Play With LOVE

Play With LOVE
Diluar kebiasaan Syaa



Hari ini adalah hari libur, biasanya Syaa sangat menantikan hari ini untuk mengistirahatkan diri dan bermalas-malasan, tapi untuk kali ini ada yang berbeda, Syaa malah bangun lebih awal dan merapikan kamarnya lalu membersihkan diri, setelah itu dia berjalan menuju lemari untuk memilih outfit yang akan dikenakannya hari ini, meskipun dia tak ada acara tapi untuk kali ini dia ingin sekali tampil cantik dan keren, tak seperti biasanya yang urakan dan polos tanpa riasan saat hari libur.


Setelah selesai berpakaian dan merias diri, Syaa langsung turun ke lantai bawah untuk bertemu Mommynya, Syaa sangat ingin makan makanan yang asem dan pedas.


"Good morning mommy sayang" sapa Syaa mencium pipi Mommy.


" Pagi juga sayang, tumben banget bangunnya kepagian gini, biasanya mesti dibangunin dulu baru mau bangun" ucap Mommy sambil meletakkan nasi goreng dimeja makan.


"Ya bagus dong Mom, biar Mommy gak capek lagi teriak-teriak bangunin aku, hehe" ucap Syaa cengengesan.


"Iya juga sih bagus, biar anak Mommy ini bisa cepet dapet jodohnya" goda Mommy pada Syaa.


"Iiissh apaan sih Mom, gak nyambung banget deh bangun pagi sama dapet jodoh" ucap Syaa cemberut.


"Ada lah, kalau bangunnya pagi-pagi pasti kan banyak tuh cowok yang naksir soalnya kamunya di sangka rajin, terus kalau kamu bangun pagi-pagi bisa lebih lama lagi dandannya biar makin banyak yang kecantol sama kecantikan anak Mommy yang satu ini, buktinya pagi ini kamu cantik banget gak kayak biasanya, hahaha" ledek Mommy sembari menertawakan Syaa.


"Aiishh, Mommy nih suka banget bikin Syaa malu..... tapi emang bener sih, Syaa gak tau tiba-tiba aja pengen makeup padahal gak lagi ada janjian buat keluar rumah" ucap Syaa.


"Sayang tolong panggilin Daddy di taman belakang yah, sarapannya udah siap" ucap Mommy menarik kursi dan duduk.


"Siapp Mom" ucap Syaa melangkah pergi.


Diruang makan mereka sudah berkumpul bertiga, kebetulan Valen sedang berlibur bersama temannya jadi dirumah hanya ada mereka bertiga. Mommy mengambilkan makanan untuk Daddy dan juga Syaa, setelah itu mengambil untuk dirinya sendiri. Terlihat Mommy dan Daddy sudah mulai menyantap makanannya dengan lahap, berbeda dengan Syaa yang sedari tadi hanya melihat dan mengaduk-aduk makanannya.


"Kamu kenapa Syaa, kok makanannya di liatin aja gak di makan?" ucap Mommy memperhatikan Syaa.


"Nggak berselera Mom, pengennya makan yang asem-asem sama pedes" ucap Syaa.


"Kamu kan gak kuat pedes Syaa, jangan aneh-aneh deh, lagian juga ini masih pagi banget nggak baik buat kesehatan" ucap Mommy keheranan akan permintaan Syaa.


"Tapi Syaa gak pengen sarapan yang lain Mom selain yang asem-asem sama pedes, Syaa janji deh gak makan yang pedes banget, boleh yah? "ucap Syaa memasang muka melasnya dan puppy eyes.


"Boleh, asalkan kamu makan dulu sarapan kamu 2 atau 3 sendok deh biar gak kumat nanti asam lambung kamu" ucap Mommy.


"Iya deh, thanks Mommy ku, sayang deh".


"Daddy gak kamu sayang Syaa?? " kata Daddy yang dari tadi diam memperhatikan obrolan Syaa dan Mommy.


"Sayang dong, apalagi kalo uang di rekening Syaa tiap minggu ditambah, uhh sayangnya udah gak ketulungan deh Dad" goda Syaa mencandai Daddy.


"Owh jadi gitu yah kamu sama Daddy Syaa" ucap Daddy berlagak ngambek.


"Becanda Dad, Syaa sayang sama Mommy, Daddy, dan juga Valen itu bukan cuma kalau pengen sesuatu doang, tapi sayanggggg banget, tulus" ujar Syaa sembari mengunyah sarapannya beberapa sendok.


"Syaa udah selesai sarapannya Mom Dad, Syaa ke kamar dulu yah, pengen telfon temen Syaa suruh bawain rujak, dadahhh" ujar Syaa lagi dan langsung berlari keatas kamarnya.


"Dad, aneh banget sih anak kamu itu, masa pagi gini udah minta makan macem-macem, trus minta yang pedes padahal dia gak bisa makan pedes kan? " ucap Mommy serius.


"Iyaa Mom tumben banget anak kamu begitu, persis kayak kamu dulu pas lagi hamil Syaa, jadi aneh-aneh maunya" ucap Daddy polos.


"Iya juga yah, dulu pas aku hamil Syaa kan juga ngidam gitu truss aneh-aneh semua keinginan ku" batin Mommy.


"Mom, Mom, Mommyyyy" ucap Daddy sedikit berteriak membuyarkan lamunan Mommy.


"Apasih Dad, teriak-teriak gitu masih pagi tau" ujar Mommy sedikit kesal.


"Lagian Mommy sih ngelamun aja" ucap Daddy.


Dikamar, Syaa sedang duduk diranjangnya sembari mengotak-atik ponselnya mencari nomor ponsel sahabatnya, setelah itu menelfon sahabat-sahabatnya menggunakan panggilan video dan disambung 4.


Dalam panggilan video....


"Hay gaiss! " ujar Syaa.


"*Haii Syaa! " ujar ketiga sahabatnya.


"Kalian gak lagi ada acara atau kegiatan kan? " tanya Syaa.


"Gua gak ada" jawab Yuki.


"Gue juga gak ada sih" ujar Bianca.


"Gue lagi gak ada kegiatan, soalnya mager banget, hehe" ujar Bella tertawa sedikit.


"Elo mah mageran mulu kali, gak weekend, ngampus, jalan-jalan, selalu aja mageran kalau ada apa-apa" ujar Yuki.


"Bener banget, cari cowok gih sana, kali aja kalau ada pacar lo jadi punya semangat hidup dan gak mager lagi, hahahahah..." ujar Bianca tertawa puas meledek Bella.


"Denger tuh Bel, cari jodoh sana" tambah Syaa meledek.


"Kalian bertiga curang yah, keroyokin gue sendirian, lo juga Syaa pake ikut-ikutan sih Yuki sama Bianca" ujar Bella cemberut dan kesal.


"Iya deh sorry Bel, ehh kalian kan nggak ada kegiatan nih, gimana kalau kalian kerumah gue sekarang soalnya gue ada perlu sama kalian" ujar Syaa memelas.


"Waduhh perlu apa tuh? makan-makan yah?? " celoteh Yuki.


"Makan aja terus lo, gemuk aja enggak" ujar Bella.


"Sirik aja lo gemuk, wkwk" ujar Yuki tertawa.


"Udah deh kalian gak usah berantem, mending sekarang kalian siap-siap trus cuss kerumah gue" ujar Syaa.


"Yaudah deh Syaa, gue siap-siap dulu" ujar Bianca.


"Gua juga mau siap-siap" ujar Bella dan Yuki.


"Oke gue matiin telfonnya" ujar Syaa.


ttut...tutt...tutt...tuutt.


Panggilan diakhiri*.


"Bosen banget sih gak ngapa-ngapain,, mending gue nonton drakor aja sambil nunggu mereka dateng". pikir Syaa sembari mengambil laptop dan menyalakannya. Ia memulai ritual weekendnya dengan maraton drakor. Drama "Crash Landing On You" menjadi pilihan Syaa kali ini, meskipun sudah berkali-kali menontonnya tapi dia tak pernah bosan dengan alur ceritanya.


Setengah jam sudah Syaa menonton, rasa kantuk pun datang menghampirinya dan tak lama kemudian Syaa sudah berada dalam mimpi indahnya.


Beberapa menit setelah Syaa tertidur pulas, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu yang awalnya pelan semakin lama semakin keras dan suara teriakan dari luar yang membangunkan Syaa dari mimpi singkatnya.


"Syaa....,buka pintu lo" teriak dari luar kamar.


"Syaaa..,lo gak kenapa-kenapa kan didalem?? "ujarnya lagi dari balik pintu.


("Aduhh siapa sih rusuh amat pagi-pagi gini, lagi enak tidur juga, iiisshhh gangguu!") gumam Syaa.


"Iyaa bentarrrr!" teriak Syaa kesal.


ceklekk....


Pintu terbuka dan dengan segera ketiga teman Syaa masuk tanpa dipersillahkan.


"Ngapain sih kalian datang kesini rusuhh banget? "ucap Syaa kesal. Berjalan menghampiri sahabat-sahabatnya yang duduk diatas kasur.


"Sehat lo Syaa?, perasaan tadi elo deh yang nyuruh kita-kita dateng kesini" ujar Yuki heran.


"Oiya gue lupa, tadi kan gue yang nyuruh lo semua dateng yaa, hehehe...., maaf deh ya gue lupa keasikan maraton drakor sampe ketiduran jadi bangunnya gue agak bingung denger orang gedor pintu kenceng banget" ujar Syaa menjelaskan dengang tersenyum kikuk menahan malu.


"Yaudah sekarang kita semua udah pada disini, jadi maksud lo manggil kita kesini apaan??" ujar Yuki serius.


"Jadi gini, gue pengen banget makan yang asem-asem sama pedes, nah gue itu maunya rujak mangga+jambu air....." ujar Syaa terpotong saat Bella tiba-tiba berbicara.


"Maksud lo panggil kita kesini cuma mau curhat soal lo yang lagi pengen rujak gitu?? " ujar Bella kesal, karena waktunya untuk bermalas-malasan di kasurnya terhalang akibat panggilan Syaa untuk hal yang menurutnya tidak penting.


"Ya ampun Syaa, gue kira apaan lo manggil kita kesini, tau gitu mah tinggal ngomong lewat telfon aja juga bisa kali" kali ini Bianca yang angkat suara karena sedikit kesal.


"Aduhh kalian itu salah paham, makanya dengerin dulu sampai habis gue ngomong baru deh lo semua komentar" kali ini Syaa yang kesal karena teman-temannya yang sudah berasumsi sendiri.


"Yaudah kalau gitu lanjutin deh kalau masih ada lanjutannya, kita dengerin tapi awas aja kalau gak penting lagi" ujar Yuki menatap tajam Syaa.


"Oke gue lanjut, gue kan tadi bilang pengen makan rujak mangga sama jambu air tapi gue maunya Yuki yang ambilin gue mangga dan Bella yang ambil jambu airnya truss Bianca yang ngulek bumbunya, gitu maksud gue" ujar Syaa polos.


"Bilang kek dari tadi tau gitu gue mampir ke minimarket dulu beliin lo mangga" ujar Yuki santai.


"Iyaa bener tuh, kenapa gak bilang tadi pas kita belum sampe sini Syaa biar kita bisa beliin lo dulu bahan rujak di minimarket" tambah Bella.


"Aduh gue tuh gak minta dibeliin, kalau beli mah gue juga bisa, tinggal pesan online beres dah" ujar Syaa.


"Lah trus gimana mau ngerujak kalau buahnya gak usah dibeli?" tanya Bianca.


"Jadi 3 rumah dari rumah gue ini tuh ada pohon mangga lagi berbuah trus masih muda, pokoknya enak banget tuh pasti kalau dibikin rujak, dan didepan rumah itu juga ada pohon jambu airnya tetangga gue lagi berbuah, banyak banget trus merah-merah lagi, aduhh kok gue udah ngiler aja yah, hehehe" ujar Syaa sembari membayangkang buah tersebut.


"Jangan bilang lo mau nyuruh gue sama Yuki manjat tu pohon buat metik buahnya?? " ujar Bella menatap horor Syaa.


"Nah akhirnya ngerti juga lo, emang the best deh lo Bel" ujar Syaa santai mengacungkan jempol kearah Bella.


"Gila lo Syaa, yang bener aja lo nyuruk kita manjat, lo kira kita mo*y*t apa, gue mana bisa manjat sih Syaa" teriak Yuki kaget mendengar ucapan Syaa.


"Aneh banget sih lo Syaa kayak orang lagi ngidam aja mintanya yang aneh-aneh" ujar Bianca heran.


"Intinya kalian pengen kan bantuin gue, please mau yah...., mau lah, mau kan, mau dong pastinya kalau gue kasi tas keluaran baru Gucci " ujar Syaa mengoda sahabatnya dengan senjata pamungkasnya.


"Aduhh pilihan yang sulit lagi, hhmmm...., iya deh oke deal" ujar Yuki menimbang-nimbang tawaran Syaa yang akhirnya disetujui.


"Iya gue juga boleh deh, lumayan nambah koleksi lagi di lemari" ujar Bella.


"Yaudah kalau kalian setuju sama permintaan Syaa segera laksanakan, tapi ganti dulu rok lo Bella, masa manjat pake rok sih" ujar Bianca meledek.


"Santai aja sih, mentang-mentang gak disuruh manjat udah sombong amatt" ujar Yuki kesal dan cemburu karena Bianca hanya disuruh ngulek bumbu.


"Hahaha itu mah udah takdirnya elo buat manjat, soalnya lu kan sebelas duabelas sama tupai, hahaha" ledek Bianca sembari tertawa puas melihat sahabatnya itu memasang raut wajah kesal dan cemberut dari tadi.


"Yaudah kalian ganti baju dulu pake baju gue biar baju kalian gak kotor" ujar Syaa memeberikan setelan pakaian untuk sahabatnya.


"Oke kita ganti baju dulu, byeeee" ujar Bella dan Yuki serentak.


Bersambung.....