
Syaa dan Renand baru saja sampai di kediaman Setiawan, Renand sengaja ingin mampir kerumah Syaa agar mereka semakin dekat, Renand merasa bahwa dia mulai tertarik dengan Syaa sejak awal pertemuan mereka, baginya Syaa itu beda dari yang lain dan juga senyum manis dan tatapan mata Syaa mampu membuatnya berdegup kencang.
Syaa turun dari mobil dan di ikuti Renand juga, mereka segera masuk kedalam rumah, didalam sudah ada mommy dan daddy Syaa yang tengah asik berbincang diruang keluarga, tanpa sadar kalau ada orang yang masuk kedalam rumah dan mendekati mereka.
"Mommy daddy! Syaa dari tadi berdiri dibelakang kalian tapi mom and dad gak sadar" ujar Syaa sedikit teriak dan cemberut.
"Ehh kamu syg, maaf yah mommy lagi asik tadi berbincang sama daddy sampe gak sadar kamu udah pulang" ujar mommy berbalik menghadap Syaa dan langsung memegangi pipi anaknya yang cemberut.
"Oh ya mom aku ajak Renand tadi kesini, katanya pengen ketemu mommy trus kangen masakan mommy" ujar Syaa sembari tersenyum kearah Renand.
"Aah itu sih mommy suka kalau Renand sering-sering main kesini sama Syaa" ujar mommy tersenyum dan menyambut uluran tangan Renand yang ingin bersalaman.
"Iyaa mommya, soalnya Renand bosen dirumah sendirian aja, kalau disini berasa punya keluarga lagi" ujar Renand tersenyum.
"Yaudah Renand duduk dulu disini sama daddy sambil nungguin mommy selesai masak buat makan malam kita" ujar daddy menepuk sofa disebelahnya.
"Iyaa dad" ujar Renand berjalan menuju sofa.
"Yaudah mommy masak dulu yah, Syaa kamu bersih-bersih dulu sana abis itu kedapur bantuin mommy masak" ujar mommy langsung berjalan ke dapur.
"Siapp mommy ku sayang" ujar Syaa yang sudah berlari menuju tangga lantai dua kamarnya.
Makan malam pun telah siap, mommy dan Syaa memanggil daddy dan Renand untuk makan bersama.
"Dadd, makan malamnya udah siap" ujar Syaa berjalan menuju sofa.
"Yuk nak Renand makanannya udah mateng, masih anget lo jadi tambah enak" ujar mommy tersenyum.
"Iyaa mom" ujar Renand singkat.
Mereka makan malam dengan ketenangan dan keheningan, hanya ada suara sendok dan garpu yang menghiasi meja makan.
Setelah semua selesai makan, mommy dan Syaa membereskan meja makan dan sisa-sisa makanan dimeja, kemudian mencuci piring, sedangkan daddy dan Renand sudah bersantai di ruang keluarga.
"Nak, kamu gak ada niatan apa buat jadian sama Renand, mommy liat dia itu baikdan sopan" goda mommy sembari merapikan piring yang telah dicuci Syaa.
"Iiissh... mommy apaan sih, kan Syaa udah pernah bilang kalau aku sama Renand cuma temenan doang" ujar Syaa.
"Iyaa temenan sih, tapi kalau Renand nya mau lebih kamu mau gak?? " tanya mommy menggoda Syaa.
"Yahh liat ntar gimana² nya" ujar Syaa cuek.
"Yaudah kamu samperin gih sana, sekalian bawa juga tuh kopi sama cemilannya di meja makan" ujar mommy masih beberes.
"Iyaa mom" ujar Syaa melenggang pergi.
Syaa menghampiri daddynya dan Renand yang tengah asik ngobrol.
"Minum dulu kopinya dad, nand" sembari meletakkan kopi dimeja dan mengambil posisi untuk duduk.
"Oiya Syaa ada rencana gak buat gantiin daddy kalau udah lulus kuliah ntar?? " tanya Renand sembari menyeruput kopinya.
"Pengennya sih kerja ditempat lain biar bisa mandiri dan belajar bagaimana bekerja keras tanpa bantuan daddy, dan gue kayaknya minat buat kerja di perusahaan lain aja jadi karyawan biasa atau nggak jadi model di agensi juga boleh tuh, hahahahaha" ujar Syaa serius dan ujung-ujungnya menertawai dirinya sendiri.
"Kenapa ketawa? "tanya Renand heran.
"Ya enggak kenapa-kenapa sih, cuma halu gue kayaknya ketinggian pengen jadi model hehe" ujar Syaa tertawa malu.
"Lo bisa kok jadi model, kalau gue liat lo tuh cantik, manis, putih bersih, trus body juga lumayan" ujar Renand sembari melihat Syaa dari ujung kepala sampai kaki.
"Apaan sih, gue biasa aja kali, masih banyak yang lebih dari gue diluar sana, lebayy lu" ujar Syaa malu-malu dan pipi yang merona.
"Gue serius Syaa, bahkan gue yakin setiap cowok yang liat lo pasti terkesima sama lo, soalnya kalau menurut gue lo tuh beda sama cewek-cewek yang pernah gue kenal" ujar Renand tersenyum penuh arti.
"Jelas beda lah, masa gue banyak kembaran sih, ada-ada aja lo" ujar Syaa.
"Enggak gitu juga maksud gue bambang, maksud gue tuh lo punya karisma tersendiri yang bikin orang itu pengen banget kenal lo lebih jauh, pengen selalu ada disamping lo, selain lo baik, lo juga gak manja dan humble, pokoknya paket komplit lah" ujar Renand tersenyum dan menatap Syaa. Muka Syaa semakin memerah mendengar kata-kata Renand yang menatapnya sambil tersenyum manis.
"Ah udah deh gak usah muji-muji gue mulu, ntar gue makin tinggi lagi, haha" ujar Syaa sembari menetralisirkan wajahnya yang merona menahan malu.
"Oh ya, kalau lo pengen jadi model gue kayaknya punya solusinya deh, bahkan kalau mau lo sekarang bisa jadi model sambil kuliah dan gak perlu nunggu lulus dulu" ujar Renand serius.
"Gimana caranya?? " tanya Syaa.
"Gue bakal rekomendasiin lo ke agensi bokap gue, sebenarnya sih gue bisa aja langsung jadiin lo model disana tapi karena lo mau mulai semua dari nol jadi gue bakal daftarin lo sama kayak yang lain, tapi gue yakin sih bokap pasti nerima lo soalnya kan lo cantik dan smart" ujar Renand panjang lebar.
"Seriusan lo?? Wahh gue gak nyangka kalau lo punya agensi, gak rugi emang gue berteman ama lo, ada guna juga ternyata, hahahaha" ujar Syaa tertawa lepas.
"Wahh jadi lo cuma mau manfaatin gue nih??" ujar Renand bercanda
"Ya enggak lah, gue tulus tau berteman sama lo, tapi kebetulan lo bisa dimanfaatin jadi sekaligus deh, hehe" ujar Syaa cengengesan.
"Bisa aja lo, oh iya gue lupa ada janji sama bokap, gue balik dulu yah, udah malem juga gak enak kalau kemaleman disini" ujar Renand sembari melirik jam tangannya dan kembali memandangi Syaa.
"Yaudah gue anterin sampai depan yukk! " ujar Syaa berdiri mengikuti Renand jalan disampingnya.
Setelah mengantar Renand ke depan, Syaa kembali masuk dan segera naik ke kamarnya untuk beristirahat.
Bersambung.....
**Hayy Readers!, mohon dukungannya yah buat novel ini, dengan cara like, vote poin/koin, dan kasi bintang 5 nya. Kalau ada saran atau kritikan mohon tinggalkan di kolom komentar biar aku juga bisa mengkoreksi letak kesalahan ku dalam menulis novel ini😊😊
Terimakasih semua yang sudah baca novel ini, saranghae 💗
*Follow ig :
@fnki.kmala***