Pink

Pink
Part 13



Keadaan hutan ini bisa dikatakan lebih tenang dari pada biasanya. Ini merupakan hal yang kurang wajar, karena aku tahu hutan ini adalah satu-satunya jalan menuju pusat kota. Banyak binatang buas dan para petarung yang berlalu lalang dihutan ini. Kulirik sejenak ke arah Pink, ia tampak jauh lebih menikmati perjalanan di hutan ini dari pada sebelumnya. Memang hutan ini terlihat indah dengan banyak tumbuhan hijau yang seakan ditata rapi, tidak banyak rumput tinggi ataupun binatang buas yang mendekat. Aku pun memutuskan untuk beristirahat sejenak, mencari beberapa camilan atau memantau sekitar.


Aku pun turun dari kuda yang kutunggangi begitupun dengan Pink. Setelah memastikan posisi kami aman, aku pun bergegas mencari beberapa buah yang tak jauh dari tempat kami. Kulirik Pink memasangkan tali pengikat ke kuda yang ditungganginya dan membereskan beberapa barang.


*Sepertinya tak masalah jika Pink aku tinggal, lagi pula dia juga cukup kuat untuk bertarung dengan hewan level rendah. Beberapa kilo dari tempat kami, aku juga tidak merasakan adanya ancaman. Yah... dia akan baik-baik saja. *Aku pun bergegas untuk mencari beberapa buah dan mengawasi sekitar.


Memang tak begitu jauh aku mencari buah, karena hutan ini menyediakan berbagai macam tumbuhan yang dapat dikonsumsi. Setelah merasa cukup dengan bekal kami, aku pun kembali ketempat kami. Setelah sampai di dekat kuda, aku sama sekali tidak melihat Pink, namun aku merasakan kehadirannya.


Aku pun segera mengambil busur dan anak panahku, berlari mencari Pink. Keberadaannya tidak jauh dari tempat kami. Tak jauh dari lokasi kami aku melihat Pink membawa botol minum kami dan berniat untuk mengisinya dari sumber air yang mengalir dari batang bambu.


*Sial aku tidak menyadari keberadaannya. Pink dalam bahaya. *batinku.


Aku pun segera berlari dan berteriak ke arah Pink.


"Tunggu... Apa yang kau lakukan PINK?!!" Teriak ku sambil berlari.


"Ada apa?!" Pink terlihat panik dan tanpa melihat sekitar, ia berniat untuk menghampiriku. Oh...tidak!!


"JANGAN BERGERAK PINK dan tetaplah ditempat mu!!" Perintah ku spontan.


Kulihat ia membeku ditempatnya, dengan cekatan tanpa ba-bi-bu aku pun menarik busur panahku dan bersiap membidik tanaman berduri yang tambak tepat berada dibelakang Pink.


*Crasss.... Syuuut... Jleb..


*Yes tepat sasaran.. *


Aku pun segera berlari ke arah Pink dan menariknya menjauh dari tempat itu. Kulihat tatapan Pink masih kosong, mungkin dia masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.


"Sudah tak apa.. eh.. kenapa kau terlihat ketakutan?" Tanyaku


"Huh... kenapa tidak memberi tahuku jika ada tanaman berduri disana?" Jawabnya acuh


"Eh.. bukannya nenek dan kepala desa sudah memberi tahu mu?" Tanyaku sambil menaikkan satu alisku


Kulihat ia mengerucutkan bibirnya sambil tertunduk mengangguk. 


Hahaha... dasar Pink ceroboh.. batinku sambil tersenyum


"Sudah tak apa, untung tadi aku datang tepat waktu, kalau tidakk......"


"Tidak apa????" Tanyanya sambil memasang wajah horor ke arahku


"Eh... kau bisa dimakan tanaman berduri itu, untung saja tadi cuma anakan dari tanaman berduri" Jawabku membela diri


Ia pun terlihat mematung atas apa yang baru saja ku katakan. *Eh... aku merasa bersalah juga tidak memberi tahunya. *


"Baiklah Pink, apa kau tahu ciri-ciri tanaman berduri?? dan apa alasnnya dinamakan tanaman berduri?" tanyaku lembut.


"Hem... mungkin karena berduri" Jawabnya


"Buahahaha... kalau tanamannya berduri pasti kau sudah tahu dari awal" Ia pun hanya cemberut dengan jawabanku.


Aku pun meminta maaf karena tidak memberi tahunya, dan mulai menjelaskan apa itu tanaman berduri. Memang dinamakan berduri karena tanaman itu memiliki duri, Tapi durinya tak terlihat. Jika kalian perhatikan baik-baik, dihutan ini semua tanaman ikut bergoyang mengikuti aliran angin. Tapi berbeda dengan tanaman berduri ini, ia diam ditempat, memang sengaja menunggu mangsanya datang. Saat mangsanya mendekat, tanaman ini akan  bergerak perlahan mendekati mangsanya, mengikat mangsanyanya dan melilitnya menggunakan duri-duri besarnya hingga sang mangsa tak dapat lagi bergerak. Baru saat itulah tanaman ini akan menghisap seluruh jiwa mangsanya hingga nyaris tak tersisa.


Dari raut Pink aku dapat menyimpulkan bahwa dia benar-benar terkejut akan penuturanku, memang harusnya aku memberitahunya dulu agar dia lebih waspada. Kami pun beristirahat sejenak dibawah pohon itu sembari Pink menenangkan keterkejutannya. Tidak lebih dari 5 menit kami beristirahat, Pink berdiri dan mengajak untuk melanjutkan perjalanan kami.


"Kau benar-benar sudah tak apa?!"


Hem... Jawabnya sambil mengangguk.


Kami pun segera naik keatas kuda kami dan bersiap melanjutkan perjalanan, memang hari sudah beranjak sore dan perjalanan kami tinggal seperempat jalan lagi. Aku sangat berharap kami segera keluar dari hutan ini sebelum hari beranjak malam. Akan sangat menyusahkan saat kami masih terjebak dalam hutan ini.


Segera aku mengaktifkan kemampuan menerawangku, menyusuri seluk-beluk hutan ini dalam pantauan 5 km. Beranjak sore hutan ini semakin aktif dengan berlalu-lalang nya para petarung seperti kami. Banyak dari mereka yang memiliki kecepatan berlari dan menunggangi pegasus. Tak jarang hewan-hewan kecil yang berada dibalik rerumputan berlarian kesana-kemari seperti menghindari sesuatu. Firasatku mengatakan suatu hal yang kurang baik. *Aku harus lebih waspada kali ini!! *


Tiba-tiba Pink membelokkan arah kuda yang ditunggangi nya menuju barat daya, aku pun langsung mengikutinya dengan firasat yang kurang baik.


"Liontinku mengatakan ada sesuatu yang besar disana" Jelasnya sambil memacu kudanya dalam kecepatan tinggi.


Kami pun berpacu menembus lebatnya hutan menuju tempat yang di tunjukkan oleh liontin Pink. Semakin dekat aku merasakan suatu hal yang amat besar menunggu kami di penghujung jalan. Aku pun bersiap mengambil busur dan anak panahku, begitu pula dengan Pink yang bersiap juga dengan busurnya.


Saat kami tiba ditempat--disebuah lembah yang diapit oleh dua pegunungan besar dan dikelilingi oleh pepohonan tinggi--aku dan Pink pun terkejut dengan apa yang kami lihat. Bahkan aku yang sudah beberapa kali melewati hutan ini belum pernah menyaksikan tanaman berduri sebesar itu. Ia berada tepat di dasar lembah yang diapit oleh dua pegunungan besar. Seaakan ia menghalangi jalan dibelakangnya. Aku pun menengok ke arah Pink takjub dengan kemampuan nya.


"Kau hebat Pink, sekarang bersiaplah dan kerahkan semua kemampuan mu"


"Hump..." Katanya bersiap sambil turun dari kuda nya.


Tanaman itu mulai menyadari kedatangan kami, dan seakan terusik. Ia pun menggerakkan salah satu batangnya yang menyerupai tentakel raksasa dengan duri disetiap sisinya. Kilatan bening berwarna di seluruh permukaan durinya menandakan bahwa duri-duri itu memiliki racun.


"Hati-hati Pink, induk tanaman ini beracun" Pesanku


"Baiklah.." katanya sambil merenggangkan busur nya.


"Maju Pink..."


Bum.. salah satu tentakel itu melayang ke arah Pink dan langsung dibalas dengan anak panah cahaya.


Sreeettt.... Crak... panah Pink berhasil mengenai salah satu tentakel itu dan mengubah tentakel raksasa itu menjadi serpihan kaca yang berkilau terkena cahaya matahari yang mulai condong ke barat.


Bum..


Buk...


Crashhh....


Pukulan berdentum bertubi-tubi terdengar di dasar lembah ini, pukulan-pukulan yang kulayangkan pun telak menghabisi hampir setengah tentakel yang dimiliki oleh induk tanaman berduri ini.


"Pink arahkan panahmu ke titik putik bunga itu... perhatikan... ada kilatan cahaya di atasnya" Kataku sambil terus berkonsentrasi menghadapi tanaman berduri ini.


Dengan cekatan pink mengarahkan panah nya ke arah putik bercahaya itu...


Syyuuutttt.... Pyarrr...


Bagai pecahan kaca yang berhamburan kesetiap sisi saat Pink berhasil mengenai inti tanaman berduri itu. Kami pun segera berlari dan berlindung dibalik pepohonan yang rimbun. Seluruh pecahan tanaman berduri itu mengenai seluruh lembah dan dari pecahan itu muncul bunga warna-warni di sekitar lebah. Seakan, kami melihat lembah bunga warna-warni.


"Kau hebat Pink kemampuanmu bertambah pesat..." kataku sambil mengacak-acak rambutnya


Kulihat dia mendengus tidak suka " Huh... hehehe.. aku masih belajar Lex.." Katanya sambil merapikan kembali rambutnya.


"Lihat ada jalan disana, yuk kita lihat"


Kata pink tiba-tiba sambil menunjuk jalan setapak di dasar lembah itu. Benar tanaman berduri itu memang menghalangi sebuah jalan. Kami pun segera naik ke atas kuda dan mendekat ke arah jalan itu.


"Apa yang harus kita lakukan Lex?? Memeriksanya atau kembali ke arah pusat kota??" Tanya pink saat kami tiba di dekat jalan setapak itu.


"Entalah... bagaimana menurutmu??"


Pletak... pukul Pink tiba-tiba tepat di kepalaku


"Hem... bodoh kau kan petunjuk jalannya" . "Aduh.... aku kan juga bertanya?" belaku sambil mengusap kepalaku


"Baiklah kita coba lewat sini" Kata Lex pada akhirnya.


Kami pun akhirnya melanjutkan perjalanan kami menuju jalan setapak didasar lembah itu. Jalan ini terlihat bersih dan terawat dengan baik. Jarang kami bisa menemukan jalan setapak ditengah hutan belantara seperti ini. Dikanan kiri jalan ini dibentengi oleh dua gunung yang berdiri kokoh seaakan terbelah menjadi dua bagian dan membuat jalan setapak ini. Tak lebih dari 6 meter lebar jalan ini membuat kami harus berjalan satu-satu untuk melewatinya. *Kemana tujuan jalan ini?? *


*#halo semua... maaf ya author lama tak up.. karena baru selesai UTS dan banyak nya tugas online selama libur ini... Tapi author usahakan untuk menyisihkan waktu melanjutkan part selanjutnya. Oh iya... Jaga kebersihan dan kesehatan ya semua... jangan lupa makan yang teratur dan rajin cuci tangan... Semoga kita semua selalu sehat... Salam hangat author__ *