Pink

Pink
Part 14



Sebenarnya aku juga tak tahu kemana arahnya jalan setapak ini.  Aku hanya mengikuti arahan dari liontin ini, dan sepertinya diujung jalan ini ada sesuatu yang menanti kedatangan kami. Tapi apa itu atau siapa itu??? Semua hanya terlihat semu. Gumanku dalam hati


“Hm, hei Pink lihat di depan sana!!” Ucap Lex tiba-tiba, sorot matanya mengungkapkan betapa bahagianya dia menemukan sesuatu yang ada didepan sana.


“A-ada apa??” tanyaku seraya mengarahkan kuda ku agar sejajar dengan Lex.


“Kemarilah, dan lihat apa yang ada di ujung jalan sana” Tunjuknya sambil tersenyum lebar.


Aku mengikuti kemana arah telunjuk Lex mengarah, tak jauh didepan sana hiruk-piruk keramaian jelas terlihat dari jarak dimana kami sekarang berada. Apa itu pusat kota?? Wah, liontin ini menunjukkan jalan pintas menuju pusat kota.


Ku arahkan pandanganku kearah Lex untuk memastikan apa yang kulihat tidak lah salah. Hahahaha, aku tak mau salah dong. Asumsiku haruslah benar adanya. Lex pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar, seakan dia mengetahui isi pikiranku. Ia pun mengajak untuk melanjutkan perjalanan, Karena matahari mulai bergerak cepat menuju arah barat dan bersiap untuk menyembunyikan sinarnya dibalik pegunungan.


Tak lebih dari 10 menit perjalanan kami dari jalan setapak di dasar lembah itu, kami sampai di ujung jalan ini,


dan lihat, dibalik pepohonan yang seakan berbaris rapat sengaja untuk menutupi apa yang ada dibaliknya, terlihat jelas oleh indra kami - Pusat Kota- tujuan perjalanan kami kali ini.


Woa, tak heran aku begitu takjub memasuki pusat kota ini. Seluruh aktifitas kota ini terekam jelas pada benda


bulat yang berputar-putar di atas kota ini. Hmm, mungkin semacam CCTV kalau di dimensi ku. Decak ku kagum akan teknologi yang jauh berkembang lebih pesat dari pada yang ada di dimensiku. Menurut penjelasan Lex, benda itu memang ditugaskan untuk memantau segala bentuk aktifitas warga dipusat kota ini. Mereka bergerak otomatis menggunakan gaya gravitasi bumi.


Banyak orang-orang berlalu-lalang menghiasi keramaian pusat kota mereka berasal dari berbagai daerah yang datang dan berkunjung ke pusat kota ini. Entah mereka hanya mampir dalam perjalanan mereka, atau mengambil tugas yang diberikan oleh pejabat-pejabat dalam kota. Sama halnya dengan Lex yang datang kemari untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh kepala kota.


Semua orang dipusat kota ini memiliki sebuah lambang yang tercetak pada lengan kanan, tanda itu otomatis


muncul ketika kami melalui gerbang “Selamat datang” yang menyambut kami masuk ke pusat kota ini. Lambang itu berwarna biru terang yang menandakan pengunjung atau tamu, sedangkan orang-orang yang tinggal di pusat kota ini memiliki lambang berwarna hijau terang di lengan kanan mereka.  Walaupun pakaian yang kami kenakan panjang ataupun tebal, hebatnya lambangini masih terlihat jelas, memang benar-benar digunakan untuk menunjukkan identitas kami.


Aku dan Lex pun menaruh kuda kami di penitipan kuda yang berada di dekat gerbang masuk pusat kota. Lex mengajak ku untuk mencari penginapan untuk kami beristirahat. Katanya kami akan berada di pusat kota ini selama dua hari, karena besok pagi-pagi sekali ia akan menemui kepala kota. Dan sesuai janjinya pada nenek, ia juga akan membawaku ke pak tua, guna menanyakan perihal liontin ku ini. Aku pun mengangguk mengiyakan.


Hiruk-piruk keramaian pusat kota terlihat jelas dari kamar tempat ku menginap, memang kami tidak menginap di penginapan yang mewah kata Lex. Tapi, bagiku ini benar-benar mewah, mungkin kalau di dimensiku ini adalah kamar Suit. Kamar ini memiliki satu tempat tidur – king size - ditengah ruang dengan interior berwarna emas yang berkilau. Aku merasa menginap di hotel berbintang lima. Aku rindu papa dan mama, pernah sekali aku menginap di hotel seperti. Tapi kenapa tata letak hotel ini sama seperti tempat ku menginap bersama mama


dan papa?? Aneh, tapi, tak apa lah aku benar-benar senang. Hah, benar-benar melelahkan. Batin ku sambil menghempaskan tubuhku ke atas kasur empuk itu. “Seakan tidur di atas awan”


sadarku.


Disisi lain, dikamar sebelah dimana Lex menginap.  Lex terlihat membongkar beberapa barang bawaan nya, ia harus segera bersiap menemui kepala kota. Tugas yang diberikan oleh kepala kota kali ini Lex harus menemui sendiri kepala kota. Biasanya tugas yang diberikan oleh nya disampaikan oleh bawahan kepala kota. Aneh- satu kata yang mewakili pikirannya. Apa tugas kali ini bergitu rahasia hingga aku  harus menemui kepala


kota sendiri? Batin lex yang masih belum mengerti.


Lex bukan lah petarung ulung, ia baru memasuki kelas menengah. Biasanya tugas yang diberikan kepada kelas menengah disampaikan melalui surat yang dikirim langsung menggunakan portal yang dimiliki oleh setiap petarung di dimensi ini. Lex memang baru bergabung menjadi petarung bayaran di dimensi ini. Setiap petarung memiliki level masing-masing. Semakin sering tugas yang diberikan kepada mereka maka tingkat popularitas mereka juga akan naik seiring tingkat tugas yang diberikan oleh mereka.


Setelah Lex membereskan beberapa barang yang ia bawa, ia pun segera menuju tempat kepala kota. Sebenarnya ia ingin mengajak Pink untuk ikut serta, tapi sudah lebih dari 5 menit ia mengetuk pintu kamar tempat Pink tidur tidak ada jawaban dari dalam. Ia mengasumsikan bahwa Pink tertidur. Mungkin dia kelelahan, ya sudah biarkan dia tidur, nanti malam baru aku ajak ke tempat pak tua.


Lex pun segera menuju tempat kepala kota, benda bulat sebagai alat transportasi disana membawanya menuju kediaman kepala kota. Sebelumnya ia sudah menuju tempat pengambilan tugas –sebuah gedung berlantai dua yang digunakan khusus petarung dari berbagai tempat untuk mengambil dan melaporkan tugas mereka- disana ia langsung di arahkan untuk menaiki benda bulat ini menuju kediaman kepala kota. Dari penjelasan yang


diberikan petugas tempat pengambilan tugas, tugas ini akan langsung diberikan oleh kepala kota, sehingga kepala kota sendiri lah yang akan menyampaikan isi tugas tersebut.


Dalam benda bulat melayang yang seperti alat tnsportasi khusus ini terlihat jelas hiruk-piruk keramaian pusat


kota. Hari semakin beranjak malam dan pusat kota semakin ramai adanya. Benda bulat ini berwarna abu-abu gelap. Tapi ketika kita berada didalam nya seakan menaikiruang kaca, sehingga kita bisa melihat jelas keluar tapi berkebalikan denganorang yang berada di luar benda bulat ini. Benda ini terus membawanya naik menuju tempat pusat kepala yang terletak di deretan gedung bertingkat.


Disisi lain Pink terbangun dari tidurnya dan menyadari bahwa hari mulai gelap. Ia pun segera bangkit dari


tempat tidurnya dan segera membersihkan dirinya. Begitu selesai membersihkan dirinya, ia berjalan keluar kamar dan menuju kamar lex. Jujur saja dia sangat lapar saat ini, hari sudah menyembunyikan sinar mentarinya dan ia belum mengisi perutnya sejak ketadangan mereka di pusat kota.


Lama pink mengetuk pintu kamar Lex, berharap Lex segera membuka nya dan mengajak nya untuk mengisi perutnya yang mulai melakukan konser keroncong. Lebih dari 10 menit Pink menunggu dan tak ada jawaban dari empu pemilik kamar, ia pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


Dengan sedikit kecewa ia berjalan dengan menyeret kakinya melambangkan bahwa ia sangat lelah dan lapar saat ini,di depan kamar nya -didepan pintu kamar- ia mendapati note di depan kamarnya. Hem,kenapa tadi aku tidak melihatnya? Batin pink. Dalam note itu tertuliskan “Hei, aku keluar dulu. Kalau mau makan panggil saja pelayan kamar menggunakan portal kecil didekat temapt tidur”. Pasti dari Lex, dia pergi kemana malam-malam begini? Ah, sudahlah aku sangat lapar.


Pink kembali masuk dan mencari portal kecil yang di maksud Lex, ia menemukan benda kecil bulat yang mengambang di dekat tempat tidurnya. Sejenak ia melihat ke portal tersebut, benda bulat berwarna abu-abu gelap. Portal ini berbentuk seperti bola logam tanpa tombol apapun. Dengan hati yang kesal dia mendengkus seraya berkata "Kenapa Lex tidak memberi tahuku bagaimana menggunakan portal ini dalam catatan itu? Bagaimana menggunakan nya?? Aku sangat lapar sekarang. Hiks"


*Halo para reader yang bersedia mampir di karya Nara. Mohon dukungan nya ya JJangan lupa like each chapter, rate bintang 5 dan tambahkan ke favorite kamu, biar nara rajin untuk up novel nya. Terima kasih semua, oh ya jangan lupa ya mampir di karya nara yang lainya. Papay semua.