Obsessions

Obsessions
CERITA



Risa memilih duduk di kelasnya daripada harus berhadapan dengan adik kelas tengil seperti Kenan. Jarinya mengetuk ketuk meja menyalurkan kekesalannya beberapa menit yang lalu.


Gadis itu tidak menyangka kehidupan di sekolah barunya akan seperti ini. Ayolah, ini baru hari keduanya di sini dan risa harus berurusan dengan hal yang menyusahkan seperti Kenan.


Entah kenapa Risa yakin ada yang aneh dengan cowok itu. Sejak awal pertemuannya di perpustakaan. Jika orang normal, harusnya saat itu Kenan membangunkannya karena jam sekolah sudah habis. Atau jika tidak Kenan bisa membiarkannya saja tertidur sampai terbangun sendiri. Bukan malah duduk dan seperti menunggunya terbangun sendiri.


Saat itu Kenan hanya memerhatikannya dan diam tanpa kata. Tatapannya seperti menginginkan sesuatu dari Risa.


Dan sekarang, cowok itu berani mengancamnya. Bahkan berani memanggilnya dengan sebutan menjijikkan itu. Apa apaan dia itu.


Brak!


Gebrakan di meja Risa membuat gadis itu cukup terkejut. Dilihatnya Tari, pelaku penggebrakan tadi, sedang berdiri di depannya dengan pandangan menyelidik. Disampingnya berdiri Ardy yang memilih menyenderkan pantatnya di meja seberang. Kedua tangannya masuk kedalam saku juga menatapnya.


" jadi gadis kecil, coba jelaskan pada kakak ini, apa yang barusan terjadi di kantin tadi. Kamu ada hubungan dengan dia? Kenan?. " tari mengambil alih tempat duduk didepan Risa. Lagaknya seperti detektif cap jentik.


" tentu saja enggak. Aku juga bingung Tari. " risa mengerucutkan bibirnya kesal dituduh seperti itu.


" terus kamu bisa kenal Kenan dari mana? Risa, aku kasih saran ya. Mending kamu jangan berurusan sama Kenan lagi deh. Ngeri. "


" dia itu, itu, dia siapa ya, dy? " Tari malah balik tanya ke Ardy.


" kamu gimana sih tar. Nyuruh aku ngejauhin dia tapi kamu sendiri gak tau siapa dia. "


" bukannya gitu sih tar. Tapi preman sekolah disini aja enggak berani ngadepin dia. Lagian auranya dia nyeremin gitu, banyak yang gak berani deketin dia disini. Aku denger anaknya juga enggak deket ama temen seangkatannya. Gak banyak omong juga. Tapi itu juga si yang bikin banyak cewek diam diam suka ama tu cowok. Aku lihat wajahnya emang cakep banget ris, gila. Apalagi waktu tadi aku liat dia dekat. Kayak ngeliat makhluk Tuhan paling seksi, tau gak. Menurut kamu gimana ?" celoteh Tari panjang lebar.


" eng, tar. Aku jadi enggak ngerti intinya gimana. Kenan anak nakal gitu maksud kamu? "


Tari sendiri juga terlihat bingung mau jawab apa. Karena sejujurnya gadis itu juga tidak punya masalah sama sekali dengan Kenan. Dirinya hanya mengikuti isu yang tersebar disekolah ini bahwa Kenan itu berbahaya. Namun sepertinya tidak ada yang mengerti alasannya. Preman sekolah disini juga bungkam dan hanya mengatakan jangan berurusan dengan cowok itu jika ada yang bertanya pada mereka.


Tari sendiri juga terlihat bingung mau jawab apa. Karena sejujurnya gadis itu juga tidak punya masalah sama sekali dengan Kenan. Dirinya hanya mengikuti isu yang tersebar disekolah ini bahwa Kenan itu berbahaya. Namun sepertinya tidak ada yang mengerti alasannya. Preman sekolah disini juga bungkam dan hanya mengatakan jangan berurusan dengan cowok itu jika ada yang bertanya pada mereka.


Tari sendiri juga terlihat bingung mau jawab apa. Karena sejujurnya gadis itu juga tidak punya masalah sama sekali dengan Kenan. Dirinya hanya mengikuti isu yang tersebar disekolah ini bahwa Kenan itu berbahaya. Namun sepertinya tidak ada yang mengerti alasannya. Preman sekolah disini juga bungkam dan hanya mengatakan jangan berurusan dengan cowok itu jika ada yang bertanya pada mereka.


Proses penerbitan😊