
Pagi ini Syaa bangun dan merasakan tubuhnya seperti remuk akibat pergulatan semalam ditambah lagi dia tertidur disofa sampai pagi, ia merentangkan tangannya ke atas dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, untung saja diapartemennya masih banyak baju-baju bagus yang biasa dia simpan disaat tidak pulang kerumah.
Setelah selesai, Syaa bergegas keluar dari kamar dan keluar apartemen, kini dia mulai melajukan mobilnya ke kampus dengan wajah lesu dan tak bersemangat.
Sedangkan Calvin, ia sudah bangun dan agak terlambat, dia duduk dipinggir kasur dan tak sengaja melihat bercak darah disana, ia mulai berfikir tentang apa yang terjadi padanya tadi malam dan dia ingat kalau tadi malan sempat meniduri Kanita tapi yang membuatnya bingung kenapa ada darah disana padahal Kanita sudah tak perawan lagi akibat ulahnya dulu, sedangkan Stella sudah jelas bagaimana kehidupan malamnya jadi tidak mungkin itu Stella. Tak mau ambil pusing Calvin langsung bergegas menuju kamar mandi membersihkan diri dan mengganti pakaian rapi dengan pakaian yang sudah ia sediakan tadi malam oleh Stella karna hari ini adalah hari pertamanya masuk ke kampus baru. Setelah itu Calvin keluar dan langsung menuju kampus.
Diparkiran kampus terlihat Syaa yang baru sampai, seperti biasa teman-temannya menunggu disana...
"Syakila, lo tadi malem kemana aja, bokap nyokap lo nyariin lo tau gak, dia nelfon gua terus cuma buat tau lo ada kasi kabar ke gue apa nggak" jelas Bianca yang khawatir.
"Maaf yah kalau pada khawatir, gue tadi malem ada urusan dulu trus selesainya malem banget jadi gue pulang ke apartemen takut gangguin orng rumah" ucap Syaa dengan wajah lesu dan pucat.
"Lo gak kenapa-kenapa kan Syaa, kok lesu banget sih, muka lo juga pucet kayak orang sakit aja" tanya Yuki sembari meletakkan tangannya dikening Syaa.
"Nggak lah, gue sehat aja kok cuman lagi kecapean aja tadi malam pulangnya kemaleman" ucap Syaa tersenyum manis menutupi kegelisahannya.
"Yaudah Syaa mending kita ke kantin aja dulu, lo pasti belum sarapan tadi di apartemen, trus minum vitamin" ucap Bella perhatian. Mereka berempat langsung menuju kantin, sesampainya di sana ternyata ada Valen dan juga Al sedang menikmati minumannya.
"Syaa duduk dulu gue pesenin makanan sama minum, bentar yah" ucap Bella berlalu meninggalkan meja. Belum berapa menit duduk, Syaa udah berhadapan dengan Valen yang mengambil posisi duduk didepan Syaa.
"Kak, kemana aja lo semalem, daddy sama mommy khawatir nyari lo sampe kaga tidur semaleman nungguin lo pulang, seenggaknya kasih kabar kek biar semua gak pusing mikirin lo kemana" ucap Valen sedikit kesal dengan nada meninggi.
"Iyaiya, maafin gue len, gue tadi malem ada urusan mendadak trus pulangnya kemaleman jadi gue ke apartemen, ponsel gue juga mati" jelas Syaa pada Valen yang terlihat sedikit gugup.
"Yaudah ga apa-apa, nanti habis kuliah langsung pulang kerumah jangan keluyuran lagi" ujar Valen yang dibalas anggukan dari Syaa, setela itu pergi meninggalkan Syaa.
Sementara diparkiran kampus baru saja terparkir mobil sport berwarna merah keluaran terbaru yang saat ini menjadi pusat perhatian para mahasiswi, yah siapa lagi kalau bukan si fuckboy Calvin dan Renand yang sempat di jemputnya tadi sebelum ke kampus.
Calvin dan Renand turun dari mobil dan berjalan melewati mahasiswi-mahasiswi yang menatapnya penuh kagum, dia ingin ke ruangan dekan yang mana agak berdekatan dengan kantin.
Dari kejauhan Syaa yang sedang menikmati minumannya tersendak melihat seseorang yang tampak ia kenali, Syaa menatapnya dengan kebencian dan wajah kesal penuh amarah.
"Syaa lo kenapa??" ujar Bella sambil menyodorkan tissu kearah Syaa.
"Ah gapapa kok, gue baru inget tadi ada buku gue ketinggal dimobil, yaudah gue pergi dulu yah, byee" ujar Syaa gelagapan dan beranjak pergi. Yang lain hanya memperhatikan Syaa pergi dengan raut wajah menutupi sesuatu.
"Syaa kenapa yah kayak orang gelagapan gitu, kayak abis liat setan aja" ujar Yuki yang penasaran.
"Iyaa aneh dia, tadi pagi pucat bnget kayak mayat trus sekarang kayak ketakutan gitu" ujar Bella keheranan dengan tingkah Syaa.
"Kita susul aja yuk, takut nanti dia kenapa-kenapa" ajak Bianca berdiri dan diikuti oleh kedua temannya.
Sementara Calvin dan Renand yang berada didalam ruang dekan terlihat sibuk berbincang-bincang. Tidak terasa sudah beberapa menit didalam mereka pun keluar mencari keberadaan kelasnya. Tak disangka mereka satu jurusan dan satu kelas dengan Syaa dan teman-temannya.
Syaa yang sudah berada di dalam kelas hanya diam termenung memikirkan bagaimana bisa dia bertemu lagi sama pria brengs*k itu. Tanpa dia sadari dua orang laki-laki masuk ke kelas dan mengambil tempat dibangku yang kosong.
"Iyaa sorry tadi gue gak jadi ke parkiran" ujar Syaa dengan nada cuek tak bersemangat.
"Syaa lo kenapa sih dari tadi murung terus, cerita lah ke kita, kita kan sahabat Syaa" tanya Yuki tanpa ditanggapi oleh Syaa.
"Udahlah Yuki gak usah kepo, gue yakin Syaa pasti bakal cerita kok sama kita tapi mungkin belum sekarang, dia mungkin belum siap berbagi cerita atau masalah ke kita karna butuh privasi jg" ujar Bianca terlihat dewasa, sambil mengelus-elus pundak Syaa. Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang memperhatikannya, Calvin sedikit kagum pada Bianca tanpa memperhatikan Syaa karna Calvin jg lupa bahwa Syaa yang dia tiduri pada malam itu.
Beberapa menit kemudian dosen masuk dan memberi materi, proses belajar mengajar berjalan lancar. Dosen juga memperkenalkan mahasiswa baru dikelas itu. Dan betapa terkejutnya Syaa saat menoleh.
"Astaga kenapa mesti satu kelas sih, aduhh muak banget gue harus liat dia tiap hari" Syaa menggerutu pelan.
Sudah 1 jam lebih mereka menerima materi dan akhirnya selesai. Masing-masing keluar dan menuju parkiran kampus untuk pulang. Dan Syaa dengan langkah cepat menuju parkiran, dia ingin segera pulang mengristirahatkan pikirannya yang kalut.
Bella dan Yuki juga sudah pulang, tinggal Bianca yang masih di kelas membereskan buku-bukunya.
"Haii, nama gua Calvin, kalau lo siapa" sapa Calvin basa basi yang dari tadi nungguin kelas sepi sambil mengulurkan tangannya.
"Gue Bianca" ujar Bianca tersenyum tanpa membalas uluran tangan Calvin.
"Kenapa lo belum pulang?" tanya Calvin.
"Ini juga udah mau pulang kok, gue duluan ya" jawab Bianca dan pergi, belum juga beberapa langkah tapi tangannya sudah di cegat Calvin dengan cepat.
"Kenapa?? " tanya Bianca membalikkan tubuhnya ke Calvin.
"Gue bisa minta nomor hp lo gak??" tanyanya sedikit kikuk karna ragu-ragu dan menyodorkan hpnya ke Bianca. Bianca tersenyum dan mengambil hp Calvin lalu mengetik berberapa digit angka.
"Nih, udah gue miskol jg ke nomor gua" ujarnya memberikan kembali hp Calvin dan melangkah pergi. Calvin hanya tersenyum sembari melihat punggung Bianca yang mulai tak terlihat lagi, lalu dia memutuskan pulang.
Bersambung....
Mohon maaf yah Readers kalau ada kekurangan dalam cerita ini, maklum ini novel pertama yang aku tulis jadi belum Pro 😁 masih harus banyak belajar sama Author" yang hebat.
Dan juga mohon bantu like, komen, dan vote karya aku ini biar aku makin semangat nulis, dan insya allah semakin banyak kalian mengapresiasi novel ku ini aku akan terus berusaha menulis cerita yang bagus.
Tanpa kalian aku bukan siapa-siapa dan tanpa like dan vote kalian novel ku bukan apa-apa😁😁
Komen juga biar makin asik dan akrab 😊
Follow instagram ku:
@fnki.kmala