Pink

Pink
Part 2



05.30 AM


Mentari pagi masih malu-malu menunjukkan sinarnya untuk menyapa dunia ini, tapi aku sudah rapi dengan seragam sekolahku, dengan berbalutkan seragam putih abu-abu dan apron yang menengger rapi di leherku. Aku memasak telur goreng, dengan sesekali membubuhkan sedikit garam dan cabai agar lebih terasa nikmat saat ku menyantapnya. Tidaklah susah untuk membuat sarapan, aku pun bukan orang pandai memasak. Yang terpenting bagiku, aku harus selalu bersyukur bahwa aku masih bisa makan setiap hari.


Tak butuh waktu lama untuk memasak telur goreng sederhana. Sekarang telur itu sudah tertata cantik di atas piring putih dengan sedikit nasi dan sambal, tak lupa segelas susu hangat ikut meramaikannya. Kunikmati sarapan pagi ini dengan penuh nikmat. Suapan demi suapan ku arahkan ke mulutku, aku harus segera bergegas berangkat sekolah, sebelum jalanan dipadati oleh kendaraan yang berlalu lalang.


Jalanan pagi ini terasa lenggang seperti biasanya, jam masih menunjukkan pukul 6 pagi. Tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang karena memang masih pagi. Semenjak aku tinggal sendiri, aku pun mulai terbiasa berangkat sekolah lebih awal. Jarak sekolah dah rumahku tidak tergolong jauh ataupun dekat jika ditempuh dengan jalan kaki, mungkin hanya berkisar sekitar 10-20 menit untuk sampai di sekolah. Suasana pagi yang begitu damai terkadang membuatku melupakan sesak dan pilunya hidup yang sedang kujalani. Keadaanku memang berubah 360 derajat. Semuanya berubah sejak kejadian itu, kejadian lampau yang mengubah semuanya.


Orang lain tak perlu tahu apa yang terjadi pada diriku dan kehidupanku, mereka hanya perlu tahu bagaimana diriku yang sekarang menjalani kehidupan ini. Hidup akan terus bergulir hingga waktunya roh memisahkan diri dari raganya. Jadi selama aku masih bisa bernafas dan bergerk kenapa tidakku gunakan dengan sebaik-baiknya? (Just make it easier 😉)


Perjalanan pagi ini terasa lebih cepat daripada biasanya, aku bahkan sudah sampai disekolah dalam waktu 10 menit, padahal biasanya bisa sampai 20 menit agar sampai di sekolah.(Mungkin efek berkhayal disepanjang jalan 😅)


Suasana sekolah belum terlalu ramai, hanya terlihat beberapa anak yang baru datang diantar oleh orang tua mereka atau supir pribadi mereka. Terkadang terasa ada yang menghimpit rongga dada ini, seakan sesuatu hilang begitu saja. Tapi apa yang bisa ku perbuat lagi? Semuanya memang sudah berubah. Aku bersekolah disekolah ini juga karena hasutan sahabat kecilku dan biaya dari orang tuanya. Aku tak suka bergantung pada orang lain, maka dengan segala upaya, akhirnya aku bisa mendapatkan beasiswa untuk bersekolah disini. Walau tak sepenuhnya, tapi setidaknya setengah pembayaran ditanggung oleh beasiswaku.


"Pinkkkky....!!! Oy... oy..!!! "


Ugh,  berisik amat pagi-pagi aku kan masih mau meneruskan berkhayal ku... Hahaha


Dengan senyuman lebar, kubalikkan badan ini menyapanya, "Hai... Jes, Selamat pagi" sapa ku dengan senyum lebar terbaikku.


"Huh, gak usah pura-pura strong deh, Hahaha"


"Kau memang yang selalu tahu segalanya" jawabku sekenanya.


"Hahahaha"


Oh iya, perkenalkan dia teman ku dari SMP, gadis cantik berkulit putih dan berambut pirang ini adalah sahabat terbaik yang memaksaku untuk bersekolah disini. Kami berteman baik sejak lama selain karena orang tuanya adalah salah satu teman dekat mama, ia juga sahabat yang paling pengertian. Keluarganya yang banyak membantuku hingga saat ini.


"Bagaimana? apa sudah selesai?" Tanya nya disela perjalanan kami menuju kelas.


"Ya ampun, aku lupa. Kemarin aku merasa begitu lelah sepulang part-time. Jadi-"


"Pasti begitu terus jawabanmu, makanya tinggal dirumah aku aja, lagian orang tuaku kan bersedia mengangkat mu" Katanya berbinar.


"You know me so well Jes, kamu tahukan bagaimana jawabanku?"


Sesampainya kami didalam kelas, dengan sedikit tergesa aku mengeluarkan PR yang sama sekali belum aku sentuh. Namanya PS* dong bukan PR lagi 😣. Tak butuh waktu yang lama bagiku menyelesaikannya, dalam waktu 10 menit tugas selesai. Segera kuletakkan buku dan peralatan menulisku dan melirik ke arah Jesica. Sambil sesekali menggoda nya yang sedang asyik ber-chat ria dengan gebetan barunya.


Anak ini emang gak pernah berubah. Ck...!! Sudah berapa kali dia memberi tahuku akan gebetan barunya yang terus berganti tiap bulannya. Tapi tak ada satupun dari mereka yang hingga saat ini dapat memenangkan hati seorang Jesica.


Ketika bel terdengar menggema diseluruh penjuru sekolah, kami pun berhenti melakukan aktivitas dan guru Kimia dengan giatnya menapakkan kakinya di kelas tepat setelah bel terdengar. Seketika semua aktivitas selain belajar selesai sampai situ.


****


"Pinky, kamu gak nebeng aja denganku? Ayo aku anterin aja ke Swalayan!" Tawar Jesica


"Gak usah jesy, lagian rumah kamu dengan swalayan berbeda arah dan swalayan itu gak jauh dari sekolah" Tolakku halus.


Jesy hanya menanggapinya dengan anggukan - malas berdebat denganku- dan berlalu dengan mobil pribadinya. Aku hanya melambaikan tangan padanya.


Sesampai di swalayan tempatku bekerja, segera mungkin aku mengganti pakaian ku dan mulai bekerja. Ayo Pink, semangat!!! Usaha tidak pernah mengecewakan hasilnya. Ucapku menyemangati diri sendiri.


"Pink, hari ini coba kamu cek tanggal kadaluarsa beberapa produk mie instans dan stok sisanya ya? Nanti berikan laporannya saat selesai"


"Baik pak, siap" jawabku lantang..


Sebenarnya tanpa bekerja tambahan, aku masih memiliki banyak tabungan peninggalan orang tuaku. Tapi aku enggan menggunakannya selain karena masih ingin ku simpan, tapi dengan bekerja aku bisa menyibukkan diri aku dapat melupakan sejenak kesendirian yang kurasakan.


"Eh.. itu apaan? Liontin??" Tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah benda sebelah deretan mi instan yang sedang aku periksa. Ku coba untuk meraihnya dan membuka liontin itu.


Splassshhh.  Muncul cahaya menyilaukan dari dalam liontin tersebut dan menghalangi pandanganku. Semuanya terlihat silau sampai aku sadar aku berada dalam sebuah lorong terang dan hanya ada aku sendiri disana. Tiba-tiba terdengar suara yang menyapaku.


"Selamat siang Putri Cahaya...!!"


 


*Terimakasih ya buat teman-teman yang mau mampir kemari, jangan lupa like jika suka, bintang 5 dan komen yang membangun ya. Agar authornya bisa terus berkaya dan lebih baik. Terima Kasih!!