
Calvin baru saja sampai dirumah, ia melewati ruang keluarga untuk menuju tangga lantai dua kamarnya, disana juga sudah ada papa dan mama nya yang tengah bersantai menonton tv.
"Vin, kamu dari mana aja" tanya mama.
"Aku abis nongkrong bareng Renand sama Dicky tadi" ujar Calvin datar sambil berjalan menuju mama, ia lalu merebahkan kepalanya diatas pangkuan mama sembari memejamkan mata sebentar.
"Kamu kenapa Vin, tumben manja gini" tanya mama.
"Ga apa-apa kok ma, emang salah kalau Calvin manja gini sama mama" ujar Calvin cemberut.
"Ya engga sih, kan mama cuma nanya, sensi banget sih anak mama yang satu ini" ujar mama mencubit pelan hidung Calvin.
"Ga tau deh mah Calvin pusing" ujar Calvin malas menanggapi ledekan mamanya.
"Oh ya, papa pernah gak ngerasa aneh gitu pas liat temen papa deket sama cewek trus kayak mesra banget" ujar Calvin pada papa.
" Kenapa kamu nanya gitu? Emang rasa aneh gimana maksudnya Vin? " tanya papa.
"Yah gak kenapa-kenapa juga sih kan cuma nanya pa, rasanya itu kaya males aja liat mereka mesra depan umum kayak gitu" ujar Calvin lagi.
"Oowhhh... Kamu cemburu yah ternyata" ujar papa meledek.
"Iiihh, mana ada Calvin cemburu, orang baru kenal juga sama tuh cewek, ngomong jarang akrab apa lagi, Calvin cuma males aja liat orang mesra-mesraan depan umum" bantah Calvin yang kikuk malu.
"Makanya punya pacar dong biar bisa mesra-mesraan juga depan umum, jadi gak cemburu lagi liat temen mesra-mesraan sama ceweknya" ujar mama melirik Calvin.
"Iyaa betul tuh kata mama kamu, seharusnya kamu mulai membuka hati mu untuk perempuan lain, jangan terpaku sama satu wanita yang meninggalkan kamu tanpa pamit dan gak tau kemana perginya, sebentar lagi kamu lulus kuliah jadi mending nyari pasangan sekarang aja biar nanti pas kerja udah bisa punya istri" ucap papa menasehati sekaligus menggoda Calvin. Calvin yang mendengar itu seketika hati dan pikirannya mengingat wajah Kanita yang cantik, dia mengingat betapa indahnya dulu hidupnya saat bersama Kanita dan betapa tersiksanya ia saat Kanita meninggalkannya, meskipun sekarang ia sudah mulai mencoba menata ulang hidupnya tapi tetap saja bayang-bayang Kanita selalu menghantui pikirannya sesekali.
"Haa iya bener banget pa, mama sebenarnya udah pengen banget punya cucu biar rumah rame kalau Calvin gak ada, dia kan kerjanya keluyuran mulu" sindir mama melirik Calvin.
"Mama papa nih sama aja yah, pasti kalau ada apa-apa larinya gak jauh-jauh dari pacarlah, istri,trus anak" ujar Calvin kesal dan bangkit dari tidur lalu memperbaiki duduknya.
"Jadi gimana nih Vin, papa sama mama kan udah mau cucu" ujar papa menggoda Calvin lagi.
"Liat ntar deh kalau ada yang tahan sama sikap dan tingkah Calvin baru deh Calvin coba" ujar Calvin datar sembari berdiri lalu berjalan menuju kamarnya.
Didalam kamar, Calvin mulai memikirkan ulang perkataan orang tuanya, dan dia juga berfikir sampai kapan dia akan mengharapkan Kanita yang telah pergi meninggalkannya tanpa memberitahu-nya.
Calvin merabah kantong celananya lalu mengambil hp, melihat panggilan dan pesan-pesan masuk tapi tidak ada yang penting, dia lalu membuka sosial medianya dan melihat-lihat instastory teman-temannya kemudian terhenti saat melihat instastory milik Renand yang mempromote akun milik Syaa, Calvin yang tertarik melihat itu langsung menekannya lalu melihat-lihat postingan di akun sosial media milik Syaa, ia terus memperhatikan salah satu postingan Syaa yang menunjukkan foto selfie nya dengan rambut tergerai dan curly bagian bawahnya, make up tipis dengan lipstick wrn peach, tak ketinggalan juga senyum manis yang menunjukkan lesung pipinya, membuat siapa saja yang melihatnya terpanah akan kecantikannya. Calvin terus mengulas senyumnya melihat foto tersebut dan tiba-tiba saja ia mengingat kejadian malam itu di Bar, kejadian yang masih terngiang dipikirannya tentang siapa gadis yang dia tiduri itu dan sekilas melihat mata Syaa pada foto yang dibukanya tadi lalu berfikir bahwa mata itu tak asing baginya. Tidak mau ambil pusing, Calvin pun menghilangkan pikiran anehnya tersebut, tanpa sadar ia sudah memencet tulisan "follow" pada akun sosial media Syaa dan kaget sendiri, takut dan malu Syaa mengira dia sengaja mengikuti akunnya.
"Aduh kenapa juga pake salah pencet, bisa malu gue nanti dikiranya gue kepo lagi sama dia pake ngikut-ngikutin akun sosial medianya" gerutu Calvin pada dirinya sembari menepuk jidat.
Calvin bingung apakah dia harus meng-unfoll Syaa atau dibiarkan saja, karna jujur dia juga sebenarnya ingin lebih mengetahui keseharian Syaa. Lama berfikir akhirnya dia memutuskan untuk membiarkannya saja.
"Ada apa sih ma, kenceng banget ketuk pintunya" ujar Calvin setengah sadar.
"Kamu sih tidur kayak kebo', makanya mama gedor kenceng² biar kamunya bangun" ujar mama.
"Yaudah iya Calvin kebo' puasss ma, terus mama ngapain emang gedor pintu Calvin? " tanya Calvin.
"Mama mau manggil kamu makan malam, udah siap dibawah, udah ditungguin papa juga tuh, cepetan turunya jangan molorrr lagi" ujar mama seraya meninggalkan kamar Calvin.
Calvin segera menutup pintu kamarnya lalu beranjak ke kamar mandi, setelah ritual mandinya selesai, Calvin langsung mengambil pakaian santainya dilemari dan mengenakannya, tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada notification yang masuk. Setelah selesai berpakaian, Calvin langsung mengambil hpnya dan melihat notification apa yang masuk, setelah membukanya ia langsung terbelalak kaget, pasalnya itu adalah notification dari akun sosial medianya yang di followback oleh Syaa. Calvin yang tadinya kaget berusaha mengubah kembali ekspresinya menjadi biasa saja, tapi tak dapat dipungkiri ia memang sedikit mengulas senyum karena senang.
Saat menuruni tangga, Calvin tampak bersemangat dan sedikit bahagia, hal tersebut membuat kedua orang tuanya yang melihatnya pun mengerutkan dahinya seraya mengangkat sebelah alis. Mereka heran karena tadi sore Calvin pulang tampak lesuh tak bersemangat dan sekarang malah berbanding terbalik dari sebelumnya.
Calvin langsung menarik kursi dihadapannya dan duduk tanpa menyapa mama dan papanya.
" Vin kamu kenapa? kayak abis menang kuis aja bahagia banget" ujar mama penasaran.
"Ga apa-apa ma, anak seneng emang harus menang kuis dulu ma, enggak juga kan? orang aku dapetnya lebib dari kuis kok" ujar Calvin santai.
"Dapet apa emang kamu Vin?" tanya papa sembari menoleh kepada Calvin.
"Dapet calon mantu" ujar Calvin santai sambil mengunyah.
Perkataan Calvi barusan sontak membuat mamanya tersendak saat ingin meneguk air nya.
"Uhukk... Uhukk, kamu serius Vin?, kenapa gak ngasih tau mama?, kenapa gak dibawa main kerumah ketemu mama sama papa?" tanya mama tanpa jeda.
"Becanda ma, Calvin masih pengen sendiri hehe" ujar Calvin cengengesan karena berhasil mengerjai mamanya.
"Dasar kamu ya anak kurang aj*r, mama sumpain kamu jadi bucin nanti kalau udah dapet cewek, haha" ujar mama kesal sambil tertawa.
"Gak mungkin lah ma, Calvin ini penakluk wanita , jadi ceweknya nanti yang bucin sama aku hahaha" ujar Calvin tertawa puas. Makan malam itu terasa sangat nikmat karena dibumbui canda tawa Calvi dan juga mama.
Bersambung.....
**Terimakasih bagi yang sudah membaca novel ku ini, dan jangan lupa juga untuk like, vote poin/koin, serta beri bintang 5😊
Kalau ada saran dan kritik, kalian bisa komen dibawah biar saya bisa koreksi kesalahannya😊
Follow ig :
@*fnki.kmala***