
Kelanjutan episode sebelumnya, Aku dan Minami pun memasuki
kawasan dalam dari Pasar Swalayan. Ternyata, Minami hanya pergi ke toilet dan dia sudah tidak kuat untuk menahan lagi. Aku cuma salah sangka rupanya. Akupun menggandeng tangan Minami. Kami mulai mencari bahan makanan yang akan kami buat nanti. Mula-mula, aku mencari ikan-ikan segar, sayur-sayuran dan beberapa buah
. Lalu, Setelah kami mendapatkan semua bahan-bahannya , kami pun mempersiapkan diri untuk pulang.
Sebentar, Author mau ucapin maaf… karena ada kesalahan di episode 16 yang tertulis, Hana bukan Kana. Sekali lagi, Author meminta maaf atas kesalahan yang author perbuat. Udah segitu ajah..
Lanjut..
Kami pun berjalan keluar pasar dan menuju halte bus. Disini lebih banyak adegan di busnya, kalau season 2 mungkin,…. Nanti sajalah bahasnya. Aku pun memberhentikan bus yang sedang menuju kemari.
“bang.. kiri.. “,ucapku dengan memberhentikan bus itu.
“Indonesia banget..”,ucap author.
“wah.. author gak ngakuin negaranya sendiri..”,ucapku menyinyir author.
“keluar dialog lagi.. saya perwakilan dari novel ini, mengucapkan maaf.. sekaligus..oy… sembarangan nuduh..”,ucap sang author.
Lanjut..
Kami pun masuk kedalam bus. Aku dan minami duduk bersamaan dan berdampingan. Sangat romantis , tapi tak berselang lama….
“humph… romantissnya… , sejak kapan kapan kalian memulai hubungan ini..”,ucap Gane yang mengagetkan kami dari belakan bangku kami..
“wahh.. kau memang anak misterius ya.. sesuai desk dari author…”,ucap Minami.
“sudahlah.. jangan bawa kata-kata author terus…. Nanti kesel dia…”,ucapku menghadap kea rah minami.
*baguslah kalau kau sudah sadar….
“kalian habis pergi kemana?.. jalan-jalan, nongkrong di kafe, menonton film..”,ucap gane yang penasaran…
“eto..kami ke… ke??....”,ucap minami yang bingung.
“Cuma ke taman yang dekat dengan swayalan..”,ucapku menutupi kata-kata yang tidak bisa dijawab oleh Minami. Dia tidak bisa menjawab karena
takut gane akan lebih penasaran tentang hubungan kami.
“ah, iya… (terimakasih taro.. tumben kamu pengertian..)..”,ucap Minami meyakinkan.
“humph… masa cuma ke taman bawa-bawa sayuran.. belanjaan apa lagi tuh?.. banyak banget..”,ucap Gane yang makin penasaran.
“ah.. itu..”,ucap Minami yang ingin menjawabnya..
“biasa… minami itu adalah perempuan tipikal pemakan segala.. jadi, dia perlu banyak makanan…”,ucapku memotong omongan minami.
“(nani..huh…>-<) KAmu…. Huh nyammm“,ucap minami yang kesal seraya menggigit tanganku..
“wayawww… akhh… sakit.. kau lihat kan?... dia saja berani menggigit tanganku.. ehh(ada apa sih nih anak…)”,ucapku yang meyakinkan Gane.
“yasudah kalau begituh,.. oh iya, Aku sudah sampai nih.. dah ya..”,ucap gane..
“ah iya. Dah ya..”,ucapku…
Setelah Gane pergi..
“hei.. lepasin sudah.. asal gigit aja nih.. sakit tau..”, ujarku seraya memegang tangan yang berbekas karena digigit oleh harimau kecilku.
“kamu tadi menyindir diriku pemakan segala sih…. Aku kesal tau..”,ucap minami yang kesal, samapai-sampai kepalanya mengeluarkan asap…
“huhhh, maafkan aku ya...(kringgg…handphone berbunyi..).. sebentar, halo.. ini siapa ya? oh,ya.. ada apa?... huh… paman sakit keras.. baiklah.. kami pergi kesana sekarang..”,ucapku yang panik.
“huh.. ayah sakit?... ayo cepat, kita turun disini saja.. pakkk berhentikan mobilnya.. “,ucap minami yang panik.
Kami pun turun dan segera mencari taksi atau kendaraan yang lebih cepat menuju sana. Gak ada pesawat..tujuan nya itu gak ada jalan umumnya..
Aku dan minami pun memberhentikkan taksi yang sedang berjalan cepat. Setelah taksi itu berhenti, Kami pun masuk dan segera pergi menuju rumah paman. Minami yang terus menangis membuatku merasa iba. Akupun memeluknya, dan sepertinya wajahnya
memerah.
“sudahlah, jangan menangis.. jangan malu juga.. kita kan suami istri , meski aku gak tahu , apa itu cinta?.. mungkin, ini yang terbaik.. cup-cupcup…”,ucapku menenangkannya.
“ah, iya.. terimakasih, taro…”,ucap Minami yang terkesipu malu.
“sudahlah.. jangan menangis.. aku ada disini ko..”,ucapku..
“huwa…. Ayah…”,teriakan minami yang sedang menangis.
“satu, dua , tiga..”,ucapku dengan melakukan kode dan berbisik kepada arah ruangan itu.
Tiba-tiba..
“dhar… darr.. dor… , Selamat ulang tahun, Minami.. semoga kau sehat selalu..”,ucap Orang-orang yang ada diruangan.
“a-aapa ini??...”,ucap Minami.
“ini adalah acara ulang tahun mu… Selamat ulang tahun anak ayah.. anak papa… “,ucap Paman Pete seraya memeluk putrinya.
“humph.. aku kira ayah sakit keras.. Ngomong-ngomong, Siapa yang menyiapkan semua ini?...”,ucap minami.
“huh, ayah tidak apa-apa.. dan yang menyiapkan semua ini adalah..Suamimu..”,ucap paman pete..
“ukhummmm (tersedak)… tidak juga.. paman yang menyiapkan tempatnya kan..”,ucapku merendah.
“ahkk.. anak muda malu-malu…”,ucap paman Pete..
“eto.. terimakasih banyak tarou.. kamu menyusahkanku lagi dan lagi.. Oh iya, Ngomong-ngomong, Bagimana kamu bisa menyusun ini semua?..”,ucap
Minami..
“humphhh… Kejadiannya sebelum libur musim panas..
Dialog antara aku dan bu bahenoy di atap sekolah… #ingetgak..
Bu b : “hey tarou… kamu mau tahu gak.. Minami berulang tahun pada bulan ini loh.. Kamu gak menyiapkan apapun tuh?..”.
Aku: “huh.. ibu-ibu.. tapi, karena ibu. Saya jadi tahu ulang tahunnya Minami.. Terimakasih bu..”.
Bu b:”sama-sama..”.
Darisanalah, aku mulai menyusun rencana-rencananya.. “,ucapku yang menceritakan kejadiannya.
“oh…”,ucap minami yang baru tahu akan hal itu..
“sekarang tutup matamu..”,ucapku yang menyiapkan hadiah.
“baikk..”,ucap minami..
“sudah boleh kubuka..”,ucap Minami..
“belumm… sekarang..”,ucapku yang menyiapkan sebuah kalung untuknya.
“aku buka… wah.. kalung…. Terimakasih tarou… aku cinta kamu..”,ucap Minami yang sangat senang.
Kami pun merayakan malam itu dengan bahagia.
Bonus..
“huh.. kulihat mereka semakin membaik..”, seseorang di luar halaman rumah Pak Pete.
“humph, tarou ya? akan kupantau kembali nanti, hahahhaa..”,ucap seseorang itu dengan meninggalkan tempat kejadian.
Tebak, Siapa tokoh yang selama ini bersembunyi seperti dialog diatas?..
**A. Gane..
B. Arya
C. Pangeran
D. Atau yang lainnya**..
Jawab dikolom komentar ya!!
Prince & Princess School..