My sister my love

My sister my love
9. MSML9



Saat melihat laki-laki itu Ria langsung berlari dan memeluk laki-laki itu. Disisi lain terdapat Dafa yang merasa tidak suka pada laki-laki yang datang itu, karna dia merasa cemburu kalau Ria lebih dekat dengan laki-laki lain selain dirinya dan dapat di taksir laki-laki itu memiliki umur yang tidak jauh berbeda dari Dafa. Apa lagi saat Dafa mengingat kalau Ria adalah anak tunggal di keluarganya, itu membuat dia semakin kesal dan emosi.


"Bang aku sangat merindukanmu!" ucap Ria saat dia sudah melepas pelukan mereka.


"Aku juga sangat merindukanmu!" ucap Irwan, laki-laki yang di sebut Ria, Abang.


"Bang Irwan kapan datang?" tanya Ria.


"Kemaren malam aku sampai di negara ini dan tadi pagi aku datang ke sini" jawab Irwan sambil melangkah berjalan menuju sofa, sedangkan Ria hanya mengangguk-anggukan kepalanya lalu berjalan menuju sofa.


"Zora mana Tant?" tanya Irwan pada Bunda Lusi.


"Ada! Kayaknya lagi di taman belakang!" ucap Bunda Lusi.


"Ya udah! Aku jemput Zora dulu! Udah kangen aku sama dia!" ucap Irwan ingin beranjak tapi tertahan karna Ria mencegahnya.


"Tunggu dulu Bang!" ucap Ria.


"Ada apa?" tanya Irwan.


"Kenalin, dia temen aku namanya Dafa!" ucap Ria dan Irwan mengulurkan tangannya.


"Dafa!" sahut Dafa menyambut uluran tangan Irwan walau dia merasa kesal pada Irwan.


"Irwan! Orang ganteng dan calon suami Ria!" ucap Irwan karna dia melihat kecemburuan Dafa walau Dafa sudah menutupinya.


Saat mendengar perkataan Irwan, Ria langsung membulatkan mata nya dengan sempurna karna merasa kaget. Dan Irwan menatap Ria dengan senyum jahilnya, karna mengerti maksud dari Irwan, Ria tidak membantah perkataan laki-laki itu dan juga tidak membenarkannya.


"Udahkan! Aku mau jemput Zora dulu! Entar aku kesini lagi bareng Zora" ucap Irwan dan berjalan menuju taman belakang.


Irwan Davin Adelio adalah kakak sepupu Ria, dia tinggal di negara M bersama dengan kakek dan neneknya. Dia adalah orang yang sangat dekat dengan Ria dan Ria memanggilnya Abang karna sudah terbiasa, padahal umur Irwan lebih tua beberapa bulan dari pada umur Ria alias umur mereka tidak jauh berbeda hanya terpaut beberapa bulan. Irwan juga sangat menyukai kucing, bisa dibilang penyayang kucing dan memiliki sifat jail.


******


"Aku duluan ya kak!" ucap Alice dan langsung berjalan terlebih dahulu saat mereka sudah berada di depan rumah Ria.


"Lice! Tunggu dulu!" ucap Dika mengejar Alice.


"Ada apa kak?" tanya Alice.


"Tungguin napa!" ucap Dika menghampiri Alice.


"Kirain ada apa!" ucap Alice dengan muka datar.


Saat sampai di ruang keluarga, Dika langsung duduk di samping Dafa karna dia memang sudah terbiasa datang ke rumah Ria.


"Masih di sini juga loe?" tanya Dika pada Dafa.


"Seperti yang loe lihat!" ucap Dafa cuek karna menahan emosi yang sudah memuncak dan Dika mengetahui tentang itu.


Setelah kepergian Irwan tadi Dafa ingin berpamitan pulang tapi kedua anak dan ibu yang sedang bersamanya mencegahnya pulang, bahkan Ria memberikan baju Irwan untuk Dafa agar dia tidak menggunakan seragam sekolah saharian. Awalnya Dafa menolak, tapi karna paksaan dari Bunda Lusi, dia akhirnya menyetujui memakai baju itu dan pulang setelah selesai makan malam.


"Alice!" ucap Ria saat melihat perempuan yang datang bersama Dika.


Mereka berpelukan untuk melepas rindu karna Ria dan Alice sangat lah dekat, bahkan Alice sudah menganggap Ria sebagai kakaknya sendiri dan terjadilah drama di antara mereka berdua.


"Hai Lice!" sapa Irwan saat dia sudah duduk di sebelah Ria.


"Hai Bang Irwan!" sapa Alice balik.


"Baru pulang loe?" tanya Dika pada Irwan.


"Hmmm..." sahut Irwan karna dia tengah asik mengelus Zora yang ada di pangguannya.


"Zora! Sini ikut gue aja ya! Entar loe di godain sama si Irwan" ucap Dika mengambil alih Zora.


"Zora sama gue aja! Gue juga rindu, udah lama gak ketemu Zora!" ucap Dika tidak mau kalah.


"Sini! Zora sama gue aja!" ucap Ria mengambil alih Zora.


"Meowww" sahut Zora saat dia sudah berada di panggkuan Ria.


"Noh kan! Zora lebih seneng ama gue dari pada kalian berdua!" ucap Ria pada Irwan dan Dika.


"Hahahahhahahaha..." gelak tawa keluar dari mulut Alice yang melihat kekalahan Irwan dan Dika.


"Kenapa ketawa?" tanya Irwan.


"Ada yang lucu?" tanya Dika.


"Gimana gak lucu, wong kalian yang susah-susah rebutan Zora, malah kak Ria yang menang dapetin Zora!" ucapa Alice masih dengan tawanya.


Rumah keluarga Ria seketika menjadi ribut karna kerusuhan Irwan dan Dika yang selalu berdebat dalam hal apapun. Bahkan Dika dan Alice sudah ikut dalam ke jahilannya Irwan dalam mengerjai Dafa. Dan Dafa harus menahan rasa sesak dan kesal yang ia rasakan.


Zora adalah keturunan kucing Persia yang memiliki bulu halus yang berwarna putih dan abu-abu. Zora adalah kucing kesayangan keluarga Paula terutama Ayah Ferdi.


*******


Di Meja Makan


Suasana sangat hening saat mereka sedang makan karna itu peraturan di rumah keluarga Paula. Tapi saat sudah selesai makan malam, meja makan menjadi sangat gaduh.


"Lice! Malam ini kamu nginap disini aja ya!" ucap Ria.


"Aku minta ijin sama Mama dulu kak! Kalau di bolehin aku nginap disini!" sahut Alice.


"Bunda udah telpon Mama kamu Lice, dan dia izinin kamu nginap disini!" ucap Bunda Lusi, karna tadi sore dia langsung menelpon sahabatnya untuk meminta izin agar Alice menginap di rumahnya.


"Yang bener Bunda!" tanya Alice senang.


"Iya sayang!" ucap Bunda Lusi.


Alice sudah memanggil Lusi Bunda sejak dia masih kecil karna itu permintaan dari Lusi sendiri. Ria dan Alice sangat dekat bahkan banyak yang mengira meraka adalah saudara kandung. Sedangkan Dika, dia tidak mau memanggil Lusi Bunda, entah apa sebabnya. Tetapi Dika tetap menyayangi Lusi seperti dia menyayangi mamanya dan begitu sebaliknya, Lusi juga tetap menyayangi Dika seperti anaknya sendiri.


"Pulang sendiri dong!" ucap Dika.


"Ya udah aku pulang dulu ya Tant, Om!" pamit Dika.


"Aku pamit juga ya Tant, Om!" pamit Dafa mengikuti.


"Iya! Kalian hati-hati!" sahut Bunda Lusi, sedangkan Ayah Ferdi hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Mau bareng gue loe?" tanya Dika.


"Gue bawa mobil sendiri" ucap Dafa dengan datar karna dia masih kesal pada Dika yang selalu mengatakan kalau Ria sangat cocok bersanding dengan Irwan.


"Kali aja mau nebeng ama gue!" ucap Dika lagi.


"Gue duluan!" ucap Dafa dan langsung masuk kedalam mobilnya lalu mengemudikan mobilnya menuju rumahnya.


"Hahahahaha... Dasar tukang cemburu!" ucap Dika yang di ikuti dengan tawanya sendiri.


"Hmmm... Aku mendapatkan ide," gumam Dika sambil tersenyum dan dia mejukan motornya menyusuri jalanan yang menuju pulang ke rumahnya.


Jangan lupa tambahkan ke favorit❤, like, vote dan tinggalkan jejak. Semangat dan saran dari kalian sangat membantu😊


Semoga kalian suka💕


Mohon maaf kalau ada banyak typo😊