
Kini mereka berempat sudah berada di depan rumah tetangga Syaa yang memiliki pohon Mangga, rumah yang memiliki pagar tinggi dan tidak bisa dilihat area dalamnya itu.
"Gimana nih? pagar rumahnya tinggi banget, gue ngeri jatoh" tanya Yuki bergidik ngeri.
"Lo manjat lah pake tangga, trus masuk ke pekarangan rumahnya, abis itu lo panjat dah tu pohon mangga" ujar Syaa santai.
"Idihh nih anak kalau ngomong santai banget lagi, gue tegang ini" ujar Yuki kesal.
"Yaudah trus mau gimana lagi Yuki, jalan satu-satunya yah cuma pake tangga itu" ujar Bianca menunjuk tangga besi.
"Iyaa bambangg gue naik, demi tas mahal nih, kalau gue kenapa-kenapa ntar lo semua harus tanggung jawab yee" ujar Yuki kesal, dengan terpaksa dia mencoba menaiki tangga tersebut dan masuk kedalam halaman rumah itu.
"Akhirnya udah sampai juga gue depan pohon mangga, gue langsung manjat aja kali ya, takut keburu di liat sama yang punya bisa ****** gue" ujar Yuki memandangi pohon mangga dihadapannya itu, dan mencoba memanjatnya.
Sementara Yuki sedang memanjat pohon tersebut, ketiga sahabatnya yang menunggu di luar hanya berharap-harap cemas agar Yuki tidak terjatuh apalagi sampai ketahuan yang punya.
"Yukiiiii....Udah belum sih? lama banget lo ngambil mangga doang" ujar Bianca sedikit berteriak.
"Sssuutttt..., jangan kenceng-kenceng teriaknya, nanti yang punya keluar, bisa-bisa gagal gue makan mangga" ujar Syaa merapatkan jari telunjuknya dibibir agar mereka diam.
Sementara itu, Yuki sedang mengamati buat yang mana yang akan dipetiknya.
"Gue ambil dua aja deh, yang masih muda banget sama yang udah mengkal, daripada salah ambil nanti" ujar Yuki sembari mencoba menggapai mangga di atas kepalanya.
Yuki telah selesai mengambil mangga tersebut dan segera turun membersihkan dirinya dari semut-semut kecil. Setelah itu ia bergegas memanjat tangga tadi yang sudah di bantu temannya untuk memindahkan kedalam halaman alias dilempar kedalam pekarangan rumah agar bisa dipake Yuki lagi untuk keluar.
"Woyy Syaa!, nih buruan ambil mangga lo, gue gak bisa turun kalau pegang ni mangga" ujar Yuki pelan-pelan dari atas dinding tembok yang tinggi.
"Lempar aja biar gue tangkap, trus lo cepetan turun kesini, bentar lagi pemiliknya bakalan pulang kerumah" ujar Syaa.
"Nih tangkap, awas banyak semutnya"
"Okee"
Skippp~
Setelah mendapatkan mangga, mereka bergegas kerumah selanjutnya untuk mengambil jambu air.
"Sekarang giliran lo Bel, tapi kali ini lo minta yah jambunya kepemiliknya langsung" ujar Syaa.
"Kalau gue gak dikasi gimana??" tanya Bella.
"Ya usaha dong Bel, gue aja usaha tadi buat ngambil tu mangga" ujar Yuki.
"Iyaa deh gue coba, tapi gak janji ya kalau bisa gue bujuk tuh yang punya jambu" ujar Bella cemberut.
"Yaudah sana masuk ketuk pintunya, kita nungguin diluar pagar aja" ujar Syaa sambil mendorong pelan Bella masuk.
Bella masuk melewati pagar dengan perasaan yang tegang, takut kalau yang punya rumah bapak-bapak galak atau ibu-ibu rempong yang nyebelin.
Sampai didepan pintu, ia memberanikan diri mengetuk pintu tersebut.
Tokk...tokk...tokkk
"Permisi..., pak bu, tante om, kakak adek" teriak Bella mengabsen semua panggilan.
Tak lama kemudian keluarlah seorang wanita paru baya dengan pakaian yang glamor dan wajah yang masih terlihat awet muda dan cerah.
"Ada apa yah?? " tanyanya.
"Gini bu, temen saya pengen banget makan jambu air tapi pengennya langsung dipetik dari pohonnya, dia gak mau kalau yang dibeli, jadi saya mau minta jambu airnya ibu, boleh kan?? " ujar Bella menjelaskan sambil memasang wajah melasnya.
"Owh gitu, boleh ko cantik, ambil aja berapa banyak yang kamu mau, saya paham kok kalau orang ngidam itu emang suka aneh-aneh" ujar sang pemilik rumah.
"Wahh makasih ya bu, ibu baik banget deh, cantik lagi" ujar Bella menggenggam tangan ibu itu.
"Iyaa sama-sama, kamu juga cantik" balas ibu itu.
Setelah dipersilahkan, Bella langsung keluar dari halaman rumah tersebut dan menghampiri sahabat-sahabatnya.
"Woyy gayss!, gue udah izin sama yang punya rumah dan ternyata yang punya itu tante-tante cantik truss gue di izinin ambil jambunya sebanyak yang gue mau" ujar Bella girang.
"Wah good job, yaudah kalau gitu buruan kita masuk dan lo cepetan manjatnya, gue udah gak sabar pengen makan" ujar Syaa dengan semangat sembari menunjuk Bella.
Mereka masuk bersama dan Bella melihat pohon tinggi tersebut dengan wajah cemas harus memanjat pohon itu.
"Aduh Syaa gue takut gak bisa turunnya, apalagi kalau banyak semut nanti diatas" ujar Bella bergidik ngeri.
"Udah lo naik aja dulu, turunnya nanti deh kita pikirin, lo bisa lompat nanti biar kita yang nangkep" ujar Yuki santai.
Bella langsung memanjat pohon tersebut dan beberapa kali gagal memijakkan kakinya dengan tepat di batang pohon tersebut membuat ketiga temannya tertawa, setelah beberapa kali mencoba akhirnya Bella sampai juga di atas pohon tersebut dan dengan cepat mengambil jambu air yang berwarna merah cerah tersebut.
"Gaiss!! tangkap nih jambu, gue gak bawa plastik" teriak Bella dari atas pohon sembari melempar jambu air tersebut.
"Pelan-pelan dong loh Bel, kena pala gue nih, masa gue geger otak gara-gara kepentok jambu air" celoteh Yuki memegang kepalanya.
"Hadehh, lebay banget lu Ki, mana ada orang geger otak gara-gara kepentok jambu" ujar Bianca.
"Hehehe...., kali aja kan bisa" ucap Yuki kikuk.
"Bellaaa!! kayaknya udah banyak nih, lo mending turun aja deh, udah cukup kok jambu airnya" teriak Syaa pada Bella.
"Bantuin gue dong, gue ngeri jatoh nih, mana tinggi banget pohonnya trus batang pohonnya juga licin" teriak Bella.
"Bentar kita cari tangga dulu, jangan banyak gerak lo diatas, nanti malah jatoh" teriak Bianca.
"Yuki lo cari tangga deh didekat-dekat sini, kali aja ada, gue sama Syaa biar cari didepan" ujar Bianca.
"Yaudah cepetan balik kalau udah dapet tangga" kata Yuki, setelah itu mereka pergi mencari tangga, meninggalkan Bella yang masih asik memakan jambu air dari pohonnya langsung diatas sana.
"Mana nih mereka, nyari tangga aja lama banget kayak nyari jodoh gak dapet-dapet" gerutu Bella kesal.
Bella yang sedang asik mengunyah jambu air kaget mendengar teriakan seseorang dari bawah.
"Woyy!, ngapain lo diatas sana? pengen maling jambu lo yah? turun lo mo*y*t" teriak seorang lelaki bertubuh tegak dan ganteng seperti oppa-oppa korea 😁.
"Enak aja lo, jaga tu mulut sebelum gue sumpel pake jambu air" ujar Bella kesal.
"Turun gak lo! sebelum gue panggil warga komplek buat nangkep lo" ujar lelaki tersebut.
"Gue gak bisa turun bambang, lo gak liat apa nih pohon tinggi trus licin, mana gak ada tangga lagi buat turun" ujar Bella santai dan masih memakan jambu air diatas.
("Idiihhh.... tuh cewek santai bener diatas kayak gak punya salah aja, maling jambu dirumah orang kayak gak pernah makan buah aja, enak kali ya kalo gue kerjain lo? ") batin lelaki tersebut sambil tersenyum jail melihat Bella.
"Woii...., lo gak takut apa bentol-bentol karna di gigit ulat bulu? diatas banyak ulat bulunya tau....iiihh" teriaknya berpura-pura takut.
"Mana?? dari tadi gue disini gak ada tuh ulat bulu yang lo maksud, lo bohong kan?" ujar Bella santai, padahal dalam hatinya merasa ngeri dan geli.
"Kalau lo gak percaya coba aja pegang rambut lo, ulatnya ada diatas kepala lo" ujarnya menakut-nakuti.
"Huuaa.... seriusan lo?? gak becanda kan?? please bantuin gue dong, gue ngeri sama ulat bulu, gue jijik pegangnya" ujar Bella ketakutan dan hanya diam mematung tak berani bergerak sama sekali.
"Males gue, lo naik bisa tapi turun gak bisa, makanya kalau mau maling itu belajar dulu manjat-manjat biar profesional" ledek lelaki itu.
Perlahan tapi pasti Bella memberanikan diri memegang kepalanya dan meraba-raba rambutnya sampai tak sengaja menyentuh sesuatu, refleks Bella membulatkan matanya dan berteriak kencan.
Hhuuaaa........
Brukkkk...
Dirinya kini jatuh menerjang tubuh lelaki tersebut dan kini posisinya berada tepat diatas tubuh lelaki itu dengan wajah yang amat berdekatan.
"Udah kan tidurannya?? gimana empuk gak?? " tanya lelaki itu santai sembari tersenyum jail.
Refleks Bella menjauhkan wajahnya dan segera berdiri dengan muka memerah menahan malu.
"Dasar Moduss" gerutu Bella pelan tapi masih terdengar oleh lelaki tersebut.
"Eh mbak, yang ada lo yang modus baring di atas gue, dasar maling jambu, gue laporin lo ke warga kompleks biar dibawa lo ke pos satpam" ujarnya kesal.
"Heeh, mas yang terhormat, jelas-jelas saya tadi jatuh dari atas dan gak sengaja nimpa tubuhnya mas, jadi bukan saya dong yang modus, dan satu lagi yah mas galak, saya itu bukan maling, ngapain saya maling jambu di komplek siang bolong banyak orang berkeliaran, orang saya juga udah minta tadi sama yang punya rumah" ujar Bella emosi dan beranjak pergi tapi tangannya ditahan oleh lelaki tersebut.
"Apaan nih mas, pegang-pegang tangan temen kita pake maksa lagi? " ujar Bianca dari belakang yang baru datang bersama Syaa dan Yuki yang membawa tangga.
"Oh jadi kalian itu temennya si mo*y*t ini, bilang yah sama teman kalian yang satu ini kalau mau makan buah itu beli atau tanam sendiri daripada harus ny*l*ng dirumah orang" ujarnya melirik Bella dan tersenyum sinis. Setelah itu ia pergi meninggalkan Bella dan teman-temannya yang masih melongo dan bingung dengan apa yang terjadi.
Bersambung....
**Maaf yah teman-teman kalau dalam penulisan ada kekurangan atau kesalahan, harap maklum juga yah kalau ceritanya ada yang kurang srekk atau kurang bagus, soalnya ini pengalaman pertama ku menulis novel, jadi masih belajar terus meningkatkan kualitas hehehe😁😁.
Terimakasih yang sudah membaca dan like🙏 semoga hidup kalian selalu diberkahi dan bahagia selalu😊
Follow ig :
@fnki.kmala🐰**