
Lelaki tampan, tinggi putih, wajah blasteran tapi sayang kerjanya cuma gonta ganti wanita dan menganggap wanita hidup cuma untuk menyenangkan pria. Yah, dia begitu pasti karena ada alasan dan alasan dibalik tingkahnya itu karena dia pernah mencintai wanita teramat dalam hingga akhirnya wanita tersebut meninggalkannya tanpa alasan tertentu.
Sore hari dirumah yang megah bak istana, Calvin yang baru sampai dari London siang tadi masih larut dalam mimpinya akibat kelelahan perjalanan panjang, dia berencana akan menemui sahabat-sahabatnya nanti malam di Bar milik salah satu sahabatnya.
Setelah beberapa jam menikmati kasur empuknya, Calvin terbangun akibat alarm handphonenya yang berbunyi sangat kencang dan melirik ke arah balkon kamarnya yang menunjukkan hari sudah gelap. Dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah 30 menit Calvin keluar dan menuju lemari baju memilih pakaian yang ingin dia kenakan untuk malam ini. Setelah rapi dan wangi, dia keluar kamar menuruni tangga.
"Vin sini makan malam dulu sama yang lain, kamu pasti capek dan laper kan habis perjalanan jauh" kata Mama Calvin menghampiri dan menuntun anaknya duduk dikursi.
"Iyaa Ma, tapi habis ini aku mau langsung pergi soalnya udah janjian sama anak anak yg lain buat ngumpul" kata Calvin sambil menaruh nasi serta lauk di piringnya.
"Oh yaudah, kamu habisin dulu makanan kamu baru boleh pergi, dan jangan nakal kamu" kata Mama Calvin.
"Ingat vin besok hari pertama kamu masuk ke kampus baru, jadi pulangnya jangan kemaleman" tambah Papa Calvin.
"Iyaa Ma, Pa tenang aja Calvin gak lama kok" kata Calvin sambil mengunyah makanannya.
"Vin, kamu gak mikirin perempuan itu lagi kan??" tanya Papa Calvin penasaran.
"Nggak kok Pa, Calvin udah gak mikirin Kanita lagi, Papa kan tau sendiri gimana hubungan aku sekarang sama dia" kata Calvin berbohong, sebenarnya Calvin masih mengharapkan perempuan yang meninggalkannya itu kembali karena Calvin masih mencintainya.
"Papa gak mau aja kamu itu mainin perempuan terus karna belum bisa melupakan dia, Papa gak mau kamu jadi pecundang yang suka mainin hati perempuan" kata Papa Calvin menasehati.
Ya Papa Calvin berkata seperti itu karena melihat perubahan dari Calvin setelah ditinggal Kanita, sangat terpuruk dan setiap hari hanya bermain wanita sana sini.
Setelah semua selesai makan, Calvin mengambil kunci mobil dan jaketnya di kamar dan turun berpamitan dengan Mama dan Papanya.
20.00 WIB, Calvin tiba diparkiran Bramble Bar, lalu ia turun dan langsung disambut oleh ketiga sahabatnya, Dicky, Renand, dan Kenzo sang pemilik Bar.
"Heyy bro, makin ganteng aja pulang dari london" sapa Renand basa-basi sambil bersalaman ala lelaki.
"Jelas dong, dimanapun gua pasti yang orang perhatiin itu ketampanan gua, hehe" kata Calvin dengan gaya narsis.
"Sokk banget sih lu, mentang-mentang cakep banyak yang nempel sana sini" kata Kenzo.
"Udah deh daripada ngebacott mending kita masuk aja, didalem gue punya kejutan buat lu Vin, pasti seneng deh lu" kata Dicky yang sudah tak sabar ingin masuk.
Mereka masuk kedalam Bar dan berjalan menuju meja yang biasa mereka tempati, dimeja tersebut sudah ada wanita cantik dan sexy tersenyum kearah mereka berempat, namanya Stella Rebecca seorang model cantik dari Agensi HMM (Harr's Media Management) milik orang tua Renand. Stella memang sering kumpul bersama mereka karena mencintai Calvin dan sering menemani Calvin melepaskan hasrat, tapi sayangnya Calvin tak mencintainya dan menjadikannya sekedar pemuas hasratnya disaat mabuk.
"Haii Stella, sorry nunggu lama, habis jemput pangeran tampan mu dulu" sapa Dicky.
"Nggak kok, aku jg baru sampe ini" balas Stella tersenyum lebar.
"Sabar, udah gua pesen tadi, bentar lagi juga dibawa kesini" kata Kenzo sambil menghisap rokoknya. Sedangkan Calvin dan Renand hanya diam melihat tingkah para sahabatnya.
Tak lama minuman pun datang...
"Wahh asik nih pesta lagi kita, ken gratis kan??" tanya Dicky pada Kenzo
"Enak aja lu bayarlah, bisnis mah tetep bisnis gak kenal saudara atau temen" kata Kenzo.
"Idih pelit banget sih lu, untung cakep" kata Dicky mencandai Kenzo.
"Udah biar gue yang bayar semuanya, yang penting malam ini kita party" kata Calvin yang dari tadi diam.
Mereka memulai pestanya dengan semangat sampai mereka gak sadar sudah menghabiskan beberapa botol alkohol dan mabuk ditempat dalam keadaan acak-acakan.
Sementara Stella, Calvin, dan Renand masih setengah sadar masih sibuk minum.
"Vin kita ke kamar yukk" ajak Stella pada Calvin yang asik minum bersama Renand.
"Kamu duluan aja seperti biasa, nanti aku nyusul" kata Calvin yang masih minum tapi sudah pusing.
"Yaudah jgn lama yah baby, aku menunggu mu" kata Stella dengan gaya sexy yg disengaja untuk menggoda Calvin dan langsung pergi.
"Vin mending lu gak usah main perempuan lagi deh, ntar kualat lu baru tau rasa, mending lo buka hati untuk wanita lain dan lupain kanita dan berhenti mainin Stella dan wanita lain lagi" kata Renand yang setengah sadar menasehati Calvin, karna Renand paling anti sama main perempuan dan dia paling setia diantara yang lainnya meskipun sekarang masih jomblo.
"Gue gak bisa lupain kanita, dia cinta pertama gue dan gua pacaran sama dia itu dari kelas 1 SMA sampai lulus jadi susah buat gue gak mikirin dia yang udah lama menetap di hati gue sekalipun dia ninggalin gue" kata Calvin yang wajahnya berubah jadi sendu.
"Gue harap lu bisa pikirn diri lu dan masa depan lu jg, bukan hanya kanita terus yang lu pikirin atau wanita-wanita mainan lu yang lain" kata Renand dengan wajah serius dan tak di tanggapi lagi oleh Calvin.
Bersambung....
Mohon Sarannya yah Readers kalau kalian ada yang pengen ngasih masukan-masukan biar aku bisa buat cerita yang sesuai dengan minat pembaca dan mudah untuk dipahami 😊 dan jgn lupa kasi kritik kalau ada salah kata, huruf, dan kurang dipahami dari cerita ini, karena saran dan kritikan kalian akan sangat berguna untuk menjadikan cerita ini novel yang bagus dan seruuu 😊😊
like dan komen jangan lupa yah, aku tunggu komentar kalian yang udah baca cerita ku 😊
Follow instagram:
@fnki.kmala