
Setelah mendapatkan semua yang mereka perlukan untuk membuat rujak, kini mereka bertiga beranjak pulang karena Syaa sudah tidak sabar untuk memakan rujaknya.
Sesampainya dirumah, mereka langsung bergegas ke dapur untuk mengupas dan mencuci buahnya, juga membuat bumbu rujaknya.
"Syaa!, gue gak tau buat bumbu rujak, gimana mau nguleknya? " ujar Bianca bingung.
"Aiishh, lo ini kayak hidup di zaman dahulu aja, kan ada ponsel bisa buat browsing di google atau youtube, gampang kan? " ujar Syaa santai sembari memakan jambu. Sedangkan Yuki dan Bella sibuk mengupas mangga.
"Yaudah, bentar gue liat dulu diyoutube" ujar Bianca mengotak-atik handphone.
Setelah mengetahui bahan-bahan dan cara membuatnya, Bianca langsung memulai tugasnya. Syaa sedari tadi hanya memperhatikan saja karena dia juga tidak mengetahui cara membuatnya.
Kini mangga dan jambu airnya sudah dikupas, dicuci, dan dipotong, lalu Bella dan Yuki membawanya ke taman belakang dan menaruhnya di pndok-pondok kecil/gazebo, begitu juga Bianca yang sudah selesai mengulek bumbunya meskipun dia ragu akan rasanya apalagi cabe yang dituang Syaa tadi sangatlah banyak. Sedangkan Syaa, pamit ke kamar untuk mengambil ponselnya.
Kini mereka semua telah kumpul di taman belakang, Yuki, Bella, dan Bianca hanya diam melihat bumbu rujak yang dipenuhi biji cabe, sedangkan Syaa sudah mulai memakannya.
"Eemmm.....Enaknyaaa! "ujar Syaa dengan mata berbinar.
Ketiga temannya melongo melihat Syaa pertama kalinya berani makan cabe, apalagi sebanyak itu.
"Kalian kenapa diem aja?? Ayo temenin gue makan rujak" ujar Syaa masih asik mengunyah.
"Syaa!, lo sadar gak sih makan cabe segitu banyaknya??" tanya Bianca keheranan.
"Iyaa lah, kalau enggak juga mana mungkin gue makan" jawab Syaa santai.
"Gue ngeri liatnya Syaa, hati-hati lo kena asam lambung nanti, pagi-pagi udah makan rujak, mana belum sarapan lagi" ujar Bella.
"Enggak akan kok, tenang aja".
"Ehh bentar, kayaknya gue ada yang kelupaan deh" ujar Syaa sambil mencari sesuatu.
"Nah dapet juga akhirnya ni hp, pake nyelip lagi" ujar Syaa lagi sembari mengangkat hpnya.
"Ngapain lo nyari ponsel?" tanya Bella.
"Buat foto rujak lah, trus di post deh" jawab Syaa enteng.
"Sumpah demi apa lo jadi se-alay ini Syaa??, perasaan kemarin-kemarin masih normal deh lo" ujar Bianca penasaran.
"Apaan sih, gue normal kali, lo semua aja yang pada lebayy" ujar Syaa kesal.
"Serahh lo deh Syaa, yaudah jadi gak nih makan rujaknya? " ujar Yuki.
"Jadi lah, bentar gue foto dulu" ujar Syaa sembari memotret objek didepannya.
"Nahh udah selesai, upload dulu ah di ig story, pakein caption rujak home made" ucapnya lagi mengotak-atik sosial media.
"Oke beress, yaudah ayo kita makan rujaknya" ujar Syaa antusias, lalu mencomot rujak tersebut. Sedangkan ketiga sahabatnya tadi hanya menatap Syaa keheranan.
"Loh kok nggak di makan sih?" tanya Syaa.
"Iyaa ini kita makan kok" ujar Bianca memasukkan potongan mangga kedalam mulutnya.
"Anj*rr, asem banget Syaa, kuat lo makan asem gini, mana pedes banget lagi nih bumbu rujak, Ki minum dong" ujar Bianca setelah memakan rujak tersebut, dengan muka kecut dan bibir yang memerah alami akibat kepedesan.
"Nih nih, minum dulu" ujar Yuki menyodorkan air yang ada disampingnya.
"Lebayy lu, orang enak juga mangganya, ya udah kalau lo gak mau gue abisin sendiri aja" ujar Syaa santai sembari terus memasukkan buah tersebut kedalam mulutnya.
Syaa yang sedang asik-asiknya makan rujak dan ketiga sahabatnya yang sibuk dengan ponsel masing-masing dikejutkan oleh suara yang tiba-tiba menggema di seluruh ruangan tersebut.
"Syaa... Syaa!!, lo dimana oi" ujar Valen yang baru saja datang.
"Apa sih Len teriak-teriak gitu, kayak dihutan aja" ujar Syaa kesal.
"Ya sorry, abis gue gak liat orang sama sekali dirumah ini tadi" ujar Valen ikut bergabung dengan kakaknya dan juga teman-temannya.
"Nah lo ngapain ikut nimbrung disini bareng cewek-cewek" tanya Syaa.
"Ya gapapa lah, gue gak ada temen ngobrol, sekalian pengen ikut makan rujak, di swiss gak ada rujak soalnya, hehehe" ujar Valen santai sembari tertawa.
"Idihh, sombong bener yang baru pulang liburan, gaya lo" ledek Syaa.
"Enak aja lo pengen makan rujak kita, gue susah-susah manjatnya buat ngambil nih jambu, sampe jatuh niban orang rese lagi" ujar Bella.
"Iihh garang banget sih Syaa temen lo, untung manisss" ujar Valen tersenyum manis.
Bella yang mendengarnya pun langsung menoleh kearah lain untuk menyembunyikan muka tomatnya yang sudah sangat memerah. Valen yang memperhatikannya tersenyum jail.
"Kenapa tuh bibir keangkat, merah banget kayaknya tuh pipi" goda Valen yang melihat Bella tersenyum malu dan blush.
"Ck. Mana ada pipi gue merah, mata lo kali rebung" ujar Bella menetralisir malu.
"Rabun kali Bel bukan rebung, rebung mah makanannya panda" ujar Yuki memutar malas bola matanya.
"Maklumlah, orang gerogi mah udah gak kepikiran mau bilang apa, otak tiba-tiba aja ngeblank" ledek Bianca.
"Aaccieee, keknya bentar lagi gue punya ipar nih" ujar Syaa menyenggol bahu Bella yang berada disampingnya.
"Doain aja, kali aja jadi" ujar Valen tersenyum dan berlalu pergi ke kamarnya.
"Apaan sih kalian bikin gue malu aja, lo juga Syaa, siapa juga yang mau jadi ipar lo, cih" ujar Bella berlagak marah, tapi diam-diam tersenyum membayangkan wajah Valen.
"Ya udah kalau gak mau, masih banyak kali yang antri buat jadi ipar gue, soalnya yang deketin Valen banyak banget, sampe-sampe nih ya, pernah ada yang datang kerumah" ujar Syaa memanas-manasi Bella.
Seketika pula raut wajah Bella berubah menjadi lesuh dan cemberut. Hal tersebut tak lepas dari pandangan ketiga sahabatnya yang diam-diam tersenyum puas sambil melirik kearah Bella.
"Ciee cemberut, nggak rela ya Valen diambil orang lain? jujur aja kali biar bisa gue bantu" goda Syaa tersenyum puas.
"Ya gimana dong, abis adek lo cakep banget" ujar Bella menunduk malu-malu.
"Gitu dong, jujur kalau emang gue ganteng, lo juga cantik" ujar Valen yang tiba-tiba datang dari belakang mereka dan berjalan ke arah kulkas untuk mengambil minuman dingin.
Bella yang kaget sudah tidak tau harus bagaimana mengkondisikan wajah blushnya dan irama detak jantungnya yang semakin cepat. Sedangkan ketiga sahabatnya tertawa lepas melihat sikap Bella yang kikuk.
Bersambung....
Maaf kalau banyak kesalahan dalam penulisan yah teman-teman. Mohon like dan vore juga karya ku ini😊😊.
Terimakasih🙏
Gomawo😁
Follow ig :
@fnki.kmala