
Bastian mengamuk kesal menatap Amanda lekat penuh kebencian. Dia mendengar Jessey dan Altezza kembali ke Jepang untuk melaksanakan pernikahan mereka di Shirakawa. Tentu Bastian membawa Amanda kesana dan di tentang oleh istri tercintanya.
"Kau berani menolak ku?" teriak Bastian tepat di wajah Amanda.
"Biarkan putri ku bahagia Bastian, dia memilih laki laki baik untuk menjadi pendamping hidupnya. Jangan kau rusak kebahagiaan putri ku seperti kau merusak masa depan Praavena, Bas!" jawab Amanda sinis.
Plaaak,
"Beraninya kau berkata kasar pada ku! aku tidak akan merestui hubungan mereka. Kau dengar Altezza itu menikahi putri ku hanya ingin harta kita, kau harus tahu itu Amanda!" teriaknya seperti orang kesetanan.
"Dia putri mu Bas, dia menikah karena mencintai laki laki Jepang itu, bukan karena ingin harta mu. Mereka saling mencintai! kau egois! sangat egois Bastian!"
Amanda pergi meninggalkan Bastian, pria yang benar benar menjijikan bahkan timbul rasa penyesalan karena telah menikah dengannya.
Braaaaak,
Terdengar bantingan pintu kamar Amanda sedikit mengejutkan Bastian.
Bastian memikirkan cara agar putrinya tidak menikah dengan Altezza. Dia mengambil senjata miliknya.
"Aku akan mengirim mu ke neraka Altezza," ucapnya tanpa rasa belas kasih.
Bastian kembali ke kamarnya, mengambil travel bag dan paspor miliknya segera menyusul Jessey ke Jepang.
Tentu di halangi oleh Amanda dengan keributan yang tak kunjung berakhir. Mereka saling menyakiti bahkan Bastian tega menodongkan senjata apinya ke kepala Amanda.
"Bunuh aku jika memang itu membuatmu puas Bas. Aku sudah lelah, ceraikan aku!" isak Amanda terdengar perih menyayat hati Bastian.
Bastin melempar senjatanya, dia memilih mendekap wajah Amanda me lu mat bibir itu sedikit rakus. Baginya ucapan perceraian sangat menyayat hati dan jiwanya, sampai kapanpun dia tidak pernah ingin berpisah dari Amanda apapun keadaannya.
"Hummmmfgh,"
Amanda mendekap erat tubuh Bastian yang sangat dia rindukan. Sudah lebih dari 3 bulan Bastian hanya fokus pada permasalahan hidupnya tanpa peduli akan kebutuhan biologisnya.
"Aku mencintaimu Bas," ucap Amanda saat ciuman itu terlepas dan mata mereka saling bertemu menatap rindu.
"Hmmmfgh,"
Bastian kembali ******* bibir manis itu, hingga mereka saling mendesah. Tangan Bastian yang tak mampu menahan kerinduan pada tubuh wanita yang selama ini selalu sabar menghadapi emosi yang meledak-ledak.
Bastian dan Amanda larut pada permainan mereka hingga penyatuan cinta yang sangat di rindukan keduanya.
"Baaszh," erang Amanda saat ingin mencapai puncak kebahagiaannya.
"Ooough Amanda, oooough aaaaagh,"
Bastian menghentakkan laras panjangnya di syurga Amanda mencapai pelepasan yang sangat melegakan perasaannya.
"Aku mencintaimu Amanda, jangan ucapkan pisah, karena aku tak bisa hidup tanpamu," bisiknya merubuhkan tubuh disamping Amanda.
"Kau kenapa Bas?" tanya Amanda mengiris hati Bastian.
"Ntahlah, aku sangat sakit hati karena terlalu dalam kehilangan orang orang tercinta ku," ucapnya dalam keadaan mata tertutup.
"Ada aku Bas, aku masih mencintaimu sampai saat ini. Jangan sakiti Jessey, aku mohon. Biar mereka hidup bahagia dengan kehidupan mereka," kenang Amanda di pelukan Bastian.
"Aku tidak bisa, karena ulahnya semua terbongkar sayang. Mereka telah membuka tabir kepalsuan keluarga ku," jujurnya.
"Tapi kau tidak akan kehilangan aku Bas," tegas Amanda memelas.
"Naiklah ke tubuh ku, aku ingin menikmati keindahan milik mu Amanda," ucap Bastian mengisyaratkan menginginkan permainan lagi.
Amanda melakukannya, demi kebahagiaan Bastian. Dia rela melakukan apapun demi Bastian agar tidak fokus pada putri mereka. Sungguh liar dan sangat bergairah Amanda melakukannya dengan sangat bahagia dan ikhlas. Tubuhnya bergoyang mengikuti hentakan yang dia ciptakan sendiri diatas tubuh Bastian, pria yang sangat dia cintai selama 21 tahun.
Saat semua terbuka lebar di hadapan Cavana, kondisi wanita itu semakin memburuk. Hingga Cavana harus meninggalkan Praavena putri tercintanya.
Bastian tidak bisa meninggalkan Amanda saat hatinya terpaut pada cinta yang salah, jatuh hati pada seorang wanita jandanya Santo Mareno, Caroline.
Mereka bertemu di suatu acara saling jatuh cinta dalam waktu satu malam. Hingga berakhir di ranjang kemudian Bastian memutuskan menikahi Caroline karena kecantikan dan gairah wanita itu sangat luar biasa dalam melayani hasrat birahinya.
Amanda mengetahui pernikahan resmi Bastian dan Caroline dengan alasan membantu wanita itu. Tentu Amanda mencoba bertahan demi Jessey, putri satu satunya darah daging Bastian. Hingga semua tertutup sangat rapi untuk menjaga nama baik Bastian.
Begitu banyak selir hati Bastian, kerena dia pria yang mudah jatuh cinta tanpa memikirkan perasaan putrinya, Praavena dan Jessey. Walau Praavena bukan putri kandung yang di akui oleh Cavana sebelum kepergiannya, Bastian sangat menyayangi kedua putrinya dengan cara sendiri walau sangat menyayat hati.
Amanda melayani hasrat Bastian hingga benar benar merasa lelah dan tumbang kepelukan laki laki bajingan menurut banyak mata.
"Kau begitu nikmat Amanda," kecup Bastian mengusap wajah yang penuh peluh dengan nafas masih menderu.
"Apa kau puas Bas?" tanya Amanda menatap wajah bengis suaminya.
"Sangat sayang, kau membuat aku gila. Pa yud ara mu sangat indah saat berada di hadapan ku," kecup Bastian pada bibir Amanda.
"Aku merawatnya untuk mu Bas. Aku terlalu mencintaimu hingga aku lupa jika kau membutuhkan wanita agresif," bisik Amanda lagi.
"Hmmmmm tidurlah, aku akan menjagamu. Mungkin saat kita terjaga aku menginginkannya lagi," bisik Bastian.
"Apa kau merasa kesepian selama ini?" goda Amanda pada puncak hidung Bastian.
"Hmmmm sangat kesepian, hingga aku lupa memiliki istri bertubuh indah seperti mu," ucapnya memejamkan mata.
Amanda tersenyum puas, "setidaknya menjadi selir hatimu selama ini, sangat aku nikmati Bas," batin Amanda mencabut pelan laras panjang Bastian dari kepunyaannya.
.
.
Shirakawa menjadi sangat bersejarah bagi Jessey dan Altezza. Pernikahan mereka berlangsung sangat hikmat. Membuat senyum dan rona bahagia saling berpelukan mesra.
"Terimakasih Za, kau mau menikahi aku," ucap Jessey saat tiba di kediaman Fuji.
"Hmmmm maafkan aku jika terlalu lama membuatmu menunggu," bisik Altezza.
"Setidaknya endingnya kita menikah," kecup Jessey pada pipi Altezza.
"Apa kau sudah siap untuk menjadi istriku malam ini Jes?" ucap Altezza.
"Tentu, karena aku sangat mencintaimu. Sudah lama aku memendam rasa cintaku, tapi kau enggan untuk menerima ku karena kau di sibukkan dengan Praavena," ucapnya.
"Ssssst aku sudah melupakannya, aku hanya ingin bersama mu," kecup Altezza di kening Jessey.
Mereka menunggu Santo dan Reina yang akan berkunjung ke rumah Fuji.
"Apakah kalian tinggal disini akan lama Za?" tanya Fuji menatap wajah cantik gadis Italia yang di nikahi putranya.
"Hmmmm kami menunggu Reina Bu. Mereka akan ke rumah kita. Tadi setelah pemberkatan Tuan Santo menuju kediaman Reina. Nanti mereka yang memutuskan kapan kembali ke Milan," jelas Altezza.
Fuji mengangguk, "Ibu akan memasakkan makanan terlezat untuk kalian, istirahatlah Za. Nikmati pengantin barumu," ucapnya berlalu membuat anak menantu sedikit tercengang.
Altezza hanya mengusap lembut punggung Jessey memilih tidur berbantalkan paha istrinya di ruang keluarga.
"I love you Za," batin Jessey.
Bersambung...
Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...❤️❤️