
Sudah lebih 2 bulan Altezza dan Jessey semakin mesra, sering menghabiskan waktu bersama di mansion, kantor dan menghabiskan waktu bersama di berbagai tempat hiburan yang berada di Milan, tanpa mereka sadari sepasang mata menemukan keberadaan mereka berdua.
Tanpa sengaja, pengawal Amanda melihat keberadaan Jessey bersama Altezza di salah satu supermarket. Tentu menjadi bahan sempurna bagi pengawal untuk memberi laporan pada Bastian dan mendapatkan hadiah besar dari sang motivator.
"Tuan, aku menemukan Jessey di salah satu pusat perbelanjaan Milan," jelas pengawal saat bertemu dengan Bastian.
"Haaaah? sama siapa dia?" tanya Bastian.
"Seorang pria muda, sepertinya pria Jepang yang anda cari Tuan," jelasnya.
"B a ng sa t, Altezza! beraninya dia menyentuh putri ku!" geram Bastian.
"Dimana mereka tinggal?" tanya Bastian.
"Aku melihat mereka memasuki apartemen di tidak jauh dari kantor Santo, Tuan!" jelasnya.
"Haaaaah apakah mereka tinggal bersama?" geram Bastian.
"Dasar pria miskin, dia pasti akan memeras putri ku," geram Bastian semakin murka.
Tentu saja Bastian menepati janjinya, memberi bonus pada pengawal yang menemukan keberadaan putrinya.
Bastian menjemput Amanda ke apartemen mereka, membawa serta istri gelapnya untuk mencari Jessey putri kesayangan mereka.
"Bas, jangan kau sakiti putri ku!" tegas Amanda pada Bastian.
"Aku tidak akan menyakitinya, aku hanya ingin membawanya pulang berkumpul bersama kita," jelas Bastian.
Pengawal memberi alamat apartemen Santo, tentu sangat mudah bagi Bastian menemukan Altezza dan Jessey.
โกโกโกโก
Sementara di apartemen milik Santo Jessey semakin akrab dengan Altezza tanpa berucap status hubungan mereka. Kali ini Jessey tengah membuat makanan untuk makan malam mereka.
"Kenapa kita tidak kembali ke mansion Jes?" tanya Altezza sedikit gelisah.
"Hmmmm aku sedang ingin menghabiskan waktu di sini," senyum Jessey.
"Tapi perasaan aku tidak enak Jes," jelas Altezza.
"Hmmmm segitu khawatirnya kamu?" goda Jessey pada puncak hidung Altezza.
"Kamu sudah berani menggoda ku,"
Mereka saling bercanda tanpa sengaja saling berpelukan.
"Hmmmm maaf," ucap Altezza melepas pelukannya.
"Za," tahan Jessey pada lengan Altezza.
"Maaf aku mencintaimu," jujur Jessey menatap wajah Altezza yang sedang menatapnya.
Altezza terkejut tak menyangka bahwa Jessey mencintainya.
"Ini nggak mungkin Jes, kamu tau aku pernah bersama Praavena. Maaf aku benar-benar minta maaf," ucap Altezza.
"Za, aku sungguh mencintaimu. Praavena sudah meninggal, dia tidak mungkin kembali, atau bahkan tidak mungkin kamu bersamanya. Please aku sangat mencintaimu,"
Jessey memeluk tubuh Altezza dari belakang.
Altezza memejamkan matanya, menatap tangan mulus yang hangat memeluk erat pinggangnya.
"Hmmmmm,"
Altezza melepaskan tangan Jessey dari tubuhnya, memilih berlalu meninggalkan gadis Italia itu sendiri di dapur.
"Za," panggil Jessey.
"Lupakan aku Jes, jangan banyak berharap," tegas Altezza menutup pintu kamarnya.
Jessey tertunduk sedih, tanpa terasa air matanya mengalir deras.
"Kenapa dia tak mencintai ku? apa kelebihan Praavena, jika dia menginginkan ku akan aku lakukan. Aku mencintaimu Altezza," tangisnya menatap pintu kamar.
Sementara di dalam kamar Altezza duduk termenung.
"Kenapa gadis itu sangat berharap pada ku? apakah dia sengaja untuk menyakiti ku? maafkan aku, Jes. Aku trauma karena keluarga mu sangat menyakitiku," batin Altezza.
Seketika Altezza di kejutkan dengan suara berisik dari balik kamarnya, terdengar teriakan dari Jessey,
"Altezza run run ruuuun," teriak Jessey.
Dengan cepat Altezza mengunci pintu kamar membuka jendela, melihat kebawah.
"Setidaknya tidak begitu tinggi,"
Braaaaak,
Dor dor dor,
Bertubi tubi suara tembakan di dalam kamar Altezza, hingga mencari keberadaan pria Jepang itu dari balik jendela, mencari keberadaannya.
"Dasar anak muda bajingan, dia pikir aku bisa menerimanya untuk menjadi menantu. Berani beraninya dia menyentuh putriku," bisik Bastian merutuk dendam.
Jessey tengah menangis di pelukan Amanda, takut jika Altezza mati terbunuh di tangan Bastian.
"Papi, Altezza itu pria baik. Jangan sakiti dia!" tangis Jessey histeris.
"Diiiiiaaam! beraninya dia tinggal bersama putri ku, hingga kalian aaaaagh,"
Praaaank,
Bastian melempar gelas kesegala arah membuat kebisingan di apartemen Santo.
Pengawal Santo datang saat Bastian sudah meninggalkan apartemen membawa Jessey bersama mereka. Tentu pengawal menghubungi Santo yang masih berada di Hawaii membuat emosi pria yang tengah menikmati indahnya menikahi wanita muda menjadi murka.
๐"Aku sudah katakan pada mu, kawal apartemen mereka, tapi kau malah membiarkan Bastian menghancurkannya," murka Santo melalui saluran telepon.
๐"Maaf Tuan, kami tidak mengetahui mereka berada di sini. Karena sudah hampir sebulan mereka tinggal di mansion," jelas pengawal membela diri.
๐"Dimana Altezza?" tanya Santo.
๐"Dia di mansion Tuan dan saat ini pengawal lain sudah menjaga ketat disana," jelasnya.
๐"Cari Jessey sampai ketemu! aku kasih waktu 3x24 jam, jika tidak kau akan mati di tanganku," tegas Santo.
๐"Baik Tuan,"
Pengawal menutup telfon, bergegas melacak keberadaan Jessey menggunakan alat canggih nya.
Pengawal menghubungi beberapa anggota, agar menahan mobil Bastian yang membawa Jessey bersama mereka.
.
.
Di Hawaii, Reina tengah memanjakan tubuhnya melakukan spa atas izin suaminya.
Sementara Santo sedang menyelamatkan Altezza yang di serang mendadak oleh Bastian, selesai membentak pengawalnya.
"Sudah berapa kali ku katakan, jangan lengah mengawal Altezza dan Jessey. Mereka memang tidak berguna," kesal Santo menatap ketubuh indah Reina yang juga menatapnya.
"Pelayan, tinggalkan aku," perintahnya.
"Baik Tuan," tunduk pelayan berlalu.
Santo tersenyum sumringah menatap Reina.
"Mau bermain dengan ku sayang?" ucap Santo menjentikkan jari menghipnotis wanitanya untuk mendekat.
Reina yang sudah terbiasa atas perlakuan Santo, kini sangat menikmati bahkan menjadi candu baginya.
"Ada apa dengan Altezza hubby?" tanya Reina pada Santo.
Santo menarik tangan Reina agar duduk di pangkuannya.
"Tidak usah di pikirkan," ucap Santo me lu ma t pa yu d a r a yang berada di hadapannya.
"Hmmmfgh hubby," de s a h Reina menikmati sentuhan tangan suaminya.
"Kau sangat manis sayang," ucap Santo melirik wajah Reina yang sudah melayang terbang.
Perlahan Santo melepas semua yang menutup bagian in ti m mereka.
Bleeeez,
"Aaaaaagh,"
Reina sangat ber ga i rah berada di pan gkuan Santo.
Santo melahap tu bu h Reina tanpa ampun. Ntahlah keduanya benar benar semakin jatuh hati bahkan ketagihan.
Keduanya mencapai puncaknya, hingga Reina tekulai membuat Santo mengangkat tubuh mungil itu dengan mudah, melanjutkan permainan di ranjang peraduannya.
"Hubby stop," rengek Reina.
"Hmmmm apa kau yakin mau berhenti, aku akan berhenti jika kau sudah terlelap sayang," bisik Santo masih melanjutkan hoby barunya yang membuat ketagihan beberapa bulan ini.
"Aaaaagh, oooogh hubby,"
Reina benar benar menggila atas perlakuan Santo padanya.
"Kau sangat indah sayang. Aku akan memberikan apa yang kau mau, jika kau melayani ku seperti ini setiap hari,"
Rengekan manja Reina membuat Santo enggan untuk berhenti.
"Oooogh my God,"
Bersambung...
Jangan lupa Like and Fav... Jika kalian berbaik hati beri vote dong...โค๏ธโค๏ธ