
Suara derap langkah seseorang pria memenuhi lorong sekolah di pagi hari. Langkahnya dengan pasti menuju tangga yang menghubungkannya ke atap. Ke tempat favoritnya dimana pria itu terbiasa menghabiskan waktunya dengan tenang.
Namun gerak langkahnya yang sudah di pertengahan tangga mulai melahan ketika menyadari pintu atap yang sedikit terbuka. Menandakan bahwa ada seseorang yang berani masuk ke wilayahnya.
Langkahnya telah sampai di ujung anak tangga terakhir. Segera ditutupnya pintu itu dan matanya mengedar ke segala penjuru mencari mangsanya.
Matanya memicing ketika melihat sebuah tas di atas sofa kesayangannya tanpa ada keberadaan dari pemiliknya. Sayup sayup pria itu mendengar teriakan seseorang dari dalam gudang. Matanya segera melebar.
" Brengsek! " Makinya. Ketika menyadari ada seseorang yang berani masuk ke dalam gudang, tempat dirinya menaruh benda penting didalamnya tadi pagi.
Langkahnya sedikit tergesa menuju gudang itu berniat membukanya dan memberi peringatan pada siapapun orang di dalamnya untuk menutup mulutnya. Bahkan tangannya sudah bersiap mengambil sebuah pisau lipat yang selalu setia menemaninya dalam membunuh mangsa mangsanya, yang tersimpan dalam saku celananya.
Dengan penuh perhitungan pria itu, yang bernama Kenan, membuka pintu gudang di depannya perlahan.
Dan tanpa disangkanya, seseorang dari dalam seketika menerjangnya. Memeluknya dengan erat.
Matanya melirik ke dalam gudang, tempat dimana dirinya menaruh bungkus plastik yang berisi barang pentingnya. Dan merasa lega mengetahui tidak ada perubahan pada letaknya. Kenan yakin belum ada yang menyentuh miliknya.
Sekarang tinggal gadis di depannya ini.
Tari sendiri juga terlihat bingung mau jawab apa. Karena sejujurnya gadis itu juga tidak punya masalah sama sekali dengan Kenan. Dirinya hanya mengikuti isu yang tersebar disekolah ini bahwa Kenan itu berbahaya. Namun sepertinya tidak ada yang mengerti alasannya. Preman sekolah disini juga bungkam dan hanya mengatakan jangan berurusan dengan cowok itu jika ada yang bertanya pada mereka.
Tari sendiri juga terlihat bingung mau jawab apa. Karena sejujurnya gadis itu juga tidak punya masalah sama sekali dengan Kenan. Dirinya hanya mengikuti isu yang tersebar disekolah ini bahwa Kenan itu berbahaya. Namun sepertinya tidak ada yang mengerti alasannya. Preman sekolah disini juga bungkam dan hanya mengatakan jangan berurusan dengan cowok itu jika ada yang bertanya pada mereka.
Tari sendiri juga terlihat bingung mau jawab apa. Karena sejujurnya gadis itu juga tidak punya masalah sama sekali dengan Kenan. Dirinya hanya mengikuti isu yang tersebar disekolah ini bahwa Kenan itu berbahaya. Namun sepertinya tidak ada yang mengerti alasannya. Preman sekolah disini juga bungkam dan hanya mengatakan jangan berurusan dengan cowok itu jika ada yang bertanya pada mereka.
Tari sendiri juga terlihat bingung mau jawab apa. Karena sejujurnya gadis itu juga tidak punya masalah sama sekali dengan Kenan. Dirinya hanya mengikuti isu yang tersebar disekolah ini bahwa Kenan itu berbahaya. Namun sepertinya tidak ada yang mengerti alasannya. Preman sekolah disini juga bungkam dan hanya mengatakan jangan berurusan dengan cowok itu jika ada yang bertanya pada mereka.
Proses penerbitan😊