Prince & Princess School

Prince & Princess School
14. >JUDUL NYA APA SIH<



Lanjutan chapter 12..


“saya adalah…Ibu tirinya Futarou..”,ucap wanita itu. “kau…”,ucap Minami. “iya, Mushimura Yui, Humphh… Nona Nubuki, panggil saja aku mama…”,ucap nya itu. “baik, non-..Mama.. Tetapi, apa yang membuatmu kesini.”,ucap Minami.


“hanya berkunjung… oh iya, ayahmu bilang, kalau kamu bisa masak, benarkah itu..”,ucap ibunya tarou. “hah, tidak-tidak, ibu ini bisa saja…”,ucap minami. “huh, jangan sungkan.. boleh kita memasak sekarang…”,ucap ibu tarou. “baiklah…”,ucap Minami.


Berlanjut, ke diriku yang sedang berada di dalam bus. Aku duduk dibangku yang berdekatan dengan Gane. Gane pun berkata,”hey, tumben sekali duduk denganku.. “. “apa, jangan kan dudk denganmu, berteman dengan mu


pun juga tidak mau….”,ucapku. “sudahlah, liat itu… cewek yang cantik…”,ucap gane. Sebenarnya , tokoh gane itu author yang bereinkarnasi di situ..hehe. Lalu, aku pun berkata,”hey… aku ini tidak menyukai hal-hal seperti itu..”. “hah, sudahlah… dekati saja…”,ucapnya. “baiklah , demi dirimu..”,ucapku. Akupun mendekatinya dengan duduk didekatnya. Setelah itu, aku berkata,”hey gadis manis, siapa namamu?...”. “huh.. siapa kau?.. are, kau adalah..”,ucap cewek itu. “hey, sebentar-sebentar… sepertinya aku mengenalmu… kau Venny?”,ucapku. “kau masih hafal dengan ku selama ini… kalau begituh, liburan musim panas ini, apa kau mau ikut..”,ucapnya. “hah, liburan?... bukannya kau bukan


disekolahku..”,ucapku. “heih.. aku ini orang penting di sekolahmu loh, dahaya,


aku turun dulu..”,ucapnya sembari turun dari bus. Tiba-tiba, gane pun berkata,”cewek cantik banyak yang kenal dirimu ya!..”. “tidaklah, hanya


kenal..”,ucapku sembari turun dari bus dan menuju rumah. Setelah sampai di


rumah, aku pun membuka pintu dan berkata,”hey, aku pulang…”. Tiba-tiba ,


seorang wanita sialan ituh yang keluar dan berkata,”hey anakku, ayo sini makan…”. “huh, sialan.. Minami, dimana kau?... hey, keluarlah.. “,ucapku. “hey-hey, ibumu sudah kemari.. kenapa kau seperti itu sih…”,ucap nami. “baiklah-baiklah, jangan berkelahi hanya karena diriku oke, sudahlah, ayo kita makan..”,ucap wanita itu. “baiklah.. , oh iya, nami, kau kan sudah bersekolah,


maukah kau ikut liburan musim panas kali ini… yah, mungkin kesempatanmu untuk bersenang-senang.. jika kau mau saja, ya aku tidak memaksamu.. oke.. “ucapku mengesampingkan masalah ku karena minami. "kau tahu dari mana berita ini..", ucap Minami. " ada orang yang memberitahuku soal itu..',ucapku. “baiklah, aku mau..”,ucapnya. “ngomong-ngomong, kamu belajar darimana tentang membuat semua ini, nami?...”,ucap wanita itu. “ini semua resep dari ibuku, karena ia sakit, jadi aku keseringan memasak di rumah..”,ucap minami. “huh… name, jangan terlalu sering mendengar ocehannya, dia itu lebih memikat disbanding bu bahenoy


tau…”,ucapku. “kamu bisa diam tidak sihh..”,ucap nami.. Plukk…suara pukulan


yang diberikan minami kepadaku.. “aduduh…”,ucapku kesakitan.”sudah-sudah, ayo makan… ibu akui, masakan minami memang lezat..”,ucap wanita itu kepadaku.”sudahlah..”,ucapku dengan menghela nafas.”ibu menginap di sini


ya..”,ucap wanita itu. “baiklah ibu, boleh tinggal disini juga kok!..”,ucap Nami . “tidak-tidak, aku takut mengganggu kalian..”,ucap wanita itu.


Tak terasa malam pun tiba. Aku sedang belajar dan Minami sedang duduk diluar. Yah, mungkin aku merasa ingin cepat-cepat selesai sekolah. Namun, Aku merasa menjadi pengecut bila melakukan hal itu. Bang author, kok


dewasa banget ya? Padahal ini teen loh. “gak usah banyak komentar, ikutin


dialog aja”,ucap author. Minami pun dihampiri oleh Yui-san. Bu Yui pun duduk didekatnya seraya berkata,” kamu tulus tidak, mencintai anak mama…”. “tidak kok.. ma, aku benar-benar tulus kepadanya. Namun, Ia bersikeras utuk menyelesaikan semua urusannya sendiri. Tidak ingin menggangguku katanya”,ucap Nami. “baguslah


kalau begitu.. tidak sia-sia aku menitipkannya kepadamu..”,ucap Yui-san. “mama bisa saja… aku malu nih..”,ucap Minami. “sudah sana, temani dia..”,ucap Yui-san. “baik mah..”,ucap Nami.


Keesokan paginya, Aku pergi ke sekolah, dengan Minami. Mungkin , saatnya ia kembali ke sekolah. Aku dan Minami pergi menaikki bus, dan tidak disangka bertemu dengan Rui. Mungkin akan menjadi perang dunia nih..


Setelah itu, Aku duduk berdekatan Minami. Rui pun berpindah tempat menjadi didepan kami. Lalu, Ia berkata,”hey-hey name, kau tak cocok


dengannya..”. “sejak kapan aku menyuruhmu memakai nama depanku..Wanita jelek..”, balas Nami. “wanita sialan….”,ucap Rui. “goloknya


mbak..”,ucapku..PLuk-plukk..pukulan kedua cewek itu kepadaku. Adduh sial sekali hari ini..


Setelah sampai disekolah, Perangpun masih berlanjut dan ditambah dengan satu embel-embel lagi. Siapa lagi kalau bukan Ishie. Aku langsung menuju bangkuku, untuk menghindari perang mereka. “huh.. merepotkan..”,ucapku.


Hari ini , yang bertugas mengajar adalah Bu bahenoy. Aku merasa bu bahenoy biasa saja mungkin karena kabar beredarnya saja yang membuat


namanya menjadi buruk dimata orang. Kasihan juga , ya… “bu, apa ada anak murid baru???.. dengar-dengar sih gituh..”,ucapku. “humph, sepertiny ada…. Dia anak dari penyiar yang terkenal dan perusahaan penyiaran televisi di Jepang…”,ucap Bu bahenoy. “perempuan, bukan?...”,ucapku. “ah iya, kok kamu tahu?”,ucap Bu bahenoy. “tidak hanya menebak saja..”,ucapku. Namun , aku merasa ada perasaan yang mencekam disekelilingku. Tiba-tiba ada yang bersuara,”hey futaroouu… kau mau didadar atau direbus… enaknya sih diorek..”. Ternyata itu suara Minami, Ishie dan Rui yang  bergantian. Mereka bisa membuatku tak berkutik.


Lalu, seseorang memasuki kelas . Dia adalah murid baru yang dibicarakan . Bu bahenoy pun mempersilahkan ia untuk memperkenalkan dirinya di depan . Seseorang itu pun berkata,”halo semuanya, how are you today?... Namaku Venny, Miyasaki Venny… Salam kenal…”. “venny.. I love you.. minta tanda tangan donk.. nambah lagi cewek cantik disini.. kamu bener-bener kaya bidadari..”,ucap para murid lelaki. “ah iya, terimakasih… tapi aku masokis loh..”,ucap venny. “aih… tidak..”,ucap para murid lelaki. “se-masokis apa dirilo..”,ucap Bu bahenoy. “aku main sama cowok, bukan karena duitnya.. tapi telur dadarnya…”,ucap venny. “ih….”,ucap para murid lelaki. “humph, biasa saja.. Aku kencan dengan banyak lelaki, bukan ingin senang-senang, tapi karena ingin menyiksanya..”,ucap Bu bahenoy. “huhh… the best of the core..”,ucap para murid lelaki.


Aku merasa ini akan menjadi suatu hal yang mengesalkan. Akupun berkata,”sudahlah, diam saja..”. “eh… bang futarou, aku kenal kamu udah lama loh bang… kamu juga .. Ponytail-chan..(sebutan minami)”,ucap Venny. “apa kau bilang… aku ini, tunggu.. Ponytail?... pernah kudengar hal itu, tapi dimana ya?..”,ucap Minami. “ah… kau teman lamaku… sudah lama sekali..”,lanjut nya. “humph, tapi aku tidak menganggapmu sebagai… Teman”,ucap Venny dengan manja tetapi menusuk. “kau sini.. dari dulu hingga sekarang, masih saja berkata sinis kepadaku..”,ucap minami. Bu bahenoy pun menyela,”sudah… kita lanjutkan pelajarannya saja..”. “baikkk bu…”,ucap para murid.


Sebelum bel istirahat berbunyi, Bu bahenoy mengatakan bahwa , sekolah mengadakan tour yang diselenggarakan oleh orang tuanya Venny dalam rangka Liburan Musim Panas. Panas juga…..tempatnya, hayo pikiranya. Aku pun berkata,”bu… nanti boleh ke atapkan.. saya mau bicara sama ibu.. empat mata (memandang dingin kepada para siswa dan siswi, temasuk 4 cewek amburadul itu)”. “ahh..(ketakutan)”, seluruh siswa dan siswi dikelas. “b-baik..(pikir positif, mungkin dia nanya tentang masalah keluarganya itu, termasuk minami).. nanti ya”,ucap


bu bahenoy.


Setelah bel berbunyi, Aku pun menuju ke atap bersama Bu bahenoy. Tenang aja, author gak ngasih genre milf kok disini. Aku langsung memulai pembicaraanya dengan berkata,”bu, kamu lihatkan, perut minami yang membuncit, bukan sebab ia gemukan. Tetapi, ada isinya..”. “hah.. lalu, kamu mau bawa dia gak..”,ucap Bu bahenoy. “saya mau ngomong itu ke ibu, eh ibu malah nanya ke saya. Gimana, sih.. “,ucapku. “hehe.. humph… mungkin kamu bawa saja, atau dia kan orang kaya, kamu minta ayahnya mengirim beberapa pengawal… itu mungkin membantunya..”,ucap bu bahenoy. “ide bagus tuh bu. Ya sudah , saya sudah dapat jawabannya. Selamat tinggal bu, jumpa lagi di kelas…”,ucapku. “ah iya..


ah anak muda , sudah berani saja ya (berbisik)..”,ucap bu bahenoy.


Tak terasa, bel pulang pun berbunyi. “humph… Bu bahenoy bikin masalah sama kita nih.. aku gak tahan lagi.. aku juga meski takut sama monyet, tapi aku gak takut dia.. aku juga ikut nih, walau aku murid baru”,ucap keempat cewek itu. Aku merasa mereka saling akrab.


Apa aku boleh harem yah?... Plukkk..”udah di kasih minami ,


malah mau harem.. dasar, tak tahu diuntung..”,ucap author. “iri bilang bos..”,ucap futarou… Duar... “jangan pernah lu lawan thor…”,ucap author.


Lanjut…


Aku pun menuju halte bus, dan melihat seseorang yang ku kenal. Dia mirip seperti ibuku. Perlahan ku dekati ia.. Pelan tapi pasti. Setelah kutepuk , ia menoleh. Ternyata, Pico.. salah orang bro… Ternyata, Hanya perasaanku saja. Minami yang melihatnya pun cemas. Ia mendekatiku seraya berkata,”hey, nagapain kamu nepuk orang sembarangan..”. “gak, cuma keingetan


Ibu..”,ucapku. “oh.. sudahlah, yuk kita pulang.. siap-siap buat besok nih..


kamu kan belum pernah jalan-jalan bersamaku, sama temen-temen juga sih karena kamu pendiem.. oke..”,ucap Nami. “okelah..”,ucaku dengan sedikit helaan nafas.


Entah kenapa , berada disampingnya membuatku tenang… Aku merasa hanya kau yang kucari selama ini. Aku pun menciumnya seraya berkata,”hey,


ayo,.. Nanti ketinggalan busnya loh..”. “hey kau… a-awass aja ya…”,ucap Nami


yang malu. Shy-shy cat lah…


Up agen mamangku… Terimaksih yang konsisten mendukung author ya!... Nanti author buat easter egg nya di chap selanjutnya….


See you…


Prince & Princess School…