Prince & Princess School

Prince & Princess School
1. Prolog




Hari ini adalah hari pertamaku sekolah. Susana yang sangat indah di setiap jalan yang kulewati. Namun, diriku yang masih rabun , tidak memperdulikan hal seperti itu. Aku pun menuju sekolah dengan berjalan kaki . Karena, sekolahku yang tidak jauh dari rumah. Sesampainya disekolah, aku menaruh tas ku dibelakang bangku-bangku yang lain. Pilihanku selalu sama, bangku yang berada di belakang yang berdekatan dengan jendela luar..


Hari perhari kulewati satu persatu. Rasanya seperti hembusan angin yang tak berbunyi. Aku selalu membungkam identitasku, keluargaku, bahkan rahasiaku. Namun, satu hal yang pasti ,aku ini bukan lah sebuah patung yang bernyawa. Melainkan, sebuah mesin yang membisu. Disaat aku merasa sepi, hanya sebuah kotak makan siang yang selalu menemaniku...


Hidupku bukan seperti anak-anak pada umumnya. Hidupku, sunyi, diam, dan tenang....Meski gak ada unsur komedi di prolog nya, tetapi author sudah mempersiapkannya di chapter 1.


Aku pendiam,pendiam,pendiam...sudah...


Tetapi, suatu saat..Ada seorang perempuan yang mengubah masa depanku menjadi lebih baik...Tawanya bagaikan sinar mentari pagi yang menyinariku..(Aduh bucin nih), Tangisannya,bagaikan tangisan air hujan yang sangat murni, dan bersih tak bernoda. Kilauan matanya, seakan memberi tanda bahwa bidadari itu ada...


Kami pun bersama-sama menjalani kisah ini, untuk menemani kalian yang selalu berfikir kreatif dan inovatif. Dan, sekian dari prolog yang saya sampaikan, selebihnya mohon maaf bila ada kesalahan kata....Selamat membaca...