My sister my love

My sister my love
4. MSML4



Keesokan harinya, Dafa langsung menyuruh orang kepercayaannya mengurus surat kepindahan Dika karna itu yang diinginkan Dika. Setelah pulang sekolah Dafa dan Raka langsung menemui Dika dan mereka langsung pergi ke rumah Dika untuk membujuk papanya agar mengizinkan Dika pindah ke sekolah SMA Wijaya, karna kebetulan papanya tidak ke kantor hari ini.


"Dika ganteng gak kelewat pulang!!" teriak Dika saat masuk kedalam rumah.


"Narsis banget loe" ucap Dafa saat mendengar perkataan Dika.


"Baru sadar loe, ni anak kan emang narsis banget dari dulu" ucap Raka yang sengaja mengejek Dika, yang mengundang tawa ketiganya.


"Ehh...anak Mama udah pulang?" ucap wanita paruh baya yang sedang berjalan menuju ruang keluarga diikuti oleh laki-laki paruh baya yang tak lain adalah Mama dan Papa Dika.


"Ada Dafa sama Raka juga ternyata" ucap Mama Mira (mama Dika) bahagia karna sudah lama tidak bertemu mereka berdua.


Dafa dan Raka hanya tersenyum karna bingung harus berkata apa, Mira dan Bram (orang tua Dika) duduk di sofa kosong dekat Dika.


"Kalian berdua kemana aja? Udah lama gak main kesini" ucap Mama Mira.


"Gak kemana-mana kok Ma" ucap Raka cengengesan.


Dulu sebelum lulus SMP mereka sering ngumpul di rumah Dika. Karna keseringan main ke rumah Dika, Dafa dan Raka seperti anggota keluarga. Bahkan Mama Mira dan Papa Bram meminta mereka menganggap bahwa mereka adalah orang tua Dika, Dafa, dan Raka.


Saat Dafa pertama kali datang ke rumah Dika, dia melihat Dika sangat disayangi oleh kedua orang tuanya yang membuatnya sempat iri bahkan berfikir bahwa Tuhan tidak adil padanya karna telah merenggut orang yang paling disayanginya dan satu-satunya orang yang peduli padanya. Tetapi dia sangat bersyukur karna mendapat kasih sayang dan memiliki keluarga dari orang tua Dika, dan memiliki sahabat yang baik seperti Dika dan Raka yang sudah seperti saudaranya sendiri yang selalu mendukungnya dan mereka tidak pernah percaya akan kesialan Dafa yang sering dikatakan oleh orang tuanya.


"Mama gak mau tau, mulai sekarang kalian harus sering main kesini nemuin Mama! Oke" ucap Mama Mira dengan ekspresi tidak ingin dibantah.


"Iya ma, kita bakalan sering kok main kesini buat nemuin Mama" ucap Dafa sambil tersenyum hangat.


Sikap Dafa akan berubah saat bersama orang tua Dika. Dia akan menjadi hangat dan sangat menyayangi mereka, tidak seperti biasanya dingin dan kejam.


"Emmmm...Pa kita mau ngomong sesuatu sama Papa" ucap Dika gemeteran karna papanya dari tadi hanya diam.


"Ada apa?" ucap Papa Bram.


"Dika mau pindah ke sekolah mereka berdua Pa, sekolah SMA Wijaya" ucap Dika semakin gemetar karna ayah nya melihatnya dengan datar.


Dika, Dafa, dan Raka merasakan aura yang begitu dingin dan mencekam yang membuat nyali mereka langsung menciut. Sedangkan Mama Mira terlihat biasa saja dengan hal itu seakan-akan tidak terjadi apa-apa.


"Kamu boleh pindah ke sekolah SMA Wijaya tapi kalian harus mengurus semuanya sendiri" ucap Papa Bram.


Krikk...krikk... Krikk...krikk


Dika, Dafa dan Raka saling melemparkan tatapan tidak percaya, karna mereka tidak perlu susah-susah membujuk Papa Bram.


"Apa kalian tidak senang bisa satu sekolah lagi?" ucap Mama Mira membuyarkan rasa tidak percaya mereka bertiga.


"Yeayyyy......loe diizinin bro" ucap Raka heboh.


"Gue diizinin, gue diizinin, yeayyyy...." ucap Dika tidak kalah hebohnya.


Tapi Dafa hanya tersenyum tidak seperti Dika dan Raka yang agak lebay.


"Fa gimana surat pindah gue, udah selesai diurus gak?" ucap Dika.


"Kapan gue mulai masuk ke sekolah kalian?" ucapnya lagi.


"Entar gue kasih kabar ke loe, kalo semuanya sudah selesai" ucap Dafa.


"Mama emang yang terbaik" ucap Dika sambil mangacungkan jempolnya.


"Wehhh...makan gratis nih" ucap Raka kegirangan.


"Kek orang gak mampu aja loe" ucap Dafa mengejek Raka, dan mengundang tawa semua orang.


Di ruang makan sangat berisik karna goyonan dari Raka dan Dika yang terkadang saling mengejek yang membuat semua orang tertawa kecuali Dafa. karena Dafa sedang teringat masa lalunya.


"Fa, Ka kalian sore ini sibuk gak?" tanya Mama Mira pada Dafa dan Raka.


"Raka gak sibuk kok Ma" ucap Raka.


"Kalau kamu Fa sibuk gak?" tanya Mama Mira lagi karna Dafa tidak menggubris pertanyaan darinya.


"Hah, ya Ma ada apa?" tanya Dafa tersentak kaget.


"Kamu sore ini sibuk gak?" ulang Mama Mira lagi.


"Dafa sore ini mau ke resto Ma. Dafa mau cek pembukuan bulan ini" sahut Dafa, setelah mengatakan itu timbul rasa tidak enak karna ekspresi Mama Mira langsung berubah menjadi cemberut karna mendengar perkataannya.


"Besok aja ya kamu ke resto nya! Mama mau bicara berdua sama kamu Fa!" ucap Mama Mira.


"Iya Ma" ucap Dafa sambil tersenyum karna dia tidak bisa menolak permintaan wanita paruh baya itu.


"Kalian berdua nginap disini aja ya malam ini!" ucap Mama Mira.


"Oke Ma" ucap Raka bersemangat, sedangkan Dafa dia hanya mengangguk mengiyakan permintaan dari Mama Mira, orang yang telah memberikannya kasih sayang seorang ibu selama ini.


*****


Sore harinya, di taman belakang rumah keluarga Dika


Dafa sedang duduk dengan Mama Mira di kursi yang terletak di taman itu. Mama Mira mengetahui semua tentang Dafa dan dia sudah menganggap Dafa dan Raka seperti anaknya sendiri, bahkan Papa Bram dan Mama Mira memperlakukan mereka berdua sama seperti mereka memperlakukan Dika anak kandung mereka sendiri.


"Mama tau kalau kamu sangat merindukannya saat ini" ucap Mama Mira.


Dafa hanya diam karna dia tidak bisa menahan rasa sesak di dada nya, dia tidak akan bisa merahasiakan kesedihan yang selama ini iya sembunyikan dari semua orang kalau sudah bersama dengan sahabat-sahabatnya, Papa Bram, dan dia sangat tidak bisa menyembunyikan semuanya dari Mama Mira.


Dafa menatap foto seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki yang terlihat sangat bahagia di foto itu. Air mata Dafa terus mengalir karna masa lalunya kembali berputar. Mama Mira langsung memeluk Dafa untuk menenangkannya.


Saat dirasa tangisan Dafa sudah reda Mama Mira melepas pelukannya dan menatap Dafa dengan lekat.


"Beberapa hari yang lalu saat Dafa berlari di lorong sekolah tanpa sengaja Dafa menabrak seseorang dan orang itu sangat mirip dengannya Ma bahkan sikapnya sama persis seperti dia Ma. Awalnya Dafa tidak percaya kalau itu nyata tapi setelah Dafa selidiki dia itu nyata bukan hayalan ataupun mimpi Dafa. Dan itu membuat Dafa selalu mengingatnya Ma" Dafa menceritakan semua yang terjadi beberapa hari yang lalu pada Mama Mira.


"Semua kejadian itu bukan salah kamu, itu semua merupakan takdir dari Tuhan dan Tuhan pasti merencakan yang lebih baik untuk kamu. Mungkin Tuhan mempertemukan mu dengan gadis itu karna dia adalah orang yang tepat untuk kamu, walaupun Mama tau dia tidak akan tergantikan dihati kamu. Berhenti menyalahkan diri kamu atas kejadian yang terjadi padanya beberapa tahun yang lalu dan keluarlah dari rasa bersalah itu karna dia tidak akan kembali walau apapun yang akan kamu lakukan. Mama yakin dia sudah bahagia disana, sekarang kamu harus mencari kebahagiaan mu sendiri nak!" ucap Mama Mira menasehati Dafa.


Dafa merasa lega karna sudah bercerita kepada Mama Mira. Dia berfikir bahwa yang dikatakan Mama Mira itu benar, dia harus bahagia demi orang yang disayanginya itu walau orang itu tidak akan pernah bersamanya lagi untuk selamanya.


Jangan lupa tambahkan ke favorit❤, like, vote dan tinggalkan jejak. Semangat dan saran dari kalian sangat membantu😊


Mohon maaf kalau ada banyak typo😊