Prince & Princess School

Prince & Princess School
26. Kaget..oh aja sih..



Prince & Princess School eps 25…


“Baiklah , aku terima.. Aku juga selalu merasa sendiri selama ini, aku menerimamu, hanna.. tapi, kok kebalik. Seharusnya, Aku yang bilang seperti itu.. sudahlah, apa kamu mau menjadi pacarku?..”,ucap gane malu-malu.


Cie…


“b-bbbaiklah… Aku menerimamu.. Aku merasa sangat s-s-ssenanggg..”,teriak Hanna dengan senang tetapi ia sangat gugup..


Akhirnya, Mereka jadian di hari itu. Merekapun saling berkecup bibir, tanda sepasang kekasih. Setelah itu, Mereka pergi ke restoran FastFood terdekat (author: gak tau tulisannya..). Tanpa sengaja, mereka bertemu denganku (futarou) dan Minami. Awalnya , mereka membungkam hubungan mereka. Lalu,…


“hey, kalian bersama?.. sungguh mencurigakan, katakan padaku, apa hubungan kalian?..”,ucapku dengan lancang dan tegas.


“t-ttidak, kami hanya bertemu di… huh, baiklah, aku menyerah. Kami berpacaran, apa hubungannya denganmu?..”,ucap Gane dengan semangat dan percaya diri..


“huh, kamu sudah memikirkan belum, betapa susahnya menjadi seorang pasangan yang ideal. Aku selalu merasa berpasangan itu adalah hal yang merepotkan. Kamu harus berpikir demikian..”,ucapku yang tidak memikirkan sekitar.


“(jadi…) huh, aku pergi ke toilet sebentar..’,ucap Minami yang tersakiti hatinya..


“wait-wait thor, kok langsung model kayak ginih?.. Si tarou kenapa bisa disini, dan temperament nya jadi begitu?..”,ucap Mrs. Info…


“haduhhh.. maaf bidang pernovelan, kami ulang certia nya.. berpindah ke Futarou dan Minami..”,ucap Thores..


*reload..


Berpindah ke Futarou dan Minami….


Aku dan Minami sedang berada di rumah kami. Kami sedang menikmati waktu dirumah. Aku yang sedang membuatkannya makanan, terkejut. Karena..


“hey, oke.. I Love You..”,ucap Minami yang sedang menonton televisi yang berisi lagu K-POP.


“cih.. dasar tak tahu malu..”,ucapku yang belum melihat Minami yang sedang apa…


*dialog author..


“sebentar, jadi gara-gara itu doank.. Thor, kamu bikin naskahnya kok, kayak ngebuat aku bodoh gituh..”,ucap gane..


“hah, hahahahha… sebentar, Kamu kan posisinya lagi gak tau.. Nanti, author kasih penyelesaian masalahmu di akhir akhir cerita.. santay aja, oke.. jadi gak bermutu nih dialog… dibuang sayang, sudahlah.. lanjutt..”,ucap Thores..


Lanjut..


Aku pun diajak Minami ke restoran FastFood yang ada di seberang kota. Oh iya, di episode kemarin, Gane dan Hanna sudah pulang dari sekolah, dan waktunya adalah hari esoknya.. *maaf, author lupa ngasih>-<..


Aku pun menurutinya saja, dan kami pergi ke restoran itu. Awalnya , aku ingin menanyakan hal tadi, namun banyak sekali halangan yang menggangguku. Setelah semua halangan itu pergi, aku pun ingin melancarkan tugasku. Namun, aku melihat gane dan hanna bersamaan, dan konsentrasiku pun terganggu.


Lanjut di pembicaraan gane dan tarou tadi…


“hey, kau lihat, minami pergi karena kau!... KAU!!, hish..”,ucap Gane dengan kesal…


“maaf-maaf , aku terpancing emosi.. Tapi, perkataan ku agar kau mempertimbangkannya dengan baik, itu adalah benar..”,ucapku dengan berlari ke toilet.


Akupun berlari menuju toilet. Setelah aku sampai disana, aku mendengar tangisan Minami. Aku merasa menyesal, akupun mencoba memasuki ruangannya.


Tiba-tiba..


“hwahhh.. aku menyesal, aku menyesal menikah dengannya, dia tidak perduli denganku lagi… huhuhu…. “,Minami yang menangis dan menyesal..


“(hah, dia?... Apa dia mendengar semuannya?, gawat!...) Berisik lu, baiklah aku keluar…”,ucap Minami…


Krekk…


“maafkan aku minami… aku salah, aku tidak tahu kau akan terpengaruh oleh semua perkataanku… Sekali lagi , aku minta maaf..”,ucapku dengan memeluknya.


“apa tadi?.. kurang kedengeran, aku mau kamu mengulang perkataanmu tadi…”,ucap Minami..


“tidak jadi, aku pergi saja..”,ucapku melepaskan pelukanku dan pergi menuju ruang dalam..


“nih orang apa siluman sih?... Hey, jawab aku..”,ucap Minami..


“sudahlah, ayo kita pergi..’,ucapku memegang tangannya dan mengajaknya keluar dari toilet..


Tiba-tiba.. Kringg-kringgg..


“waduh, bel sekolah kedengeran sampe sinih..”,ucapku kaget..


“hey, sekolah sangat jauh dri sini, dan ini hari libur. Handphone kamu tuh yang berdering..”,ucap Minami…


“oh iya, lupa..”,ucapku mengambil telepon dan menjawabnya..


“bodoh..”,ucap Minami..


“siapa ini, tuan pelakor.. eh-eh, salah.. Tuan salah sambung… saya tidak kenal anda”,ucapku….


“hehe… serahkan saja uang kepadaku, lalu adikmu akan terselamatkan..”,ucap Penculik itu..


“sudahlah.. akan aku beri, tapi dimana adikku?..”,ucap Tarou..


“ohh.. ini…”,ucap pencurinya memberi telefon ke adiknya tarou yang ia culik.


“kak.. selamatkan aku!!!!!..”,ucap Mari….


Adik dari Futarou diculik. Minami pun khawatir dan ingin menyelematkannya sendiri.. Namun , dihentikan oleh Futarou dan Gane. Tiba-tiba, Aryapun datang membantu.. Tetapi, aku berkata..


“sudahlah, aku tidak akan membantumu… kamu kan bisa sendiri, kamu juga gak sopan dengan teman-teman dan juga saudaramu sendiri.. lagipula, kamu juara karate di sekolahmu, kan?.. kakak tidak akan membantu.. dah, kututup teleponnya..”,ucapku dengan dingin.


“nih orang serem amat yak, adik sendiri aja gak mau ditolong… bener-benar dingin..", suara didalam hati Hanna, Gane, Arya dan Minami dengan melihat kearahku..


“apa liat-liat?.. sudahlah, ayo kita selamatkan, keburu terlambat..”,ucapku..


Episode selanjutnya..


“hey, kau, pria gendut.. ayammu terlalu kecil.. tidak akan bisa memuaskan wanita kalau begituh..”,ucap Mari..


“oh , iyakah?...”,ucap pria penjaga..


“kamu tertipu, bweee…”,ucap Mari berlari menuju keluar..


Dorrrr.. bang (author: kok tembakannya kayak di anime cok..).


Prince & Princess School…