
Di kediaman keluarga Lorenza, tampak pria tampan yang baru saja bangun dipagi hari dan langsung berlari masuk kamar mandi untuk mengeluarkan cairan bening yang mengganggu perutnya.
Hoeek.... Hoekk.... Hoeekk...
"Aduh perut gue kenapa sih, perasaan gue belum makan apa-apa deh, masa langsung muntah aja" batin Calvin, sembari mengusap-ngusap perutnya.
Sedangkan Mamanya yang sedari tadi mengetuk pintu untuk membangunkannya sarapan sontak kaget mendapati anaknya muntah-muntah dikamar mandi dengan wajah lesuh dan pucat.
"Ya ampun Calvin, kamu kenapa sayang mual-mual gini? kamu sakit yah sayang? " tanya Mama Calvin panik sambil mengusap wajah anaknya.
"Nggak tau Ma, Calvin baru bangun udah langsung mual gini, perut ku kayak keaduk-aduk" rengek Calvin pada Mamanya.
"Ya udah kamu mending rebahan dulu dikasur, biar Mama buatin minuman anget sama bubur buat kamu" ujar Mama Calvin dan segera pergi ke dapur.
"Bosan banget gue rebahan gini, mending cek medsos aja" pikir Calvin, lalu membuka media sosial instagramnya.
Calvin terus menscroll branda sosmednya, gerakan jari terhenti saat mendapat sebuah postingan rujak yang diposting salah satu *following-nya.
"Duhh, pengen banget gue makan nih rujak, tapi gimana ngomongnya sama Mama, pasti nggak dibolehin makan ini apalagi abis muntah-muntah tadi*" batin Calvin sebari menelah kasar ludahnya.
Beberapa menit kemudian Mama Calvin datang membawa nampan berisi air putih, air rebusan jahe dan bubur.
"Sayang makan dulu, biar Mama yang suapin, kamu masih lemes gitu, kasihan" ujar Mama mengambil mangkok berisi bubur.
Sedangkan Calvin hanya pasrah saja karena takut membuat Mamanya khawatir, padahal jauh didalam lubuk hatinya dia tidak berminat sama sekali makan bubur, yang ia inginkan hanya rujak. Setelah menelan beberapa sendok bubur, Calvin menghentikan Mamanya untuk menyuapkan bubur kembali.
"Udah ya Ma, aku udah gak sanggup abisin buburnya, rasanya pengen muntah" ujar Calvin memelas.
"Tapi sayang kamu harus makan banyak biar gak lemes lagi, biar cepet sehat" bujuk Mama.
"Nggak Ma, aku udah gak kuat sumpahh!, tapi boleh gak kalau aku makan rujak Ma? " ujar Calvin memohon dan menampilkan puppy eyes-nya.
Sontak pernyataan Calvin tersebut membuat Mamanya melongo, karena Calvin tidak pernah makan rujak sebelumnya.
"Kamu yakin mau makan rujak?? cobain aja kamu gak pernah lah ini pengen makan rujak, aneh deh kamu" ujar Mama Calvin.
"Yakin lah Ma, aku tadi liat gambarnya disosial media, kayaknya enak deh" ujar Calvin dengan mata berbinar.
"Yaudah tunggu disini, biar Mama yang bikinin, mumpung buahnya juga ada di kulkas" ujar Mama Calvin, setelah itu pergi meninggalkan Calvin.
Di dapur Mama sedang mengupas buah yang ingin dirujak dan menyiapkan bumbunya.
"Ada-ada aja sih tuh anak, pagi-pagi begini pengen makan rujak, padahal dia baru aja muntah-muntah, pasti perutnya juga masih kosong cuma sarapan bubur beberapa sendok" gerutu Mama Calvin sambil mengulek sambalnya.
Sementara di kamar, Calvin asik dalam khayalannya, membayangkan makan rujak yang pedas dan segar, membuatnya sudah tak sabar ingin menyantapnya, dan akhirnya memutuskan untuk menyusul Mamanya ke dapur.
Ditengah perjalanannya menuruni tangga ia melihat buah yang sudah dikupas diatas meja dan Mamanya yang sedang memindahkan bumbu rujak yang sudah di ulek ke wadah berukuran sedang. Calvin pun mempercepat langkahnya.
"Wahh udah jadi ternyata, kayaknya enak banget nih" ujar Calvin mengambil potongan buah rujak dan mencocolnya dibumbu lalu memakannya.
Setelah buahnya masuk ke mulut Calvin, dia terdiam sesaat sembari mengunyah pelan.
"Gila sih, ini enak banget Ma, baru kali ini aku makan buah di jadiin kayak gini, biasanya dijadiin salad atau toping pie aja" ujar Calvin sembari terus memakan rujaknya.
"Ya emang enak, kamu aja kelamaan diluar negeri jadi gak tau ada makanan kayak gini" celoteh Mama Calvin.
"Nih Ma, udah abis buahnya, kupasin lagi yah" ujar Calvin menyodorkan piring kosong dan memasang tampang melasnya.
"Idih, kalau ada maunya aja baik-baikin Mama, giliran Mama minta mantu kamu gak bisa kasih, huft" ujar Mama Calvin kesal melihat muka anaknya itu.
"Yaudah kamu tunggu dulu, Mama kupasin buahnya" ujar Mama Calvin mengambil piring kosong didepan Calvin dan berjalan ke pantry.
"Oke Mama ku sayang, yang banyak ya buahnya, mangga sama jambu air aja Ma, gausah pake yang lain" teriak Calvin saat Mamanya berjalan ke pantry.
Sembari menunggu buahnya dikupas, Calvin menghubungi temannya untuk datang kerumah. Terlebih dahulu dia menghubungi Renand.
Tutt... tutt... tuutt... (anggap aja suara sambungan telpon)
"Hallo Nand" ujar Calvin saat panggilan tersambung.
"Ya, hallo! Ada apa lo nelpon gue pagi gini, inikan hari libur? " tanya Renand diujung telpon.
"Justru karena libur jadi gue telpon lo buat datang kerumah gue sekalian ajak Dicky sama si Kenzo yang baru pulang dari Paris, kita kumpul-kumpul kayak dulu, sekalian nge-game" ujar Calvin.
"Oke, gue tunggu, bye! " ujar Calvin mengakhiri panggilan.
-----------------------------
Dirumah Renand, dia hendak menguhubungi kedua temannya melalui WA untuk kumpul bareng, tapi tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk segera menghubungi mereka karena melihat status yang diposting oleh Syaa yaitu foto rujak, ia kemudian mengomentari postingan tersebut.
"Astaga Syaa, kamu makan rujak pedes gitu dijam sarapan?, kalau kamu sakit perut nanti bisa bahaya loh Syaa, entar kena asam lambung" tulis Renand dikomentarnya.
Setelah mengirim komentarnya, Renand langsung menghubungi teman-temannya karena pesannya belum dibaca oleh Syaa.
*Tutt....Tuutt.... Tuttt..
"Siapa sih lo pagi-pagi gini ganggu tidur cakep gue? bosan idup lo?" ujar Seseorang dari ujung telpon yang belum sepenuhnya sadar karena suaranya terdengar seperti orang baru bangun tidur*.
"Bukan gue yang bosan idup tapi elo" ujar Renand kesal karena Dicky masih enak-enakan tidur, ya yang tadi itu suara Dicky.
"Ehh, elo ternyata Nand, sorry gue gak liat tadi siapa yang nelpon langsung diangkat aja, gue kira fans gue pagi-pagi nelpon" ujar Dicky yang langsung bangun dari tidurnya dan tertawa kikuk.
"Cihh.... makanya bangun pagi-pagi trus cuci muka biar gak mimpi terus, ya kali lo punya fans, cewek aja masih banyak yang ogah-ogahan sama lo, hahaha" ujar Renand tertawa puas berhasil meledek temannya yang suka tidur kayak kebo' itu.
"*Iri bilang boss" ujar Dicky santuyy.
"Btw, ngapain lo hubungin gue pagi-pagi? " tanya Dicky*.
"Gue cuma mau ngajak lo sama Kenzo main kerumah Calvin, buat ngumpul-ngumpul aja sambil nge-game kayak dulu" ujar Renand.
"Wah seru tuh, oke gue ikut, tapi tunggu... lo bilang sama Kenzo juga, berarti dia udah di Indo dong, wah keterlaluan tuh anak, balik kaga' bilang-bilang" ujar Dicky bersemangat.
"Yaudah, gue mau hubungin Kenzo dulu trus mandi, lo juga mandi jangan tidur lagi, gue ceburin lo di kolam renang kalau lo telat datang ke rumah Calvin" ujar Renand sedikit mengancam.
"Iyaiya, gue langsung mandi abis ini, oke bye" ujar Dicky langsung mematikan sambungan telpon.
"Cihh dasar kebo' " gerutu Renand.
Setelah menghubungi Dicky, Renand langsung menghubungi Kenzo, dan Kenzo pun mengiyakan ajakan teman-temannya.
Mereka semua sudah bersiap-siap dirumah masing-masing untuk berangkat ke kediaman Lorenza.
Setengah jam kemudian, Renand dan Dicky sudah sampai duluan dirumah Calvin, sedangkan Kenzo masih dijalan.
"Nand!, kita masuk duluan aja bentar lagi juga si Kenzo dateng" ajak Dicky.
"Yaudah, ayo! " ujar Renand.
Mereka berdua masuk dan disambut langsung oleh Calvin yang sudah dari tadi menunggu kedatangan temannya setelah menghabiskan rujak dan bersih-bersih diri.
"Hay broo! " sapa Dicky dan Renand langsung memeluk Calvin ala lelaki.
"Loh si Kenzo mana? " tanya Calvin.
"Telat, masih dijalan kayaknya" jawab Dicky.
"Yaudah lo pada mau berdiri terus sampai si Kenzo nongol atau masuk? " tanya Calvin melihat kedua sahabatnya itu berdiri seperti patung.
"Ya masuk lah, ya kali gue berdiri sampai si Kenzo datang, bisa rematik kaki gue" celetuk Renand lalu berjalan masuk ke ruang keluarga di ikuti oleh Dicky disampingnya.
Bersambung.......
Haii Readers!!!
Maaf yah baru up, soalnya masih belajar nulis novel yang bagus sekaligus baca novel-novel Author yang lain, semacam saling mendukung lah ππ sekaligus cari referensi menulis dengan baik dan benar.
Bagi yang mampir ke novel ku yang gak semenarik senior-senior lainnya, mohon ya di like, vote, dan kasi bintang limanya biar aku semangat juga nulisnya.
Gomawo ππ
Follow ig :
@fnki.kmalaπ±