
Hah..hah.. hah…
Capek sekali…
Gadis kecil berkepang dua dengan setelan blus berwarna merah yang dipadukan dengan rok selututnya terlihat menggenggam beberapa tangkai bunga matahari yang baru saja ia petik di taman belakang rumahnya.
Hari ini cuaca cukup bersahabat, karena beberapa hari yang lalu hujan tak kunjung reda, menyebabkan hati gadis kecil itu menjadi mendung. Minggu ini sekolahnya libur dan ia ingin menghabiskan waktu liburnya untuk bermain bersama mama dan papanya.
Bukan menghabiskan waktu bersama, ia malah harus terjebak dengan derasnya hujan beberapa hari ini. Ia hanya bisa memandang rerumputan hijau lewat jendela kamarnya dilantai dua. Kamarnya memang terletak dekat dengan gerbang utama rumahnya yang menghadap langsung ke jalan setapak disana.
Akhirnya hari ini hujan tak turun seperti kemarin.. katanya dalam hati dengan riang.
“Hem…Hem… Hem… la.. la.. la..”
mama pasti suka dengan bunga yang aku bawakan. Ah, sudah jam berapa ini, sebentar lagi mama dan papa akan pulang.
Katanya sambil berlari menuju kamarnya untuk membersihkan diri, ia ingin mamanya senang dengan melihatnya sudah mandi dan bersih serta membawakannya bunga yang cantik ini.
Brumm,,, brum,,,,
Ah… Mama datang.. aku harus cepat. Ia pun menarik gaun selutut dengan motif bunga bunga matahari disisi bawah gaunnya.
“Mama… selamat datang..” Ucapnya riang sambil membawa bunga matahari yang tadi sudah dipetiknya.
“Hai, princess.. wah sudah cantik ternyata… apa ini?” Tanya mama sambil mencium kening gadis kecil itu.
“Ini hadiah untuk mama” Jawab gadis polos itu sambil tersenyum senang.
“Thank you baby” Ucap mama sambil mencium pipi tembab gadis itu.
“Buat papa mana?” Ucap papa tiba-tiba dari balik mamanya
“Eh…. Papa bisa beli sendiri” “Hahaha… baiklah putri kecil papa” Kata papa sambil menggendong gadis manis itu masuk ke dalam rumah.
“Hmm… PR semua sudah selesai, mau ucapin selamat malam lah ke mama.”
Ia pun segera menuju kamar orang tuanya, jam sudah menunjukkan pukul 22.00 dan seluruh lampu dirumah sudah dimatikan. Ia pun menelusuri lorong menuju kamar orang tuanya yang berjarak satu ruang dari kamarnya.
Eh.. mama mau kemana malam-malam? Tanyanya dalam hati..
Ia melihat mamanya berjalan keluar kamar dan masuk keruang kerja orang tuanya, karena penasaran gadis itu mengikuti mamanya dalam diam.
Splassshhh…
“Ahhh… mataku, Loh…. Mama kemana?” Bukankah tadi mama masuk ke ruang kerja ini? Dan sinar apa itu?
Hah.. hah.. hah..
Gadis itu terbangun dalam tidurnya dalam keadaan berpeluh. Ia pun mengambil posisi duduk dan meraih segelas air minum disisi tempat tidurnya. Ia meneguk air itu hingga kandas tak tersisa.
Mimpi macam apa itu? Kenapa aku tak ingat kejadian itu? Pertanyaan-pertanyaan mulai bermunculan dalam benaknya. Kepalanya terasa sakit ketika ia mengingat masa lalunya, masa-masa yang ia ingin kubur dalam-dalam.
Namun beberapa hari ini, ingatan-ingatan masa kecilnya mulai bermunculan dalam mimpinya. Rasa sakit di kepalanya kembali menyerang beriringan dengan munculnya ingatan masa lalunya.
Apa liontin ini ada kaitannya dengan mama? Mama… apa yang bisa Pink lakukan..
Hiks…hiks… hiks..
Ia pun menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya, menangis dalam diam dan kesendirian. Malam ini kepingan memori itu mulai bermunculan, seperti layaknya kepingan puzzle yang mulai menyatu mencari potongan memori lainnya.
Ia tak tahu kejadian apa yang menimpa dirinya, tapi demi orang tuanya ia akan mencari potongan-potongan memori yang pernah ia kubur dalam-dalam. Ia harus cepat karena waktu yang dimilikinya tak banyak, Itulah pesan mamanya beberapa hari yang lalu saat ia bertemu dengan mamanya di dimensi lain.
Apa aku bisa memutar balikkan waktu?? Pertanyaan ini yang terus terbesit dalam kepala pink.
Terima kasih yang masih setia dengan cerita aku, walau tiap chapter menjadi lebih pendek.. Hiks.. sebenarnya mau dibuat panjang, tapi banyak yang belum dikerjakan.. see you later..! jangan lupa bantu vote, komen dan likenya ya! Kasih semangat dongs buat Authornya! Hehehe… Salam manis.. (Author)