Play With LOVE

Play With LOVE
Salah Paham!



Mobil Valen sampai di kediaman Setiawan. Mereka turun dari mobil untuk mengantar Syaa dulu baru kemudian Valen mengantar Renand pulang.


"Nan, lo mampir dulu aja yah, kebetulan ini udah siang pasti mommy gue masak trus nanti di anter Valen pulang" ujar Syaa menawarkan Renand makan siang bersama.


"Iyaa kak mampir dulu gak apa² kan? Soalnya aku juga mau ganti baju bentar" ujar Valen.


"Yaudah deh gak apa², maaf nih jadi gak enak ngerepotin terus dari tadi" ujar Renand tersenyum kikuk agak malu².


"Yaudah yuk masuk, pasti mommy udah nunggu" ujar Syaa berjalan duluan di ikuti oleh kedua lelaki tersebut.


Syaa membuka pintu dan langsung berlari kearah mommynya yang sedang duduk di ruang keluarga sembari menonton tv.


"Mommy aku pulang" ujar Syaa langsung memeluk mommynya.


"Loh Valen mana? " tanya mommy.


"Tuh dia baru masuk, kan aku nebeng Valen jadi yah pulangnya bareng pasti" ujar Syaa melepas pelukannya dan memperbaiki posisi duduknya.


"Siang mommy ku cantik" ujar Valen mencium pipi kiri mommynya. Renand hanya terdiam disamping Valen melihat interaksi ibu dan anak tersebut.


"Kamu sama siapa Len?" tanya mommy melihat kearah Renand sambil tersenyum.


"Ini kak Renand teman satu jurusan dan satu kelasnya kak Syaa mom" ujar Valen.


"Oh temennya Syakilah ya, kenalin tante Laras mommynya Syaa" ujar mommy tersenyum menjulurkan tangannya.


"Iyaa tante saya Renand temennya Syaa" ujar Renand menjabat tangan mommy.


"Berhubung ini udah jam makan siang jadi mommy mau nyiapin dulu yah, dan nak Renand makan siang disini aja dulu baru pulang yah" ujar mommy Syaa.


"Aduhh gak enak tante takut repot nanti" ujar Renand.


"Gak apa² kok Nand, lo makan dulu aja baru dianterin pulang nanti" ujar Syaa.


"Tapi takut tante nanti nambah lagi makannya" ujar Renand becanda.


"Itu sih harus kak soalnya masakan mommy enak bangettt" ujar Valen.


"Yaudah ganti baju dulu trus turun makan, Valen pinjemin Renand baju kamu biar bajunya gak kotor nanti" ujar mommy melenggang pergi.


"Yuk kak kita ke kamar ku ganti baju" ujar Valen dan berjalan menaiki tangga diikuti Renand dibelakang.


Setelah mengganti baju, Syaa, Valen dan juga Renand turun ke bawah untuk makan siang, kebetulan juga daddy Syaa sudah pulang dari kantor.


"Silahkan makan anak²" ujar mommy sambil mengambilkan lauk untuk mereka bertiga.


"Makasih tante" ujar Renand agak menundukkan kepalanya sedikit.


"Kamu gak usah panggil tante, panggil mommy aja kayak Syaa dan Valen ya" ujar mommy.


"Iyaa tan... eh mommy maksudnya" ujar Renand kikuk karena agak malu.


"Oh iya Nand ini daddy aku, dan daddy ini Renand" ujar Syaa.


"Renand om" ujar Renand mencium tangan daddy.


"Sudah berapa lama kamu pacaran sama anak saya? " tanya daddy agak ketus.


"Kita gak pacaran" ujar Syaa dan Renand serentak membuat yang lain melihatnya tersenyum.


"Iiisshhh dad aku gak pacaran sama Renand" ujar Syaa sedikit kesal.


"Masa sih, kok daddy liatnya kayak orng pacaran ya" ujar daddy cuek.


"Jadi kapan akan pacaran? " ujar daddy serius.


"Kok kapan sih dad, orang kita cuma temenan doang" ucap Syaa kesal.


"Lah kan tadi Renand bilang belum pacaran jadi artinya akan pacaran tapi belum sekarang aja waktunya, gitu kan nak Renand? " ucap daddy menerangkan secara jelas pada Syaa lalu menoleh kearah Renand.


"Eh, mmm.... mungkin om" ucap Renand gelagapan sambil tersenyum.


"Nah betul kan kata daddy" ucap daddy.


"Iyaa aja deh, pusing Syaa" ucap Syaa malas.


"Nak Renand panggil daddy aja kayak anak² om, biar akrab gitu" ucap daddy pada Renand dan diangguki olehnya.


"Udah habisin cepat makanannya, ngobrolnya dilanjut nanti aja selesai makan" ucap mommy pada semuanya.


Makan siang bersama mereka penuh dengan keheningan dan kehangatan. Setelah semua selesai makan, mereka semua beranjak pergi dari dapur menuju ruang keluarga. Mereka berbincang banyak hal, tak terasa sudah hampir sore dan Renand pamit untuk segera pulang.


"Kayaknya aku udah harus pulang deh mom dad, soalnya udah sore takut di cari papi" ucap Renand.


"Yaudah gak apa², lain kali bisa mampir kesini lagi kan bareng Syaa? , mommy bakal nyiapin makanan yang lebih enak dan banyak dari yang tadi" ucap mommy mengelus pucuk kepala Renand sambil tersenyum. Hal tersebut membuat Renand sangat senang dan merasa nyaman pasalnya sudah lama ia tidak merasakan sentuhan hangat dari seorang ibu, karena ibu Renand meninggal saat usia Renand 15 tahun akibat sakit.


"Iya mom lain kali Renand mampir lagi kesini" ucap Renand tersenyum sambil memegang tangan mommy.


"Nak jagain Syaa ya kalau dikampus, soalnya Valen kan jarang² ketemu Syaa dikampus jadi daddy amanahin ke kamu aja" ucap daddy menepuk sebelah pundak Renand.


"Iya daddy tenang aja, kalau Syaa aneh² bakal ku jitak kepalanya biar benjol sekalian, hahaha" ucap Renand tertawa.


"Awas aja lo kalau berani jitak pala gue, bakal gue tonjok tuh hidung mancung lo sampai pesekk, bleee" ucap Syaa kesal dan menjulurkan lidahnya kearah Renand.


"Udah gak nih ngobrolnya? Udah karatan aku berdiri dari tadi disini, gak jadi pergi kak? " ucap Valen ketus.


"Ehh sorry Len, jadi kok ayoo" ucap Renand langsung keluar setelah bersalaman dengan mommy dan daddy.


Setelah Renand dan Valen pergi, daddy, mommy, dan Syaa kembali menikmati waktu santainya di ruang keluarga.


"Syaa.., kayaknya Renand anak baik yah? trus ganteng lagi, cocok banget tau sama kamu, kenapa gak di coba aja? " ucap mommy menggoda Syaa.


"Iiihhh tuh kan mommy gitu deh, kalau Syaa punya teman cowok dikiranya pacaran atau nggak di cocok²in sama mereka" ucap Syaa kesal.


"Ya kan mommy cuma bilang aja, kalau kamu gak mau ya gak usah sampe kesel gitu dong Syaa" ucap mommy meledek.


"Daddy, liat deh mommy selalu aja ngeledekin aku sama cowok² yang deket sama Syaa" adu Syaa dengan nada manjanya pada daddy.


"Gak masalah sih, kan anak daddy yang satu ini udah dewasa, sebentar lagi mau lulus kuliah terus kerja, masa masih gak punya pasangan sampai sekarang" goda daddy yang membuat Syaa cemberut dan meninggalkannya beranjak naik ke kamar.


Di dalam kamar, Syaa merebahkan tubuhnya dan tiba² saja terlintas dipikirannya tentang Calvin yang dekat dengan Bianca, Syaa belum memiliki perasaan apa² terhadap Calvin karena masih membencinya akibat kejadian malam itu, tapi dia juga merasa ada yang tidak nyaman didalam hatinya saat melihat kedekatan Calvin dan Bianca. Tidak mau memikirkan hal yang tambah membuatnya lelah, Syaa memutuskan tidur.


Bersambung....


**Hallo Readers! sebelumnya aku mohon maaf kalau dalam cerita aku ini banyak kesalahan kata atau penulisan cerita yang kurang dimengerti, karena ini adalah novel pertama ku jadi aku baru sedikit demi sedikit belajar menulis, kalaupun ada kritikan atau masukan yang ingin kalian sampaikan silahkan meninggalkannya dikolom komentar😁


Yang udah baca novel ku jangan lupa LIKE dan VOTE juga kasih Rate 5 bintang biar aku semakin semangat nulisnya.😊😊


*Gomawo😁


Follow ig :


@fnki.kmala***