Play With LOVE

Play With LOVE
Makan Malam Keluarga



Mobil Syaa baru saja memasuki gerbang rumah keluarga Setiawan dan menuju garasi, setelah itu dia langsung turun dan masuk kedalam rumah, daddy dan mommy yang berada di ruang tamu langsung menoleh bersamaan ke arahnya dan segera menghampiri anaknya itu.


"Syaa yaampun kamu kemana aja sayang, mommy khawatir sama kamu dari tadi malem gak pulang trus gak bisa dihubungin juga, kamu gak kenapa² kan syg? Gak ada yang lecet kan? atau ada yang gangguin kamu dijalan?? " tanya mommy Syaa yang tampak khawatir pada anaknya.


"Syaa gak kenapa² kok mom, hp aku mati jadi gak sempet kabarin mommy sama daddy, orang Syaa juga cuma di apartemen aja semalam jadi aman" ujar Syaa menenangkan mommynya.


"Syaa daddy gak izinin kamu keluar malem lagi selama seminggu dan uang jajan kamu juga daddy potong biar kamu gak seenaknya aja keluar tanpa kasi kabar bikin orang jadi khawatir, kamu itu anak perempuan gak baik kalau keluyuran malem² sampe gak pulang" ujar daddy Syaa menasehatinya.


"yah daddy masa uang jajan dipotong sih, mommm" rengek Syaa yang ditatap tajam oleh daddynya.


"Iyaiya gak keluar malem lagi selama seminggu dan uang jajan dipotong, gitu kan?" ujar Syaa lagi dan berlari menaiki tangga menuju kamarnya.


Dikamar Syaa langsung merebahkan tubuhnya dikasur tersayangnya, tak lama kemudian dia terlelap karna kelelahan.


19:00 WIB, Syaa terbangun mendengar gedoran pintu yang sangat keras. Ia bangun dan berjalan menuju pintu lalu membukannya.


"Aduh kenapa sih mom ganggu tidur aja deh" ujar Syaa masih dengan wajah khas bangun tidur.


"Sekarang kamu mandi dan ganti baju trus make up tipis, udah sana cepet" ujar mommy Syaa sambil mendorongnya masuk ke dalam kamar.


"Mau ngapain sih mom dandan sama pake baju cantik, cuma dirumah doang kok" ujar Syaa.


"Malam ini kita makan diluar sama Valen dan juga daddy, ada temennya daddy yang ngajakin malam malem" ujar mommy Syaa.


"Yaudah deh bentar Syaa mandi dulu, mommy turun aja duluan" ujar Syaa mengambil kimono dan masuk ke kamar mandi. Mommy juga berjalan keluar kamar dan turun ke bawah.


Selesai mandi, Syaa memoles make up tipis dan berjalan ke lemari memilih setelan baju yang akan dia kenakan. Syaa memutuskan memakai dress diatas lutut warna mocca yang cocok dengan kulit putihnya, dipadu padankan dengan heels berwarna softpink dan tas jalan berukuran kecil warna senada dengan baju. Rambutnya terurai indah bergelombang pada bagian bawah menambah kecantikan wajahnya.


Syaa keluar dari kamarnya berjalan dengan anggun menuruni anak tangga secara perlahan membuatnya tampak anggun.


"Wahh anak mommy cantik banget deh, tapi sygnya belum ada yang lirik haha" ujar mommy Syaa menggodanya sambil sedikit tertawa.


"Apaan sih mom, ga usah ngeledek juga kali, aku dandan gini kan mommy yang nyuruh" ujar Syaa yang nampak malu.


"Udah² kita berangkat sekarang nanti kemaleman" ujar daddy Syaa


"Ehh Valen mana dad?" tanya Syaa pada daddynya.


"Udah nunggu dimobil tadi, kita susul sekarang nanti dia ngambek kita kelamaan disini" ajak daddy Syaa seraya berjalan memimpin didepan. Mereka pergi menggunakan mobil keluarga yang di sopiri langsung oleh Valen dan disampingnya Syaa juga kedua orang tuanya di belakang.


"Lama banget sih didalem, pada ngapain? pasti gara² lu ya kak kelamaan dandan jadi mom sama dad lama keluar?" ujar Valen kesal


"Enak aja lo, gue dandan cuma berapa menit, tapi gue telat bangun jadi mandinya yang lama hahaha" ujar Syaa sambil tertawa yang hanya ditanggapi gelengan oleh Valen.


Mobil keluarga Setiawan melesat pergi meninggalkan kediamannya menuju salah satu restorant ternama di jakarta. Sekitar 30 menit diperjalanan akhirnya mobil tersebut sampai di depan restorant. Semua turun dari mobil dan berjalan masuk dengan berwibawa dan anggun dan menjadi pusat perhatian orang² disekitarnya.


Tiba di meja yang mereka tuju, sontak saja membuat Syaa kaget karna yang dia lihat pertama adalah Calvin. Berbeda dengan Calvin yang biasa² saja karna tidak mengenal Syaa.


"Selamat datang Adi, sudah lama kita tidak ketemu ya" sapa papa Calvin pada daddy Syaa sambil berjaba tangan dan berpelukan ala lelaki.


"Iyaa maaf tadi kami terlambat datang karena ada masalah sedikit, jadi tidak enak membuat kalian menunggu" ujar daddy Syaa.


"Bukan masalah kok, silahkan duduk! " ujar papa Calvin mempersilahkan duduk.


"Ohiya kenalkan ini istri saya namanya Alma dan ini anak saya satu²nya bernama Calvin" ujar papa Calvin lagi.


"Wah anak jeng ganteng yah" puji mommy Syaa ditujukan pada Calvin.


"Anak jeng juga cantik dan ganteng, keliatan seumuran tapi ternyata kakak adik" balas mama Calvin sambil tersenyum.


"Iya jeng cuma beda setahun doang" ujar mommy Syaa.


"Ohya Syakila masih kuliah atau udah kerja? " tanya mama Calvin tersenyum ramah.


"Masih kuliah tante" jawab Syaa agak malu.


"Sama dong kayak Calvin, dia juga kuliah, awalnya dia kuliah di London tapi tante pindahin kesini" ujar mama Calvin jelas.


"Iyaa Syaa tau kok tante" ujar Syaa singkat agak sedikit cuek.


"Tau dari mana? Jangan bilang kalian sekampus yah? " tanya mama Calvin penasaran.


"Iyaa tante, sekelas juga" jawab Syaa masih sama singkat dengan nada cuek.


"Wahh kebetulan dong, Calvin punya temen kampus secantik gini gak dikenalin ke mama" goda mama Calvin pada anaknya yang cuek dan hanya mendengarkan perbicangan dari tadi.


"Calvin gak tau dan gak pernah liat" ujar Calvin ketus.


Setelah perkenalan mereka mulai makan malamnnya dengan ketenangan, semuanya terlihat menikmati menu yang disajikan kecuali Syaa. Dia nampak termenung sambil sesekali melirik Calvin dengan tatapan permusuhan. Ternyata hal tersebut juga diperhatikan dari tadi oleh Calvin yang membuatnya gak sedikit risih.


"Ngapain lo liatin gue kayak gitu? Naksir yah sama gue" tanya Calvin dengan pedenya yang mendapat tatapan dari semua orang yang ada di meja tersebut.


"Hah, e-enggak, gue gak liatin lo, lo aja yang kepedean ish, ganteng gak seberapa juga berharap banget gue naksir" jawab Syaa yang nampak gugup tapi berusaha menetralisirnya.


"Apa lo bilang, gue gak ganteng? Heh semua cewek yang liat gue pasti langsung jatuh sama pesona gue, dan gak ada yang akan menolak satupun" ujar Calvin dengan nada sedikit tinggi dan angkuh.


"Yaa mungkin karna gue nolak waktu itu jadi lo maksa gue la.... " ujar Syaa yang keceplosan karna emosi.


"Aduhh, kenapa juga pake hampir keceplosan, bisa malu gue trus digorok sama daddy kalau sampai dia tau" gerutu Syaa dalam hati


"Maksa lo apa hah? Kita aja baru ketemu hari ini, dan gue gak kenal lo, dan juga dari mana lo bisa kenal gue sampe pernah nolak gue??" tanya Calvin yang memojokkan Syaa.


"Enggak apa² kok, bukan masalah apa² juga, mungkin gue aja yang salah orang" jawab Syaa yang menahan tangisnya karena Calvin tak mengenal wajahnya sama sekali waktu dia melakukannya bersama Syaa.


Makan malam keluarga telah selesai, mereka masing² pulang ke kediamannya. Calvin yang baru sampai langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke atas kasur dan mulai memikirkan kata² Syaa tadi, dia sebenarnya merasa familiar dengan wajah Syaa tapi dia bingung pernah bertemu dimana. Tak terasa ia mulai memejamkan matanya dan terlelap.


Dirumah Syaa, dia juga memikirkan perkataan Calvin tadi yang menyayat hatinya, bisa²nya ada lelaki yang berbuat senonoh tapi tak sedikitpun mengingat wanita yang di tidurinya. Tak terasa air mata Syaa mulai membanjiri pipi mulusnya, ia membayangkan kembali kejadian malam itu dimana dia harus kehilangan kehormatannya.


Bersambung....


**Haii Readers!! bagi kalian yang udah baca novel aku, aku pengen minta like dan vote nya dong biar aku makin semangat nulisnya.


Dan juga kalau ada kritik atau saran kalian bisa langsung komen apa aja yang pengen kalian kritik atau saran kalian untuk membuat cerita ini lebih menarik, karena aku menulis untuk pembaca ku jadi aku juga harus mendengarkan sebagian masukan dari kalian 😊😊 Terima kasih sekali lagi untuk yang udah baca cerita ku ini.


Follow instagram aku:


@*fnki.kmala


Gomawo 😁***