Pink

Pink
Part 5



Cit cit cit....


Burung-burung kecil mulai bersenandung ria ikut andil dalam menyambut hari ini. Cahaya


matahari pun terasa hangat membelai setiap makhluk yang ada. Cahayanya menembus


rumah sederhana nan rapi, melalui celah-celah dinding dan jendela. Hari baru


telah datang, menyambut awal hari yang tenang.


Gadis SMA itu mengenakan pakaian putih abu-abunya terlihat mematut dirinya di cermin


dengan sesekali ia merapikan kembali pakaian dan rok selutut yang ia kenakan.


Tak lupa ia juga menyapukan bedak tipis di wajah putih susunya serta sedikit lip


balm ikut mewarnai bibir mungil nya. Dia sudah siap.


Hari ini ia memakai pakaian dengan sangat rapi, menggerai rambut panjang nya dan mengenakan bando berwarna pink di kepalanya. Berjalan santai menuju sekolahnya. Sesekali ia bersenandung ria mengungkapkan keceriaan di luar dan menyembunyikan mendung di dalam hati nya. Hati siapa yang tidak sedih ketika ia harus melalui hari-hari nya sendiri tanpa seorangpun disisinya. Ma... Pa Pink rindu kalian.


“Hai pinky, selamat pagi.. Whoa.. You look so beautiful”


“Hahaha,,... Thanks Jes, kau juga tetap seperti biasa. Hahaha”


“Hei... Tidak bisakah kau sedikit memujiku?” balas jesica dengan berkacak pinggang dan menopang dagunya dengan punggung tangannya serta menatap pink sambil berkaca-kaca.


“Hahaha...You know me so well Jes.”


Mereka pun berjalan berdampingan menuju kelas dengan sesekali bersendau ria. Kedua sahabat ini memang selalu akrab dimanapun mereka berada. Walau terkadang perselisihan tetap ada, tapi dengan sikap pink yang tenang dan dewasa pertengkaran kecil pun dalam


hitungan detik sudah mereda.


*******


“Wow... kau terlihat cantik hari ini pink. Mau pergi berkencan sepulang sekolah pink?” ledek Ardo dengan tatapan menggodanya.


“Terima kasih Ardo, tapi aku sudah punya janji”


“Hahahaha.... Liat guys Ardo sang Penakluk ditolak mentah-mentah” Cerca sahabat-sahabatnya.


“Sialan kalian” Sengit Ardo


“Mau ketempat biasa Pink?” tanya Jesica


“Ya... mau kemana lagi?” Jawab pink sekenanya.


Jesica hanya terlihat mangut-mangut tanda ia mengerti, dan kembali duduk rapi dibangkunya karena guru sudah memasuki ruang kelas. Mereka pun dengan otomatis duduk rapi di bangku masing-masing. Pelajaran pun dimulai.


*****


Terbaring dengan damai tulisan dibatu nisan dua insan yang sekarang tidak lagi berada didunia,


“Philiph Keneth” begitulah yang tertulis dibatu nisan itu dan disebelahnya “Keyla Keneth”. Kedua makam itu selalu tampak bersih dari pada makam lainnya.


Gadis itu dengan jemarinya yang lentik membersihkan dedaunan yang jatuh ke makam kedua orang tuanya itu. Ia pun mengganti bunga-bunga yang sudah layu dengan menaburkakan bunga-bunga segar yang ia bawa.


Suasana pemakaman hari ini tampak begitu tenang, tidak banyak orang yang berkunjung kepemakaman. Makam kedua orang tua gadis itu terletak daerah perbukitan sehingga udara nya pun begitu segar.


“Ma... Pa... bagaimana kabar kalian? Pink disini sudah besar. Tidak terasa sudah 3 tahun, waktu berjalan begitu cepat. Kalian tak perlu khawatir. Pink baik-baik saja disini. Ujian tengah semester kemarin pink mendapatkan gelar siswi teladan lagi. Pink janji tidak akan mengecewakan mama dan papa.”


“Ma... Pa.. beberapa hari yang lalu pink mendapatkan kejadian yang menarik serta membingungkan pink. Pink bertemu dengan mama dan bisa pergi kesuatu tempat yang bahkan pink sendiri tidak tahu. Pink bertemu dengan teman baru dan dia pintar memanah, bagaimana kalau pink belajar memanah lagi dengan teman baru pink? Apa papa memperbolehkan pink?”


dan Lex mereka berada didimensi lain. Apa artinya pink bisa menjelajahi waktu? Pink bertanya-tanya”


“Ma.. Pa.. pink kangen kalian. Semoga kalian bahagia disana, dan kalian tidak perlu khawatir pink baik-baik saja disini. Pink sayang kalian”


Tutup gadis itu dengan mencium nisan kedua orang tua nya. Ia pun pergi menurunin anak tangga dipemakaman dan bergegas pulang kerumah kecilnya dengan hati senang seakaan baru pulang berkunjung dari rumah kerabatnya.


Tanpa ia sadari, sedari tadi orang itu mengamatinya. Ia mengenakan setelan hitam-timannya dan  keluar dari balik pohon besar disebelah makam orang tua pink. Berjalan perlahan mendekat ke arah dua nisan itu. Ia tersenyum takzim dan berdiri diantara dua nisan itu.


“Tuan... Nyonya.. kalian tidak perlu khawatir. Saya akan selalu setia dan menjaga amanat


kalian. Saya permisi” ucap orang itu sambil berlalu. Tak lupa ia pun meletakkan dua buket bunga ke kedua makam itu. Membungkuk


memberi hormat dan berlalu.


****


Gadis itu berjalan melewati sebuah rumah besar dan tampak bersih, ia berhenti dan sejenak menimang-nimang yang ada dipikirannya. Ia pun memutuskan bejalan mendekat ke arah rumah itu, membuka gerbang besi berwarna putih itu.


Berjalan mendekat ke arah rumah besar itu, masih sama seperti dulu. Taman rindang yang ditanami nya pohon cemara dan mangga terlihat segar. Dibawahnya ayunanan kayu kosong tempat ia dan mama nya mengabiskan waktu sore di akhir pekan, disebahkanya tampak kolam ikan mungil dengan air terjun mini yang dipasang papanya.


Ia tersenyum miris, seakan memori itu muncul kembali dalam ingatannya. Suara gadis remaja yang berlarian, suara laki-laki dewasa yang mengejar gadis itu dan wanita cantik nan anggun terlihat tersenyum senang duduk anteng di ayunan kayu itu.


Gadis itu berjalan mendekat ke arah ayunan itu dan duduk tenang disana. Ia memejamkan matanya menahan perih didadanya. Ia terisak sejenak dan tersenyum simpul.


"Ma Pa... aku pulang.. " kata nya lirih.


Memang tak banyak memori dalam ingatannya karena kesibukan orang tuanya, ia dan orang tuanya hanya mampu saling sapa di akhir pekan saja. Kilatan memori itu terus


mengalir tanpa henti, setitik air mata itu kembali turun ke pipi gadis itu, ia kembali terisak sendiri. Memendam semuanya sendiri.


Dibalik pagar putih itu sosok pria itu kembali mengawasinya dalam diam. Ikut larut dalam


kesedihan itu, tapi dia hanya diam ditempat dan mengawasi gadis remaja itu. Yang


kini meringkuk seperti bayi di atas ayunan itu.


Memang rumah bekas kebakaran itu kembali direnovasi oleh gadis itu, tapi ia masih enggan tinggal dirumah itu dan memilih untuk tinggal sendiri dirumah kecil nya. Ia tak


mau terus larut dalam kesendirian dan kesepian. Maka ia pun memutuskan untuk


tetap merawat rumah itu walau masih enggan menempatinya. Ia hanya ingin merawat


dan menjaga memori indahnya bersama orang tuanya.



***


Maaf banget


slow update, karena udah masuk skul,,, bingung bagi waktunya. Nah tau kan dari


mana nama Pink itu? Yaps itu gabungan dari nama orang tua Pink. (PhIlip aNd Keyla)


dan karena waktu lahir pipinya berwarna pink merona, maka orang tuanya memberinya


nama pink. Nah begitu ceritanya. Hehehe... Dan Mohon bantuan like, vote dan


komen nya ya Kakak semua yang baik hati dan tidak pelit... 😊masih tahap belajar jadi butuh banyak masukan...