Pink

Pink
Part 7



Sesuai dengan kesepakatan kemarin, kami pun mulai kembali berlatih bersama di padang rumut ini lagi.


Crash... Crash..


"Hufh.. hufh.. hufh... aku lelah" kataku sambil berbaring di atas rerumputan hijau yang terasa seperti di atas kasur yang empuk.


Puk..


"Tuh minum.." kuraih botol minuman dari bambu itu dan mulai meneguk habis isinya. Segar dan menyenangkan rasanya.


"Ayo kita mulai lagi, jangan menyerah!" "Iya... iya baik"


Aku pun mulai beranjak dari tempatku berbaring dan mulai mengambil busur panah didekat kaki ku.


Akupun mulai merenggangkan kakiku memasang kuda-kuda selebar pundakku dan mulai membidik target disebuah batang pohon. Sambil mengambil anak panah dibelang punggungku akupun mulai menarik senar panah dan membidik sasaran.


Crash… Tak..


Anak panah itu menancap tepat disasaran den membelah hamparan padang rumput menjadi dua bagian.


Plok.. plok.. plok..


“Selamat pink, kau tepat sasaran. Mari istirahat sejenak”


“Wah… Horeee…” Tanpa sadar aku pun berlompat dengan girangnya.


Ku lihat lex hanya tersenyum miring padaku. Terserah lah, yang penting kali ini aku berhasil. Senyumku dalam diam.


“Terima kasih banyak Lex” Kata ku tulus


“Tak masalah” Jawabnya angkuh. Huh.. dasar sombong.. Gumanku dalam hati.


Siang ini angin bertiup dengan tenang dan damai. Berapa helai rambutku tertepa angin, seakan membelai lembut


kepalaku.  Langit pun cerah dengan sinar matahari yang hangat menerangi kami yang berada dibawah pohon. Tak terasa aku pun mulai memasuki alam mimpi.


“Putri cahaya bangunlah, putri”


Suara itu terdengar lagi.. memanggilku.. dengan perlahan aku membuka kelopak mataku. Ini dimana?? Tempat apa ini? Cantiknya..


Ketika terbangun, aku tengah berbaring dipangkuan seorang wanita. Perlahan ku kejapkan mataku.


“Engh… Hah,,, Mama..” Sontak aku mengambil posisi duduk dan mengusap mataku tak percaya.


“Iya saying ini mama” Ucap mama sambil mengusap kepalaku hangat.


“Waktu mama tak banyak sayang. Ada yang harus mama sampaikan padamu”


Aku pun memandang mama antusias, dan duduk berhadapan dengan mama. Mama menjelaskan sangat singkat perihal liontinku. Liontin itu adalah milik mama dahulu, mama memang bukan berasal dari Bumi, melainkan dari dimensi lain yang memiliki rentang waktu yang berbeda. Penyebab kematian mama dan papa lah yang harus aku cari tahu. Tapi bagaimana? Mama hanya menjelaskan bahwa aku harus belajar mengontrol kekuatan dari liontin itu dan terus berusaha mengasah kemampuan bertarungku.


“Tapi mama, apa… apa mama bukan manusia??” Tanyaku spontan


“Hahaha…. Sayang mama manusia tapi berbeda dimensi” Jelas mama tanpa memberiku sebuah kepastian yang sesungguhnya. “Hey… you’ll know soon”


Splaaash… cahaya itu datang menghalau pengelihatanku. Ahh.. ternyata waktunya berpisah dengan mama lagi.


Ketika mataku terbuka aku sudah berada dipadang rumput ini lagi bersama Lex yang sedang membakar ikan


disebelahku.


“Hei… kau sudah bangun?” Sapa Lex seperti biasa


“Hemm…” Jawabku mengiyakan.


Tak lama ikan hasil pembakaran Lex matang, ia pun menyodorkan satu ikan untuk ku. Kami makan dalam diam. Wow…. Ternyata ikan ini enak banget, Lex jago membuat ikan bakar. Hem.. Yummy… rasa laparku hilang seketika.


“Nih minum, sudah sore… besok kita lanjutkan lagi latihan kita” Ucapnya tegas.


“Iya terima kasih, hem.. sepertinya aku harus kembali saat ini, aku tak tahu sudah berapa lama aku berada disini” Ucapku pada Lex.


Lex pun hanya mengangguk mengiyakan.


Aku pun pamit dan berjanji akan menemuinya esok hari di padang rumput ini. Lex berlalu membawa busur panah nya dan berjalan menghilang dibalik rerumputan diujung padang.


Nah… sekarang bagaimana caraku pulang??tanyaku dalam hati.


Duh gimana cara kerjanya liontin ini?  Aku pun membolak balik liontin itu.


“Ehem….Ehem… aku ingin pulang” sshhh… hemm… aku masih disini? Apa rusak??


Splashhh…..


Apa yang bias saya bantu Putri Cahaya??


“Bawa aku pulang ke dimensiku” Baiklah putri.


Maaf… Baru bisa up sekarang… Mohon bantuan dukungan untuk Authornya, jangan lupa like, komen dan vote nya… Agar Authornya semangat Up novelnya..