Play With LOVE

Play With LOVE
Kedekatan Calvin dan Bianca



Satu bulan berlalu, Bianca dan Calvin semakin dekat, tapi kedekatan mereka hanya dianggap biasa oleh Calvin untuk menutupi kesedihannya yang masih sering memikirkan kekasih lamanya yang telah pergi entah kemana, Calvin dekat dengan beberapa wanita hanya untuk menghibur dan menemani hari-harinya yang membosankan, berbeda dengan Bianca yang memang menyukai Calvin, dia menganggap perasaannya terhadap Calvin lebih dari sekedar seorang teman atau sahabat.


Sedangkan Syaa dan Renand juga semakin hari terlihat semakin akrab dan dekat layaknya sahabat, tapi Renand diam-diam menyembunyikan ketertarikannya pada Syaa, dia takut mengungkapkannya pada Syaa karena tidak siap menerima jawaban yang tidak dia inginkan dan juga dia takut kedekatannya dengan Syaa akhir-akhir ini akan renggang jika Syaa menolaknya dan merasa tak enak hati.


Mereka semua menjalani hari-harinya seperti biasa dan normal.


"Ma pa, aku berangkat dulu yah" pamit Calvin sembari mencium tangan kedua orang tuanya.


"Iyaa, hati-hati ya sayang, jangan ngebut" ujar mama Calvin.


"Vin, nanti pulangnya jangan kemaleman, ada yang pengen papa bicarain sama kamu" ujar papa Calvin.


"Iya ma pa, byee" ujar Calvin sambil berjalan keluar rumah.


Pagi ini Calvin berangkat lebih awal karena ingin menjemput Bianca, dia sudah janji kemarin akan menjemput Bianca untuk berangkat ke kampus bersama.


Hari ini Bianca tampil cantik semaksimal mungkin agar Calvin menyukai penampilannya. Yang Bianca kira Calvin menyukainya dalam artian ingin menjadikannya kekasih.


Calvin telah sampai didepan rumah Bianca, dia disambut hangat oleh Bianca yang sedari tadi menunggu kedatangannya.


"Hayy Bi" sapa Calvin melambaikan tangan. "Haii Vin," balas Bianca tersenyum hangat.


"Yuk naik, kita jalan sekarang takutnya nanti keburu macet" ucap Calvin.


"oh iya" ucap Bianca sembari berjalan memasuki mobil.


Mereka pun segera berangkat, diperjalanan tak ada obrolan, hanya ada keheningan antara mereka berdua.


35 menit kemudian, mobil Calvin mendarat mulus di parkiran kampus. Calvin dan Bianca keluar bersamaan dan langsung menuju kelas. Ditengah perjalanan, Bianca hampir jatuh akibat bahunya yang tak sengaja bertabrakan seseorang, alhasil dengan cepat Calvin menariknya dan membawanya kedalam dekapannya. Pemandangan itu tak luput dari perhatian mahasiswa disekitarnya yang tak sedikit mengira kalau mereka adalah sepasang kekasih alias pacaran. Bianca yang mendapat perlakuan tersebut pun terkejut dan jantungnya berirama dengan cepat, karena baru kali ini dia dipeluk oleh lelaki dan orang tersebut adalah Calvin, lelaki yang di sukainya.


"Lo gak apa-apa Bi? " tanya Calvin sambil melepas pelukannya.


"Iya gak apa-apa kok, orang tadi aja yang jalan gak liat-liat" ucap Bianca.


"Yaudah ke kelas yuk, bentar lagi dosen masuk" ajak Calvin menggaet tangan Bianca. Bianca hanya tersenyum malu mendapati tangannya di genggam Calvin. Hal tersebut semakin menambah spekulasi Bianca kalau benar Calvin menyukainya.


Dikelas sudah ada Syaa dan teman-temannya juga ada Renand yang sudah datang dari tadi, mereka tengah asik berbincang-bincang sesekali tertawa. Ketika Calvin dan Bianca memasuki ruangan, tiba-tiba Syaa menoleh kearah pintu dan terperangah melihat kedekatan Calvin dan Bianca yang semakin hari terlihat lengket bak sepasang kekasih, entah karena ia tidak menyukai sahabatnya dekat atau menjalin hubungan dengan pria yang bre*g**k menurutnya ataukah dia mulai cemburu.


"Sepertinya Bianca benar-benar menyukai Calvin, aku harap Calvin tak mempermainkan Bianca dan melakukan hal macam-macam terhadap sahabatku itu tuhan" Batin Syaa.


"Hay Guyss, ada apa nih pada ketawa sampe kayak gitu? " tanya Bianca basa basi.


"Gak ada apa-apa, cuma lucu aja denger cerita si Yuki" jawab Bella.


"Aduh pagi-pagi makin cantik aja Syaa, mana makin mon**k lagi badan lo" ucap Bianca mencandai Syaa, tapi memang benar akhir-akhir ini tubuh Syaa terlihat lebih berisi.


"Bagus dong biar makin hari makin b*hay, dan makin banyak yang kecantol jadi gak jomblo lagi, hahaha" ucap Yuki asal.


"Idihh, ogah gue banyak dicantolin cowok-cowok, gue mah mau yang 1 aja tapi pasti dan gak bakal ninggalin, apalagi kalau ditambah ganteng, aduhh pasti manis deh kalau lagi senyum" ucap Syaa membayangkannya sambil tersenyum.


"Woyy Syaa!!, ngapain lo senyum-senyum gitu, ngeri banget liatnya, iiihhh" ucap Bella membuyarkan lamunan Syaa.


"S*al lo, ganggu aja gue lagi Halu" ucap Syaa menatap tajam Bella.


"Udah-udah diem lu pada, tuh pak Arman udah mau masuk, yang ada lo pada di jewer abis-abisan kalau denger kalian ribut gak kelar-kelar" ucap Bianca yang dari tadi duduk tenang memperhatikan ketiga temannya ngoceh.


Pak Arman adalah dosen pembimbing hari ini, rencana hari ini Pak Arman akan memberi tugas kelompok kepada mahasiswanya yaitu tentang cara memulai bisnis dan bagaimana menjalankan bisnis tersebut.


"Pagi semuanya" sapa Pak Arman ramah.


"Pagi Pak" sorak mahasiswa serentak.


"Hari ini berhubung materi yang akan kita pelajari mengenai cara berbisnis dan bagaimana cara menjalankan bisnis tersebut dengan baik, jadi saya akan memberi tugas kepada kalian untuk mempromosikan beberapa prodak dan memasarkannya sesuai dengan cara kalian masing-masing, dan sebelumnya saya akan membagikan kelompok dulu agar mempermudah kalian mengerjakan tugas ini. Baiklah, saya akan membagikan kelompok menjadi 3 orang dalam setiap kelompok tersebut, kelompok pertama ada Alfian, Rika, dan Anggun, kelompok kedua ada Rosa, Danu, dan Vicky, kelompok ketiga ada Yuki, Bella, dan Renand, kelompok keempat ada Calvin, Bianca, dan Syaa " ucap Pak Arman, dan masih banyak kelompok-kelompok selanjutnya yang disebutkan.


Syaa mendengar namanya berada di kelompok empat bersama dengan Calvin pun merasa keberatan dalam hatinya, sebab dia tak ingin berurusan apapun lagi dengan Calvin, apalagi dia juga satu kelompok dengan Bianca yang sudah dipastikan akan bermesra-mesraan nantinya berdua dengan Calvin dan dirinya hanya sebagai orang ketiga alias obat nyamuk.


Lain halnya dengan Calvin dan juga Bianca, Bianca yang mengetahui akan satu kelompok dengan Calvin dan juga sahabatnya pun sangat senang, sedangkan Calvin yang mendapat kelompok empat hanya cuek sesekali melirik kearah Syaa saat kelompoknya dibacakan dan ia dapat melihat wajah murung Syaa.


"Baiklah anak-anak, saya sudah membagikan kelompok dan saya pamit undur diri dulu, sampai disini saja pertemuan kita hari ini dan sampai jumpa" ucap Pak Arman dan melenggang pergi meninggalkan kelas.


"Yeyyy, kita satu kelompok Syaa, seneng banget gue akhirnya ada yang bisa gue andalin nih buat ngerjain tugas kelompok" ucap Bianca girang mendapatkan kelompok empat.


"Alahhh, bilang aja lu senengnya bukan karna bareng sama Syaa doang tapi juga bisa bareng sama bebeb lo" ucap Yuki.


"Kalau itu mah pasti lah, hahaha" ucap Bianca tertawa pelan.


"Guyss, kantin yuk!! laperrr nih" ucap Syaa yang sudah berdiri dari bangkunya dan mulai melangkah diikuti oleh ketiga sahabatnya itu.


Bersambung.....


Terimakasih yang sudah membaca novel saya, naaf jika ada kesalahan dalam penulisannya dan ada cerita yang kurang berkenan dihati kalian, saya masih baru untuk menulis novel jadi kalau ada kesalahan mohon koreksi, dan jika ada saran silahkan tinggalkan dikolom komentar, jangan lupa di LIKE novel ini dan VOTE juga kasi bintang 5 nya yah 😁😁


Gomawo 😊


Follow ig:


@fnki.kmala