
Waktu sudah lewat beberapa menit sejak Kenan mempersilahkan Risa mengacak acak dapur cantiknya. Entah apa yang sedang dilakukan gadis itu, kenan sengaja membiarkannya karena Kenan tahu, gadis itu tidak akan bisa kemana mana selain berada dalam mansion megahnya. Tentu saja, karena Kenan sudah mengunci pintu mansion rapat rapat, dan menyembunyikan kunci itu dalam saku celananya.
Saat ini, Kenan sendiri sedang santai rebahan diatas sofa dengan menutup kedua matanya dibawah lengannya. Meresapi rasa pening di kepalanya efek dari dua liter alkohol yang semalam diminumnya.
Sebenarnya Kenan bukanlah seorang pemabuk aktif. Hanya saja sesekali dia juga butuh hiburan. Begitu juga dengan rokok. Awalnya Sean, kakaknya melarang keras kelakuan Kenan. Kenan, adik yang dulu dan sampai sekarang bagi Sean begitu menggemaskannya itu telah salah mengambil jalur sejak kejadian beberapa tahun yang lalu. Kejadian mengenaskan yang juga mampu mengubah jauh kepribadian kakak beradik itu menjadi seperti sekarang. sean yang adalah seorang anak lemah lembut dan begitu penurut kini menjadi seorang yang licik dan kejam dibalik topeng wajah dan tingkah lakunya yang terlihat lemah lembut dan penyayang, lalu Kenan, adik kecilnya yang begitu menggemaskan dan manja ketika kecil, kini menjadi keras dan tidak berperasaan.
Sean sendiri tidak mempermasalahkan semua itu ketika Kenan secara terang terangan meminum alkoholnya di depan Sean. Saat itu Sean sendiri juga sama terpuruknya dengan Kenan. Sean tidak mampu bertingkah sebagai kakak yang dibanggakan lagi di depan Kenan saat itu, saat dimana mereka telah kehilangan orang orang yang mereka sayang, yaitu kedua orangtua Sean dan Kenan. Dan akhirnya hari itu berakhir dengan pesta minum bersama diantara kakak beradik itu.
Waktu bergulir lama. Perlahan mereka mulai kembali berdiri. Dengan kepribadian yang jauh berbeda dan tak terkalahkan. Bahkan Sean mampu mempertahankan perusahaan yang didirikan papanya ketika berada dibangku Sekolah Menengah Atasnya dan mengembangkannya semakin luas sampai sekarang. Meski begitu, Sean masih menyadari posisinya sebagai satu satunya keluarga yang harus menjaga adiknya. Pria itu begitu menyayangi adiknya. Sempat Sean mulai melarang kebiasaan baru adiknya yang seringkali mengambil stok alkohol yang sengaja disimpannya. Dan menyuruhnya untuk mengurangi rokoknya, namun pria itu tetap keras kepala. Sampai akhirnya Kenan bertemu dengan gadis itu. Gadis yang mampu membuat Kenan sedikit luluh dan mau mengurangi kebiasaan anak itu.
Sean fikir kedekatan yang berujung dengan status berpacaran mereka akan berjalan dengan baik baik saja hingga Kenan menyadari bahwa gadis itu hanya mempermainkannya saja. Kenan begitu marah hingga menimbulkan kebiasaan baru dari adik kecilnya. Membunuh.
Sean cukup terkejut ketika menyadari bahwa adiknya kini memiliki kebiasaan yang sama seperti dirinya ketika sedang merasa gelisah atau sedang berhasrat sekalipun, yaitu membunuh. Awalnya Sean mati matian menyembunyikan kebiasaannya dari Kenan, sampai suatu malam Kenan memergokinya sendiri Sean sedang membunuh seseorang tanpa alasan dengan pisau lipatnya ditangan kanan yang berlumuran darah di gang sempit yang sepi dan gelap. Sean telah membunuh target incarannya.
Dan disekolah barunya kini entah sebuah kesialan atau malah sebaliknya, Kenan menemukan seorang gadis yang wajahnya begitu mirip dengan seseorang yang pernah mengisi hatinya. Dan gadis itulah incaran Kenan selanjutnya.
Tuk!
Risa meletakkan cangkir yang ternyata berisi teh hangat diatas meja kaca.
" Kenan, bangunlah. Aku membuatkanmu teh hangat. Nasinya masih dimasak. " kenan melirik cangkir teh itu dan mendudukkan dirinya.
Wajah datarnya menatap gadis yang kini mengambil posisi duduk disebelahnya. Tangan kecilnya mengambil cangkir teh itu dan menyodorkannya ke arah Kenan.
" minumlah teh hangat dulu sambil menunggu makanannya siap. Setidaknya itu bisa membantu menambah tenagamu. Ini sudah waktunya makan siang dan kamu belum mengisi perutmu. Harusnya deliverry saja kalau tidak bisa masak sendiri. Kulihat kamu cukup kaya bukan. " oceh Risa dengan mengerucutkan bibirnya. Kenan menerima teh itu dengan bantuan Risa dan menyesapinya perlahan.
Yah berakting lemah didepan gadis itu tidak buruk juga. Ucapan Kenan yang mengatakan bahwa gadis itu mengingatkannya pada mendiang mamanya adalah benar. Ada kelembutan yang terasa sama diantara mereka.
Proses penerbitan😊