya..”,lanjutku dengan lantang..


“eh , dia kenapa.. kok jantungku berdebar.. ah tidak-tidak, mungkin dia masih mengira bahwa pernikahan ini hanya rencana saja.. humph..


padahal aku sudah yakin..”,ucap Nami menggerutu sendiri..


Aku pun memulai lombanya. Yang menjadi wasit kali ini adalah, Arya dan Gane.. Hanya mereka yang author punya, pemerannya kebanyakan cewek.


“satu , dua , Prittt…”,ucap Arya sekaligus meniup peluit.


Permainan pun dimulai, Aku bagian Venny dan Rui bersama Ishie. Aku memulai nya dangan passing bawah. Lalu, Aku menunggu giliranku. Aku


pun mendapatkannya dengan passing dari Venny kearahku, dan Aku pun


menye-mashnya.. Tak kusangka, Wajah rui yang terkena smashnya.


“aduh… bulan ada tiga… matahari ada lima..”,ucap Rui yang


pingsan .


Pemain satunya lagi pun digantikan oleh Irine. Meskipun , ia sangat polos, tetapi ialah peringkat dua dikelas olahraga.


“ini tarou..”,ucap Irine dengan semangat.


“baik.. Ini..”,ucapku .


Tak terasa, Permainan pun seimbang dan mendapat poin tertinggi..110 – 110. Ketinggian itu thor..


Waktunya pulangpun tiba, Aku mencari tempat duduk. Namun, semua bangku penuh. Kecuali, bangku yang berada di samping Nami. Akupun duduk


disana. Lalu, Minami terbangun kaget dan malu, sampai-sampai mukannya memerah.


“e-eh.. tarou.. ke-kenapa kamu disini..”,ucap minami.


“kenapa?...”,ucapku heran.


“ah.. tidak-tidak.. ngomong-ngomong, E-eto.. humph,.. terimaksih telah membantuku tadi..”,ucap Minami.


“jangan sungkan.. kamu ini istriku dan hanya kamu yang kulindungi..”,ucapku meyakinkannya.


“sinih.. mmuah..bagaimana?.. kali ini tulus loh..”,ucapnya dengan malu-malu karena telah menciumku.


“a-aa-h.. terimakasih..”,ucapku yang juga merasa malu.


Kami pun kembali menuju rumah..


….


Sebentar, masih ada satu klip…


“iya tuan muda… “,seseorang dari telepon.


“baik.. dapatkan orang itu.. dia lumayan cantik, akum au dia..”,ucap seseorang diluar telepon.


“baik”,seseorang dari telepon lagi..


Tututututttt.. sinyal terputus..


“kali ini, kudapatkan kau …. Nami-chan..”,ucap seseorang yang diluar telepon, misterius,  buat bingung


thor, keluar dari dialog, ngeselin banget.. Lengkap..


Up lagih…


Prince & Princess School…