Play With LOVE

Play With LOVE
Kecurigaan Calvin!



Mobil Calvin baru saja berhenti tepat di parkiran bertepatan dengan mobil Valen yang di dalamnya ada Syaa. Calvin turun dari mobil disusul Renand yang ada di dalam juga. Syaa yang baru keluar mobil bersama Valen tiba² pandangannya tertuju pada Calvin, dia menatap Calvin sinis dengan tatapan permusuhan. Calvin yang melihat itu mengerutkan keningnya, ia heran melihat Syaa seperti ada masalah diantara mereka berduan. Syaa langsung pergi menuju kelas, dia tak mau berlama-lama melihat Calvin.


Calvin dan Renand berjalan menuju kelas, tiba-tiba bertemu Bianca yang juga hendak ke kelas.


"Haii Bianca" sapa Calvin tersenyum manis.


"Oh haii" balas Bianca singkat.


"Ohya nanti pulang sekolah lo pulang ama siapa? " tanya Calvin serius.


"Di jemput sama supir" jawab Bianca.


"Lo pulang bareng gue aja, biar gue yang nganter lo selamat sampai rumah" ujar Calvin tersenyum hangat, membuat dada Bianca berdebar tak karuan.


"Tapi gue pulang sekolah pengen mampir ke toko buku dulu" ujar Bianca.


"Gak apa², biar gue anterin lo ke toko buku sekalian" ujar Calvin lagi.


"Yaudah deh, tapi gak ngerepotin kan?" tanya Bianca malu², dibalas gelengan keras oleh Calvin.


"Dosen gak lama lagi masuk, yuk bareng masuknya" ajak Calvin sambil menarik pelan tangan Bianca masuk ke kelas.


Bianca yang mendapat perlakuan itu sontak kaget tapi setelahnya iya mengikut saja sambil tersenyum malu.


Suasana kelas yang tadinya ricuh tiba-tiba mendadak hening dan semua mata tertuju pada Calvin dan Bianca yang baru saja masuk bergandengan. Banyak yang terlihat berbisik-bisik tapi tak di hiraukan oleh Calvin dan Bianca. Mereka berdua duduk dibangku masing².


"Biii, kok lo bisa sih gandengan gitu sama mahasiswa pindahan itu? " tanya Yuki penasaran.


"Entahlah, yang pasti gue seneng banget tau gak, kemarin dia minta nomor hp gue dan tadi dia ngajakin gue pulang bareng" ujar Bianca tampak kegirangan tapi memelankan suaranya.


"Serius lo Bi? Kok bisa sih padahal kan lo baru kenal sama dia" tanya Bella tak percaya dan di angguki oleh Bianca dengan cepat.


"Jangan² dia naksir sama lo Bi makanya deketin lo mulu" ujar Yuki ngasal.


Jlebb...


Perkataan Yuki sontak membuat Syaa terkejut dan ada rasa tak karuan di dadanya. Syaa dari tadi diam memperhatikan temannya tersebut bahagia karena laki-laki baj*n*an yang sudah merenggut masa depannya.


"Syaa, lo kenapa dari tadi ko diem aja, ada masalah yah? kalau punya masalah cerita sama kita Syaa siapa tau kita bisa bantu"


"Gue gak apa² kok, cuma mager aja lagi badmood" ujar Syaa dengan wajah lesuh.


Syaa menatap dalam² Calvin yang tengah asikk ngobrol bareng Renand. Bayangan kejadian malam itu sekilas terlintas dipikirannya, bagaimana ji ka terjadi sesuatu dengan dirinya dikemudian hari dan mengharuskan Calvin bertanggung jawab, bagaimana perasaan Bianca kalau mengetahui laki² yang disukainya sudah pernah tidur bersama Syaa sahabatnya.


Pelajaran berjalan lancar setelah beberapa jam, dosen pun sudah lebih dulu keluar dan di susul mahasiwa lainnya karena ini sudah jam istirahat. Syaa dan temannya pergi ke kantin kampus, disana juga sudah ada Valen dan Al yang duduk menyantap makanannya, juga ada Calvin dan Renand yang hanya duduk menikmati minumannya. Syaa yang tadinya bersemangat ke kantin tiba² moodnya berubah ketika melihat Calvin dari kejauhan dan tak sengaja Calvin menangkap sorot mata Syaa yg memandangnya.


"Kok matanya kayak gak asing yah, kyk pernah gue tatap lamaaa gitu, tadi kapan? dimana? " ucap Calvin dalam hati.


Pandangan mereka terputus kala Bianca menarik Syaa dan temannya duduk sebangku dengan Calvin.


"Haii Vin, boleh gabung kan?? " ujar Bianca.


"Boleh dong, apasih yang gak boleh kalau buat lo" ujar Calvin menggombal.


"Haha bisa aja lo Vin" ujar Bianca tersipu malu.


Bianca duduk di samping Calvin, sedangkan Syaa didepan Renand. Setelah mereka memesan makanan, mereka menyantapnya. Calvin dan Bianca asik ngobrol sedangkan Syaa sibuk memperhatikannya dan tak menyentuh makanannya.


"Kamu kenapa?? Kok makanannya gak dimakan?? " tanya Renand yang memperhatikan Syaa daritadi.


"Nggak kok, aku cuma udah kenyang aja" jawab Syaa gelagapan.


"Ohya, kenalin aku Renand" ujar Renand menjulirkan tangannya kearah Syaa.


"Iyaa gue Sakila, panggil Syaa aja" ujar Syaa menjabat tangan Renand dan tersenyum hangat. Renand yang melihat senyum Syaa yang manis itu jadi terpaku. Tanpa mereka sadari ada banyak mata yang memperhatikan mereka berdua.


"Ehhem, tenggorokan ku kok kering yah" ujar Yuki ngasal.


"Kalo kering ya minum lah bambang" ujar Syaa nyolot.


"Idiihh, gue Yuki ya bukan bambang, enak aja lo mau ganti nama gue gak pake nyembelihin gue kambing" ujar Yuki sedikit cemberut.


"Lo mau kambing Ki? Nanti gue kirim ke rumah lo sekalian sama abang²nya biar langsung disembelihin didepan lo" ujar Syaa sambil tertawa puas meledeki Yuki.


"Gak sekalian lo datang trus gue yang sembelih lo langsung" ujar Yuki agak kesal.


"Uuuuhh cup cup cup, temen gue ngambek yah, suka deh kalau ngambek gini, mukanya makin keliatan jeleknya" ujar Syaa tertawa keras yang membuat semua perhatian tertuju padanya. Renand, Calvin dan Al memperhatikan Syaa dengan tatapan serius seperti tak ingin berhenti memangdang lekat wajah cantik Syaa. Syaa yang merasa diperhatikan agak risih.


"Ngapain sih liat gue kek gitu amat, serem tau gak kayak ketahuan nyolong kinder joy gue di minimarket" ujar Syaa ngasal.


"Aa...e-enggak kenapa² kok, cuma suka aja liat kamu ketawa, cantikkk!" ujar Renand tersenyum.


"Bisa aja sih, lo juga ganteng" ujar Syaa tersenyum juga, Renand yang mendengar itu sontak merasa bahagia karena ucapan Syaa tadi.


"Ehh sebentar lagi dosen masuk nih, kita ke kelas yukk" ajak Bella memecahkan keheningan.


"Kuyy lah guys" ujar Yuki yang sudah berdiri.


"Kalian duluan aja yah gue mau ke toilet dulu bentar" ujar Syaa meninggalkan semuanya menuju toilet.


Bianca, Yuki, Bella, dan Renand berjalan duluan menuju kelas, sedangkan Calvin agak tertinggal dibelakang. Tiba-tiba perut Calvin sakit dan memutuskan mampir ke toilet.


Calvin masuk dan bertepatan dengan Syaa yang baru mau keluar membuat mereka tak sengaja bertabrakan hingga Syaa terpental dan jatuh. Calvin yang melihatnya melangkah maju hendak membantunya berdiri tapi hal tersebut membuat Syaa ketakutan karena bayangan² malam itu muncul.


"Jangan mendekat, gue mohon please stop sampai situ" ujar Syaa gugup dan keringetan.


"Gue cuma mau bantu lo berdiri" ujar Calvin tak menghiraukan perintah Syaa dan tetap melangkah.


"Gue bilang stoppp please" ujar Syaa, matanya mulai berkaca-kaca dan keringat yang bercucuran dikeningnya.


Calvin yang melihat tingkah Syaa merasa aneh, seperti ada yang Syaa tutupi darinya, karena mulai dari pertemuan pertama Mereka di restorant waktu itu sampai sekarang sikap Syaa ke dia sangatlah aneh, sepertinya mereka sudah pernah bertemu sebelumnya tapi entah kapan dan dimana, pikir Calvin.


"Dasar cewek aneh" ujar Calvin meninggalkan Syaa yang masih terduduk di lantai.


Syaa segera berdiri dan melangkah cepat ke arah kelas. Saat Syaa masuk tidak sengaja ia menabrak Renand.


"Ehh sorry gue gak sengaja, gue buru² tadi" ujar Syaa.


"Iyaa gak apa², kamu kenapa kayak abis dikejar tukang kredit gitu, sampe keringetan" ujar Renand memegang bahu Syaa.


"Iyaa gue gak kenapa" kok, cuma takut aja telat masuk kelas jadi buru² deh" ujar Syaa berbohong.


Calvin yang datang dari kejauhan melihat Renand memegang bahu Syaa yang terlihat seperti akrab menyipitkan kedua matanya, ia heran kenapa Syaa begitu takut disentuh olehnya sedangkan dengan Renand dia tampak begitu tenang. Tak mau pusing memikirkan itu, Calvin segera berjalan masuk kelas melewati Syaa dan Renand.


Jam kuliah telah selesai, semua mahasiswa sudah meninggalkan kelas...


"Bi, jadikan pulang sama gue? " tanya Calvin menghampiri Bianca yang masih membereskan bukunya.


"Iyaa jadi, gue udah bilang supir gue supaya nggak jemput" ujar Bianca.


"Yaudah yuk gue anter ke toko buku trus gue antern lo pulang dengan selamat sampai tujuan" ujar Calvin menggenggam tangan Bianca dan menariknya pelan keluar menuju parkiran. Bianca yang melihat itu merasa terkejut dan hatinya berdebar.


Sampai diparkiran dia langsung menuju mobilnya, disana sudah ada Renand yang menunggu.


"Nan, lo pulang naik taksi aja ya, gue mau nganter Bianca pulang" bisik Calvin.


"Dasar lo fuckboyy, udah dapet mainan baru main buang gue gitu aja" ujar Renand sedikit kesal, hanya dibalas senyum oleh Calvin.


Calvin dan Bianca sudah masuk kedalam mobil dan segera meninggalkan kampus. Valen yang baru sampai diparkiran bersama Syaa dan juga Al melihat Renand sendiri.


"Lo ngapain masih disini, mobil Calvin mana? kan tadi datang bareng lo" tanya Syaa.


"Gue ditinggal, Calvin lagi nganter Bianca pulang" ujar Renand sedikit Kesal.


"Yaudah pulang bareng gue aja, biar dianterin nanti sama adek gue" ujar Syaa.


"Emang kita searah? kamu tinggal dimana? " tanya Renand.


"Gue tinggal di perumahan Puri Indah" jawab Syaa.


"Owhhhh, kita gak searah berarti, gausah deh takut ngerepotin kan gak searah juga, mending gue naik taksi aja" ujar Renand


"Gak apa² kak, nanti biar gue anter ke rumah kak Renand tapi kita drop kak Syaa dulu dirumah sebentar, gak apa² ya? " ujar Valen dengan ramah.


"Iyaa deh gak apa², btw makasih nih udah mau ngasih tumpangan, jadi ngerepotin" ujar Renand tersenyum malu.


Dari tadi Al terus memperhatikan Renand dengan sinis karena merasa tersaingi....


" Al gue duluan yah" ujar Valen menepuk sebelah pundak Al.


"Kita duluan ya Al, lo juga pulang gih, jangan ngebut" ujar Syaa perhatian kepada Al karena sudah menganggap Al seperti adeknya sama kayak dia ke Valen, tapi ucapan Syaa itu membuat Al tersenyum senang karena merasa diperhatikan oleh Syaa.


"Iya lo juga hati² Syaa" unar Al tersenyum dan masuk ke mobilnya.


Setelah Al pulang, mereka bertiga juga masuk ke mobil dan meninggalkan kampus. Valen yang mengemudi dan Syaa duduk disampingnya dengan Renand yang duduk di belakang Syaa. Sepanjang perjalanan suasana hening, Renand terus memperhatikan Syaa didepannya dan Valen memperhatikan Renand yang mencuri pandang pada kakaknya hanya bisa tersenyum.


Bersambung....


**Haii Readers!! semoga kalian suka sama novel yang aku bikin ini, kalau ada salah² kata atau penulisan cerita kurang baik mohon sampaikan kritik anda di kolom komentar biar aku bisa introspeksi cara aku dalam menuliskan cerita, aku harap kalian juga like dan vote novel aku ini biar aku makin semangat nulisnya, karena tanpa kalian novel aku bukan apa²😊😊😊


Gomawo😄


Follow instagram ku:


@*fnki.kmala***