Obsessions

Obsessions
PENOLAKAN



Hari ini terasa berbeda dibanding hari sebelumnya. Dan risa merasakannya. Jika kemarin risa bisa melihat hiruk pikuknya suasana kantin yang begitu ramai,  hari ini bagai pasar yang menjunjung tinggi tata krama. Sunyi.


Bahkan pemesanan dilakukan dengan cara berbisik satu sama lain. Jika kemarin risa merasakan seseorang sedang mengawasi gerak geriknya,  maka sekarang risa merasakan tatapan itu dari segala penjuru. Sungguh gadis itu benar benar merasakannya.


Ada apa dengan mereka. Maksudnya,  ada apa dengan pria di depannya ini. Kenan tampak terlihat mengacuhkan semua tatapan itu. Tidak mempedulikannya dan sibuk menikmati makanannya.


Risa yakin tatapan mereka seperti itu karena dirinya yang sekarang sedang bersama pria didepannya ini,  Kenan. Risa tidak terlalu bodoh untuk dapat membaca situasi seperti ini. Bahkan gadis itu hampir melupakan soto ayam pesanannya jika tidak mendengar teguran Kenan.


" kamu gak makan? Berikan padaku jika kamu tidak menyukainya. " kenan bergerak mengulurkan tangannya hendak merebut soto risa. Dan dengan tangkas risa menepis tangan itu. Memelototi kenan. Pria itu hanya mengendikkan bahunya acuh dan melanjutkan makannya.


Kali ini dalam otak risa muncul dugaan dugaan yang kemungkinan adalah jawaban dari tatapan mereka semua.


Yang pertama, mungkinkah Kenan itu orang kaya. Bahkan salah satu murid terkaya disini. Tapi kenapa Kenan meminta jatah bekal pada risa jika pria itu memang kaya.


Yang kedua, Kenan salah satu idola disini. Cukup menjelaskan dengan pahatan sempurnanya. Dari awal risa sudah bisa menebaknya kan. Ini cukup memberi alasan mereka memperhatikan risa ketika bersama kenan saat ini.


Dan yang ketiga,


" hei, kamu preman bukan?  "


Brushh!  Uhuk uhuk!


Dilihatnya Kenan mengambil air minum dan langsung meneguknya setelah menyemburkan makanan yang dikunyahnya.


Kenan meletakkan sendok garpunya.  Mengalihkan atensi sepenuhnya pada gadis lucu didepannya.


" kamu gak liat dari tadi mereka ngeliatin kita?  "


" terus. "


" kamu bukan siswa biasa kan disini. Ini seperti drama korea yang tokohnya selalu mendapat tatapan dari yang lainnya karena bertemu dengan lawan mainnya yang kaya, tampan, atau preman yang berkuasa. Seperti aku akan merebut idola mereka. " kenan merasa geli dengan ucapan gadis itu.


" jadi menurutmu aku tampan,  kaya,  dan berkuasa? " sebuah seringaian tercipta disudut bibir kenan.


" tampilanmu menunjukkan seperti itu. Apa itu benar? "


" jika benar lalu kenapa. "


" aku akan dengan senang hati menghindarimu dan tidak ingin berurusan denganmu lagi. "


Tari sendiri juga terlihat bingung mau jawab apa. Karena sejujurnya gadis itu juga tidak punya masalah sama sekali dengan Kenan. Dirinya hanya mengikuti isu yang tersebar disekolah ini bahwa Kenan itu berbahaya. Namun sepertinya tidak ada yang mengerti alasannya. Preman sekolah disini juga bungkam dan hanya mengatakan jangan berurusan dengan cowok itu jika ada yang bertanya pada mereka.


Tari sendiri juga terlihat bingung mau jawab apa. Karena sejujurnya gadis itu juga tidak punya masalah sama sekali dengan Kenan. Dirinya hanya mengikuti isu yang tersebar disekolah ini bahwa Kenan itu berbahaya. Namun sepertinya tidak ada yang mengerti alasannya. Preman sekolah disini juga bungkam dan hanya mengatakan jangan berurusan dengan cowok itu jika ada yang bertanya pada mereka.


Tari sendiri juga terlihat bingung mau jawab apa. Karena sejujurnya gadis itu juga tidak punya masalah sama sekali dengan Kenan. Dirinya hanya mengikuti isu yang tersebar disekolah ini bahwa Kenan itu berbahaya. Namun sepertinya tidak ada yang mengerti alasannya. Preman sekolah disini juga bungkam dan hanya mengatakan jangan berurusan dengan cowok itu jika ada yang bertanya pada mereka.


Proses penerbitan😊