
"Ada apa ini?" gumam Dafa merasa kaget.
Dafa melihat Ria duduk di kursi dan memainkan gitar dengan menatap tersenyum ke arahnya. Ria terlihat sangat cantik saat menggunakan dress berwarna ivory dengan kerah bateau dan lengan bishop.
Saat Ria melantunkan lagu 🎵Selamat Ulang Tahun-Gellen Martadinata🎵, Dafa kaget dia baru menyadari kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya, dia telah melupakan hari itu karna terlalu memikirkan tentang pernikahan Ria.
Hari ini hari ulang tahunmu
Bertambah satu tahun usiamu
.....
......
Hanyalah doa dan cinta 'tuk dirimu
Setelah Ria selesai bernyanyi, lampu seketika menyala dan memperlihatkan keberadaan Dika, Mia, Raka, Tasya, Irwan, Alice, Mama Mira, Papa Bram, Ayah Ferdi, dan Bunda Lusi.
"Selamat ulang tahun!!" seru mereka bersamaan.
Dafa masih diam mematung mencerna semua yang baru saja terjadi padanya.
"Woy! Jangan ngelamun! Kesambet tau rasa!" ucap Dika sambil menepuk punggung Dafa dan itu membuat Dafa tersentak kaget.
"Hah?" ucap Dafa tersentak kaget.
"Sekarang buat harapan dulu sebelum kak Dafa tiup lilinnya!" ucap Alice.
"Harus ya?" tanya Dafa.
"Harus dong!" sahut Ria dengan tersenyum.
Setelah itu Dafa menutup mata nya sebentar lalu membuka nya lagi dan meniup lilin yang ada di atas kue ulang tahun.
"Yeyyy... Sekarang makan-makan!" seru Mia heboh.
Saat itu Dika mengulurkan tangannya kehadapan Mia untuk pergi ke meja mereka, begitu pula dengan yang lainnya dengan pasangan mereka kecuali Ria dan Dafa yang masih berdiri di tempat mereka tanpa ada pergerakan.
Dafa menatap Ria dalam terlihat dari sorot mata nya yang menginginkan penjelasan atas apa yang telah terjadi.
"Aku akan menjelaskannya nanti! Ayo kita susul mereka!" ucap Ria dan berjalan mendahului Dafa.
Setelah selesai makan, para anak mudah berkumpul di satu meja, sedangkan para orang tua masuk ke rumah lebih dulu.
"Kalian harus menjelaskan semua ini sama gue!" ucap Dafa.
"Nanti aja! Ria akan menjelaskan semuanya! Sekarang kita main permainan dulu!" sahut Dika.
"Lah kenapa jadi gue?" ucap Ria tidak terima.
"Kalau semua nya yang cerita, entar si Dafa gak ngerti!" sahut Dika.
"Baiklah!" ucap Ria malas berdebat dngan Dika.
"Sekarang mau main apa?" tanya Mia semangat.
"Main TOD aja!" sahut Ria.
"Oke! Semua ikut ya!" ucap Irwan.
Mereka semua sedang bersiap untuk melakukan permainan TOD dan botol beling sudah berada di tengah-tengah meja.
"Siapa yang mau duluan?" tanya Dika.
"Gue!" sahut Ria bersemangat.
"Semangat sekali anda!" ucap Irwan.
"Iya dong! Kan gue udah lama gak bully orang!" sahut Ria dengan senyuman yang merekah.
"Nj*rrr... Pengen bully orang ternyata!" sahut Raka bergidik ngeri.
"Ayo mulai!" ucap Dika.
"Oke!" sahut Ria dan memutar botol beling yang ada di meja.
"Dafa!" seru Ria senang.
"Mati loe!" sahut Dika tertawa.
"Truth or dare?" sahut Ria, Mia, Tasya, Alice, dan Dika.
"Dare!" sahut Dafa.
"Emmm... Pilihan yang bagus!" sahut Ria senang.
"Hahahahahaa... Mamposss..." ucap Raka, Dika dan Irwan secara bersamaan.
"Jangan itu lah dare nya!" ucap Dafa memelas.
"Gak mau!" ucap Ria.
"Ayolah! Aku bisa bolak balik kamar mandi kalau makan cabe sebanyak itu!" ucap Dafa memelas.
"Jangan mau Ri!" seru Irwan merasa sangat senang.
"Oke! Aku ganti dare nya!" ucap Ria.
"Yahhh... Kok di ganti!" sahut Raka.
"Dare nya adalah telpon temen cowok kamu terus ajakin dia nikah!" ucap Ria tertawa dan di ikuti yang lainnya.
"Jangan gitu lah dare nya!" ucap Dafa memelas.
"Gak mau! Pilih aja yang pertama atau yang kedua!" ucap Ria.
"Hahahahaha... Ria is the best!" ucap Raka senang.
"Kau yang terbaik!" ucap Irwan.
Sedangkan yang lain tertawa terbahak-bahak karna Dafa masuk dalam perangkap Ria.
"Aku pilih yang ke dua aja!" ucap Dafa dan mengambil hp nya lalu menelpon satu kontak laki-laki yang ada di sana.
Tuttt...tuttt...tuttt...
"Halo!" sahut suara di seberang sana.
"Halo!" sahut Dafa.
"Ada apa? Nelpon gue di jam segini!" sahut orang itu.
"Rangga! Nikah yuk?" sahut Dafa langsung dan itu membuat semua orang yang mendengarnya harus menahan tawa karna merasa geli.
"Gue cowok, t*l*l! Ya kali jeruk makan jeruk!"
Tutt..tutt..
Dafa langsung mematikan sambungan telpon tersebut secara sepihak dan seketika mereka tertawa terpingkal-pingkal secara bersamaan.
"Hahahahaha... Si Rangga yang jadi pilihan!" ucap Raka sambil tertawa.
"Lanjut!" sahut Ria merasa senang.
Dafa langsung memutar botol dan berhenti di hadapan Irwan.
"Bang Irwan! DOD!" sahut Ria senang.
"DOD paan?" tanya Irwan bingung.
"Dare or dare?" ucap Ria lagi.
"Bukannya tadi TOD, kok sekarang malah jadi DOD?" tanya Irwan tidak terima.
"Terserah dong, sekarang kita mainnya DOD!" sahut Ria tidak ingin di bantah.
"Hadehhh" ucap Irwan lemas.
"DOD?" sahut Ria.
"Di tanya pula! Mana yang mau di pilih wong sama dua-duanya!" sahut Irwan sewot.
"Ya udah! Fa cepetan kasih dare nya kalau lebih dari 2 menit, aku yang kasih dare nya!" sahut Ria tidak sabaran.
"Kamu aja yang ngasih dare nya!" ucap Dafa karna dia tidak tau harus apa.
"Mana bisa gitu!" ucap Irwan tidak terima.
"Bisa dong! Ga ada aturan yang melarang lempar pertanyaan!" sahut Ria.
Semua orang tertawa terpingkal-pingkal karna Irwan juga masuk perangkap dari Ria, apa lagi saat ini kebarbaran Ria sedang mode on.
"Darenya untuk Bang Irwan adalah....." ucap Ria sambil tersenyum jahil.
Jangan lupa tambahkan ke favorit❤, like, vote dan tinggalkan jejak. Semangat dan saran dari kalian sangat membantu😊
Semoga kalian suka💕
Mohon maaf kalau ada banyak typo😊